
"Aku memang tidak mengerti, Kak. Aku tidak melakukan apa-apa dengan Amara. Kami hanya bermain dan bersenang-senang."
"Bersenang-senang dengan pergi ke klub maksudmu begitu?" Tekan Aga.
Agatha tertegun mendengarnya. Bagaimana Aga bisa tahu jika tadi malam ia pergi ke klub pikirnya.
"Kenapa diam, ayo jawab pertanyaan Kakak."
Agatha menghela napas sebelum menjawab. "Bagaimana Kakak bisa tahu?" Tanya Agatha tanpa menjawab pertanyaan Aga.
Kali ini Aga yang terdiam. Apa ia harus menjawab jika tadi malam ia juga berada di klub yang sama dengan Agatha?
"Jangan bilang kalau Kakak berada di klub itu juga?" Tebak Agatha.
"Ada atau tidak ada kakak di sana, sekarang lebih baik kau jawab saja untuk apa kau berada di sana tadi malam!"
__ADS_1
Amara menahan senyum melihat tatapan tak bersahabat Aga. Dapat ia pastikan jika tadi malam Aga juga berada di tempat yang sama dengannya dan melihat keakraban Amara dan Rendra.
"Ya. Aku memang pergi ke klub tadi malam. Aku ingin mengajak Amara bersenang-senang di sana." Jawab Agatha jujur.
Aga menahan rasa geram mendengar jawaban yang diberikan Agatha. "Kenapa harus bersenang-senang di sana? Apa tidak ada tempat yang lebih baik lagi untuk kalian pergi bersenang-senang?" Tekan Aga.
"Tidak ada. Menurutku tempat itu yang terbaik untuk tadi malam. Lagi pula Kakak tahu bukan jika klub yang kami kunjungi itu aman dan milik teman kuliah kami dulu?"
Aga hanya diam menatap dingin wajah Agatha.
"Sudahlah, Kak, jangan mencemaskanku seperti itu. Lagi pula sekarang aku baik-baik saja dan tidak meminum alkohol di sana. Aku dan Mara hanya mencari hiburan dan berjoget saja." Lanjut Agahta.
"Cukup sekali tadi malam kau berani berpakaian minim seperti itu, Agatha. Jika sekali lagi Kakak melihatmu berpenampilan seperti itu maka Kakak tidak akan segan menikahkanmu saat itu juga!"
Bulu kuduk Agatha terasa merinding mendengar ancaman Aga yang terdengar tidak main-main. Selama ini Aga memang membebaskannya bermain kemana saja yang ia suka asal bisa menjaga prilaku dan pakaian. Dan kali ini ia sudah membuat kesalahan dengan memakai pakaian minim bahan dan pergi ke klub malam.
__ADS_1
"Maafkan Gatha, Kak. Gatha akan berusaha tidak mengulanginya lagi." Jawab Agatha.
"Jangan hanya akan berusaha tapi berjanjilah pada dirimu sendiri agar tidak pergi lagi ke tempat itu!"
"Iya." Agatha menunduk tak berani menatap wajah Aga.
Di tengah pembicaraan Agatha dan Aga yang masih berlangsung, Amara yang sudah selesai mandi nampak diam di dalam kamar sambil berpikir apakah ia harus keluar menemui Aga atau tidak.
"Lebih baik aku keluar saja. Tidak sopan rasanya aku berada di dalam kamar sementara Kak Aga ada di sini." Gumam Amara lalu pada akhirnya pergi menemui Aga dan Agatha.
Kedatangan Amara ke ruangan tamu berhasil menghentikan percakapan Agatha dan Aga.
"Mara, kemarilah." Ajak Agatha sambil menepuk sofa kosong di sebelahnya.
Amara tak langsung menjawab. Ditatapnya ke arah meja yang masih nampak kosong pertanda Agatha belum membuatkan minum untuk Aga.
__ADS_1
"Aku buatkan minum dulu untukmu dan Kak Aga." Ucap Amara lalu melangkah ke arah dapur setelah mendapatkan anggukan kepala dari Agatha.
***