
Ketukan pintu yang terdengar cukup keras dari luar kamar membangunkan Aga dari tidur singkatnya.
"Kak Aga, bangun!" Suara Agatha memanggil nama Aga terdengar semakin keras.
Aga yang masih merasakan kantuk yang teramat pada matanya pun perlahan membuka kedua kelopak matanya. Dengan gerakan malas dan kepala yang terasa sakit Aga perlahan turun dari atas ranjang dan berjalan ke arah pintu.
Ceklek
Pintu kamar yang terbuka dari dalam mengurungkan niat Agatha yang ingin kembali mengetuk pintu kamar Aga.
"Ada apa?" Tanya Aga dengan suara parau.
"Ada apa bagaimana Kak Aga. Apa Kakak tidak bekerja? Lihatlah sekarang sudah lewat pukul enam pagi." Jawab Agatha sedikit keras.
Aga tersentak mendengar perkataan Agatha. "Sudah lebih jam enam?" Ulangnya lalu diperhatikannya penampilan Agatha yang nampak sudah rapi.
"Ya. Tumben sekali Kakak telat bangun seperti ini. Lebih baik sekarang Kakak mandi dan siap-siap. Aku dan Papa menunggu Kakak sarapan di bawah." Ucap Agatha.
__ADS_1
Aga mengiyakannya lalu kembali masuk ke dalam kamarnya. Rasa kantuk yang tadi ia rasakan hilang sudah setelah mengetahui ia sudah terlambat bangun dari tidur. Bagaimana tidak terlambat, Aga baru saja tertidur pukul setengah lima pagi setelah melewati malam dengan terus memikirkan tentang Amara.
Dua puluh menit menghabiskan waktu mandi dan bersiap-siap, Aga segera turum ke lantai bawah untuk menikmati sarapan dengan keluarganya.
"Maaf aku terlambat." Ucap Aga sambil menarik kursi.
Papa Andrew mengangguk. "Ayo makan sarapanmu." Ucap Papa Andrew.
Aga mengangguk. Sedangkan Agatha yang sudah merasa sangat lapar segera menyantap sarapannya yang sudah terhidang sejak tadi. Papa Andrew pun turut melakukan hal yang sama.
"Papa mau kemana?" Tanya Agatha saat melihat Papa Andrew mengambil kunci mobilnya.
"Papa langsung pergi ke rumah Paman Alexander pagi ini. Ada hal yang ingin Papa urus di sana. Oh ya, nanti sore jangan lupa datang ke rumah Paman Alex." Pesan Papa Andrew mengingat sore nanti mereka ada jadwal kumpul keluarga di kediaman Papa Alex.
"Baik, Pa." Jawab Agatha lalu menyalimi Papa Andrew.
"Nanti sore ada kumpul keluarga. Amara pasti datang ke rumah Paman Alex. Hm, aku ingin lihat bagaimana interaksi Amara dan Kak Aga nanti saat mereka bertemu di rumah Paman Andrew." Gumam Agatha.
__ADS_1
*
Empat puluh menit berlalu, Aga telah sampai di perusahaannya. Senyuman tipis di wajah Amara menyambut kedatangannya. Amara yang berpikir jika Aga hanya akan berjalan melewatinya ternyata salah karena Aga tiba-tiba berhenti tepat di depan meja kerjanya.
"Tolong buatkan kopi untukku. Dan ingat, jangan meminta Dodo yang membuatnya. Aku ingin kau yang membuatnya!" Titah Aga tegas.
Amara yang belum sempat menjawab dibuat menghela napas melihat Aga melewatinya begitu saja.
"Kenapa Kak Aga meminta harus aku yang membuatkan kopi untuknya? Bukannya hampir satu bulan belakangan ini Dodo yang membuatkan kopi untuknya dan dia tidak mempermasalahkannya?" Gumam Amara heran.
Tak ingin mengundur waktu lama, Amara lantas saja pergi ke arah pantry membuatkan kopi untuk Aga. Melihat Amara kembali membuatkan kopi untuk Aga membuat Dodo yang melihatnya jadi tersenyum sendiri.
"Sepertinya Nona Amara sudah kembali bersemangat membuatkan kopi untuk Tuan Aga, ya?" Goda Dodo.
***
Teman-teman, sambil menunggu Aga dan Amara update, teman-teman bisa baca karya shy NODA MENJADI YANG KE 2 ya. Ekslusif hanya di NT. Ada Season dua yang masih ongoing di sana. Tq❤️🫶🏻
__ADS_1