
Amara tak dapat menahan rintihannya saat merasakan sakit yang teramat saat Aga melakukan penyatuannya. Pundak Aga yang lebar pun tak luput dari pelampiasannya menyalurkan rasa sakit yang ia rasakan. Aga sejenak menghentikan kegiatannya. Memberikan sedikit waktu pada Amara untuk tenang dan mengusap air mata yang mengalir di sudut mata Amara dengan ibu jarinya.
"Apa kita lanjutkan besok saja?" Tawar Aga tak ingin bersikap egois.
Amara menggeleng lemah. Walau ia merasa sangat kesakitan, namun ia tidak ingin menolak keinginan suaminya itu. "Lanjutkan saja. Tapi ku mohon untuk pelan." Pintanya.
Mendapatkan lampu hijau dari Amara membuat Aga senang dan tanpa membuang waktu lama kembali melanjutkan kegiatannya. Sesuai dengan janjinya pada sang pujaan hati, Aga melakukannya dengan pelan dan hati-hati. Beberapa kali Aga memberikan kecupan lembut di bibir Amara karena ia tahu Amara pasti merasa kesakitan karena percintaan mereka untuk pertama kalinya.
Mendapatkan perlakuan lembut dari Aga membuat Amara terbuai hingga melupakan rasa sakit yang sempat ia rasakan saat pertama Aga memasukinya. Amara berbisik lembut di telinga Aga. Meminta suaminya itu menambah ritme percintaannya.
Aga tentu saja tak membuang kesempatan yang ada. Ia semakin bergerak cepat memacu tubuhnya di atas tubuh Amara hingga membuat suara kenikmatan itu keluar indah dari mulut Amara.
__ADS_1
Amara memandang tubuh kekar suaminya yang sedang berpacu di atas tubuhnya. Melihat pemandangan indah di depan matanya membuat gelora dalam tubuh Amara bangkit dan mengambil alih dengan memimpin percintaan mereka.
Pergerakan tak terduga Amara tentu saja membuat Aga terkejut. Ia pikir rasa sakit yang dirasakan Amara membuat wanita itu hanya bisa pasrah di bawah kungkungannya. Namun ternyata dugaannya salah. Terbukti kini Amara sudah mengambil alih tugasnya memimpin percintaan mereka dengan berada di atas tubuhnya.
"Kau benar-benar..." Aga tak dapat berkata-kata saat Amara bergerak semakin cepat di atas tubuhnya. Merasa dirinya sudah hampir mencapai puncak, Aga kembali mengambil alih tugasnya sebagai pemimpin kemudian bergerak semakin cepat hingga akhirnya menumpahkan seluruh benihnya di dalam rahim Amara.
Kedua kelopak mata Amara terpejam merasakan sesuatu yang hangat membasahi rahimnya. Hingga sesaat kemudian ia membuka kedua kelopak matanya dan tersenyum pada Aga yang tengah menatapnya dengan wajah tersenyum.
"Terima kasih sudah menjaganya dengan baik untukku, Sayang." Setelah berucap, Aga memberikan ciuman di kening Amara cukup lama.
Aga segera turun dengan perlahan dari tubuh Amara setelah melepaskan ciumannya di kening Amara. "Tidurlah." Kata Aga kemudian menarik tubuh Amara ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Hanya sekali saja?" Pertanyaan yang keluar dari mulut Amara membuat Aga tersenyum jenaka menatap wajah istrinya.
"Iya. Kita lanjutkan besok saja. Aku tidak ingin membuatmu kecapean hingga sulit berjalan." Jawab Aga. Dari hati yang paling dalam, sebenarnya Aga masih intin mencumbu istrinya sampai pagi menjelang. Namun sebagai pria yang tulus dan sangat mencintai istrinya, Aga tidak mau bersikap egois dengan hanya mementingkan egonya sendiri. Ia tahu istrinya pasti sudah kelelahan dan membutuhkan waktu untuk istirahat.
"Baiklah..." Amara tersenyum hangat kemudian masuk ke dalam pelukan Aga.
"Aku mencintaimu istriku." Kalimat penuh makna itu kembali keluar dari dalam mulut Aga setelah beberapa saat yang lalu Aga terus mengucapkannya saat mereka sedang berpacu dalam melodi.
"Aku pun begitu, Kak." Jawab Amara dengan mata yang sudah terpejam.
***
__ADS_1
Berikan giftnya dulu yuk sebelum lanjut. Dan jangan lupa follow instagram @shy1210 untuk seputar info karya SHy yang lainnya❤️
Terima kasyi❣️