
Setelah hampir dua jam berlalu, akhirnya Amara dapat menghela napas lega karena lampu bioskop sudah kembali menyala pertanda film sudah berakhir. Amara yang belum menyadari jika sebelah tangannya masih memeluk lengan Aga menatap ke arah sekitarnya dimana orang-orang mulai bangkit dari posisi duduk masing-masing dan melangkah keluar dari dalam studio.
"Emh," deheman kecil dari Aga membuat Amara menoleh ke arah Aga.
"Eh." Amara tersadar jika tangannya masih saja memeluk lengan Aga. Segera ia melepas pelukan tangannya di lengan Aga kemudian memasang wajah tersenyum. "Maaf," cicitnya malu.
Aga menipiskan bibir. "Tak masalah. Ayo kita keluar." Ajak Aga.
Amara mengangguk mengiyakannya kemudian bangkit dari posisi duduk.
"Kita mau kemana lagi, Kak?" Tanya Amara saat keduanya sudah berada di luar area bioskop.
"Bagaimana kalau langsung membeli makan saja? Sepertinya kau sudah lapar begitu pula dengan aku."
Tak ada penolakan dari Amara kali ini. Ia mengiyakan ajaka Aga kemudian melangkah ke arah lift. Kali ini Amara memilih turun ke lantai restoran berada menggunakan lift agar cepat sampai karena perutnya sudah terasa lapar dan tak sabar ingin mengisinya.
"Mau makan apa?" Tanya Aga saat keduanya sudah berada di dalam restoran. Aga membolak-balikkan buku menu di tangannya mencari menu yang membuatnya berselera untuk memakannya.
__ADS_1
"Aku ingin soto daging dan nasi saja, Kak." Jawab Amara.
"Hanya itu saja?"
Amara berpikir sejenak. "Sepertinya salad buah enak untuk pencuci mulut."
Aga mengangguk kemudian menyebutkan menu tambahan untuk dirinya pada pelayan yang sedang mencatat pesanan mereka.
Keheningan mulai menyelimuti Aga dan Amara saat pelayan telah pergi meninggalkan mereka. Untuk menghilangkan rasa canggung yang ia rasakan saat ini, Amara memilih memainkan ponselnya. Sebuah pesan masuk dari Agatha kini menjadi pusat perhatiannya.
"Wah, sepertinya ada yang sedang kencan dengan kakakku, nih!" Ucap Amara dalam hati membaca pesan masuk dari Agatha. Baru saja selesai membaca pesan dari Agatha yang membuatnya bingung hingga mengerutkan dahi, Amara sudah dibuat terkesiap melihat kiriman foto yang dikirimkan Amara memperlihatkan gambar dirinya dan Aga saat ini.
"Dimana dia?" Gumam Amara bingung.
"Ada apa?" Tanya Aga yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Amara. Dari yang Aga lihat baru saja, sepertinya Amara sedang mencari keberadaan seseorang.
"Tidak apa-apa, Kak." Amara tak ingin jujur. Jika Agatha tak menghampiri mereka padahal sudah melihat keberadaan mereka, Amara menyimpulkan jika Agatha tak ingin Aga mengetahui keberadaanya saat ini.
__ADS_1
Aga mengangguk seolah percaya.
Amara pun kembali fokus pada ponselnya. Membalas pesan dari Agatha namun setelahnya tak lagi mendapatkan balasan pesan dari Agatha.
"Menyebalkan sekali Agatha ini." Gumam Amara karena pesannya hanya dibaca oleh Agatha.
Cukup lama membiarkan Amara fokus pada ponselnya, akhirnya Aga pun berdehem agar pandangan Amara beralih kepadanya.
"Ada apa Kak Aga?" Tanya Amara.
"Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu. Apa kau sudah selesai memainkan ponselnya?"
Amara mengangguk. Kemudian meletakkan ponsel di atas meja. "Apa itu, Kak?" Tanyanya penasaran.
"Bukankah kau bilang jika Rendra akan menikah sebentar lagi? Kalau boleh tahu kapan dia akan menikah?"
Butuh waktu beberapa saat untuk Amara menjawab pertanyaan Aga. Mengingat jika Rendra akan menikah dalam waktu dekat entah mengapa membuat Amara kembali merasa sedih karena impiannya untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan Rendra harus pupus di tengah jalan.
__ADS_1
***
Sebelum lanjut, jangan lupa like, komen, gift dan votenya dulu ya. Dan jangan lupa follow instagram @shy1210 untuk seputar info karya shy. Terima kasih🪴