Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Calon Istri Presdir


__ADS_3

"Jadi bagaimana?" Tanya Aga setelah cukup lama menunggu Amara menjawab pertanyaannya.


"Baiklah, aku akan ikut dengan Kakak." Jawab Amara pada akhirnya.


Aga menarik sebelah sudut bibirnya ke atas. Ia merasa puas dengan jawaban yang Amara berikan saat ini. "Kalau begitu ayo kita berangkat!" Ajak Aga.


Amara mengangguk mengiyakannya. Kemudian ia memasukkan ponsel ke dalam tas selempang yang ia bawa.


"Jalanlah lebih dulu, Kak." Ucap Amara tak ingin mereka berjalan secara beriringan.


Aga mengangguk saja tanpa suara. Ia melangkah lebih dulu menuju lift berada. Saat melintasi ruangan kerja Cakra, Cakra nampak keluar dari dalam ruangan kerjanya hingga membuat Amara menghentikan langkahnya.


"Hai Nona Amara," sapa Cakra dengan senyuman tipis di bibirnya.


Amara memperhatikan senyuman Cakra yang terlihat menyebalkan di matanya. "Kenapa Tuan memanggil saya dengan sebutan Nona?" Tanyanya heran.


"Karena sepertinya sebentar lagi anda akan menjadi istri dari pemilik perusahaan ini. Jadi sebagai asisten Tuan Aga, saya harus belajar memanggil anda dengan sebutan Nona atau mungkin Nyonya." Jawab Cakra.


"Anda..." Amara melototkan kedua matanya pada Cakra. Merasa tak suka dengan perkataan Cakra. "Jangan berbicara sembarangan!" Sahut Amara.

__ADS_1


"Saya berbicara apa adanya, Nona Amara."


Amara ingin menyahut perkataan Cakra. Namun niat itu ia urungkan tat kala mendengar suara bariton Aga memanggil namanya.


"Ayo lanjutkan langkahnya lagi, Nona. Sepertinya calon suami anda sudah menunggu di sana." Cakra melirik Aga dengan ekor matanya.


Amara mengepalkan kedua tangannya. Merasa sebal mendengarkan perkataan Cakra yang seakan sedang menggodanya saat ini.


"Amara..." suara Aga kembali terdengar. Nampaknya pria itu sudah tidak sabar menunggu kedatangannya.


Amara meninggalkan Cakra begitu saja dan segera berlari ke arah Aga yang sedang menunggunya di depan pintu lift.


**


Amara pikir setelah sampai di parkiran Aga akan masuk ke dalam mobilnya untuk berangkat bersama. Namun ternyata pria itu justru berjalan ke arah motornya berada. Melihat itu lantas saja membuat Amara mengejar langkah Aga menuju motornya berada.


"Kak Aga, kenapa Kakak naik motor? Apa Kakak tidak mau ikut dengan mobilku saja?" Tanya Amara heran.


"Tidak. Kita akan berangkat menggunakan motorku saja. Rasanya aku sudah bosan jika pergi menggunakan mobil terus."

__ADS_1


"Apa?" Amara terperangah. "Maksudnya Kakak ingin aku naik motor bersama dengan Kakak, begitu?" Tanya Amara.


"Ya. Kalau begitu ayo naik." Aga menepuk jok belakang motornya.


Amara terkesiap. Terkejut tak percaya dengan apa yang Aga minta saat ini. Pandangannya pun mengedar ke arah depan gedung dimana kini banyak karyawan yang berlalu-lalang.


"Tapi..." Amara meragu. Terlebih saat ini beberapa karyawan yang sedang mengambil motor menatap bingung ke arah keduanya.


"Tidak ada tapi-tapian. Ayo naik sebelum Zel mengoceh karena terlalu lama menunggu kedatangan kita."


Tak punya pilihan lain, akhirnya Amara pun naik ke atas motor Aga. Beberapa karyawan yang melihat Amara berboncengan dengan Aga dibuat bertanya-tanya kemana mereka akan pergi.


"Wah, sepertinya Tuan Aga dan Amara akan pergi makan siang bersama!" Bisik-bisik karyawan wanita mulai terdengar di telinga Amara saat Aga melajukan motor keluar dari area parkiran.


"Matilah kau Amara... kau pasti akan menjadi topik hangat di grup lambe turah kantor siang ini." Ucap Amara dalam hati. Tebakan Amara pun diperkuat saat melihat beberapa orang wanita tengah mengangkat ponsel seakan sedang mengambil gambarnya bersama dengan Aga.


***


***

__ADS_1


Sebelum lanjut, jangan lupa like, komen, gift dan votenya dulu ya. Dan jangan lupa follow instagram @shy1210 untuk seputar info karya shy. Terima kasih🪴


__ADS_2