Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Ayo Jalan-jalan, Mara!


__ADS_3

Amara terperangah. "Om Aga datang mencari Anty?" Ulangnya.


Zeline mengangguk-anggukkan kepalanya. "Ayo temuin Om Aga, Anty. Zel mau kasih kue ini dulu sama Nenek!" Mengangkat plastik berisi kue di sebelah tangannya.


Amara mengangguk. Kemudian melangkahkah kaki keluar dari dalam rumah untuk menghampiri Aga yang katanya ada di depan rumah.


"Kak Aga," Amara memanggil Aga yang sedang asik bercerita dengan sang ayah.


Aga tersenyum tipis menyambut kedatangan Amara.


Seolah mengerti jika anak dan tamunya membutuhkan waktu untuk berbicara berdua, Ayah Arif pun berpamitan masuk ke dalam rumah.


"Kata Zeline Kak Aga datang mencariku. Apa itu benar?" Tanya Amara memastikan perkataan keponakan centilnya.


Aga sejenak diam. "Iya, aku mencarimu." Jawabnya kemudian.


"Ada apa Kakak mencariku? Tumben sekali." Tanya Amara bingung.


Aga tak langsung menjawab. Entah mengapa kini pandangannya fokus menatap wajah Amara yang tetap cantik walau tidak terpolesi make up seperti biasanya.

__ADS_1


"Karena aku ingin mengajakmu berjalan-jalan keluar. Aku pikir kau sedang tidak sibuk hari ini." Jawab Aga.


"Apa, mengajakku berjalan-jalan." Amara berucap lirih. Merasa terkejut dengan ajakan Aga yang di luar pemikirannya.


"Ya, apa kau bisa?"


Amara hening untuk waktu beberapa saat. Ia tengah menerjemahkan maksud ajakan Aga saat ini.


"Kalau kau tidak bisa tidak masalah. Aku akan—" perkataan Aga terputus karena Amara dengan cepat menyahutnya.


"Aku bisa. Aku akan ikut berjalan-jalan dengan Kakak!"


Baru saja mendapatkan persetujuan dari Amara, percakapan Aga dan Amara terhenti saat melihat mobil Daniel terparkir di depan rumah.


"Kak Daniel, Kak Naina, Ziko." Amara dibuat heran melihat kedatangan mereka. Karena tadi pagi ia mendapatkan pesan dari Naina yang mengatakan jika mereka akan datang ke rumah nanti sore bukan pagi ini.


"Loh, ada Kak Aga rupanya." Daniel mengulurkan tangan pada kakak sepupunya itu.


Aga segera menerima uluran tangan Daniel.

__ADS_1


"Ada apa Kak Aga datang ke sini? Tumben sekali?" Tanya Daniel diikuti sebelah alis yang terangkat ke atas.


"Aku datang ingin mengajak Amara berjalan-jalan pagi ini. Kebetulan aku sedang tidak sibuk begitu pula dengan Amara."


Sebelah sudut bibir Daniel tertarik ke samping. Ditatapnya wajah Aga yang kini tengah menatap wajahnya dengan intens.


"Begitu ya. Baguslah kalau begitu. Sepertinya Amara juga sudah bosan libur di rumah hanya berdua dengan Zeline dan ingin diajak jalan-jalan keluar dengan Kakak." Kelakar Daniel.


"Kak Daniel..." Amara melototkan kedua matanya pada Daniel.


Daniel hanya menanggapi tatapan Amara dengan senyuman tipis. Kemudian sebuah ide pun muncul di kepalanya agar jalan-jalan Aga dan Amara kini berjalan dengan romantis.


"Kak Aga, bagaimana untuk jalan-jalan Kakak dan Amara kali ini menggunakan motor saja. Sepertinya lebih asik menikmati jalanan berduaan dengan menggunakan motor." Saran Daniel. Ia teringat dengan jalan-jalan sorenya dengan Naina beberapa waktu yang lalu menggunakan pespa antik miliknya. Dan itu sangatlah menyenangkan karena ia dapat merasakan pelukan Naina di sepanjang perjalanan.


"Menggunakan motor? Tapi aku membawa mobil, Daniel." Aga menunjuk mobilnya dengan ekor matanya.


"Untuk itu Kakak tenang saja. Di dalam garasi, ada motor pespa antik milikku di sana. Kakak bisa memakainya untuk pergi berjalan-jalan dengan Amara pagi ini." Daniel pun turut menunjuk dimana keberadaan motor pespa antik miliknya dengan lirikan ekor matanya.


***

__ADS_1


Jangan lupa follow instagram shy1210 untuk seputar infokarya dan grup chat ya🥰


__ADS_2