Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Kedatangan Aga


__ADS_3

"Cie, cie." Suara Agatha yang terdengar menggoda mengalihkan pandangan Amara pada sosok Agatha yang baru saja keluar dari dalam mobilnya.


"Apanya yang cie sih, Gatha." Jawab Amara.


"Tidak ada apa-apa sih. Cuma sepertinya sahabatku ini beruntung sekali dicintai setulus itu oleh Rendra. Lihat saja dia bahkan tidak membiarkanmu kedinginan." Agatha menatap jaket milik Rendra yang masih terpasang di tubuh Amara.


Amara menatap jaket Rendra yang kembali ia pasang setelah keluar dari dalam mobil Rendra. "Lebay sekali sih, Gatha. Bukannya Rendra juga biasanya perhatian pada kita berdua?"


"Bukan kita berdua. Tapi lebih tepatnya pada dirimu." Koreksi Agatha.


Amara menghela napas mendengarnya. "Sudah, jangan menggodaku lagi. Lebih baik sekarang kita masuk ke apartemen karena mataku sudah mengantuk." Ajak Amara.


Agatha mengiyakannya lalu keduanya pun melangkah masuk ke dalam gedung apartemen.


"Gatha, kau tidak berbohong bukan jika Paman Andrew mengizinkanmu menginap dia apartemen malam ini?" Tanya Amara memastikan setelah keduanya masuk ke dalam lift.


"Ya, untuk apa aku berbohong. Papa memang sudah mengizinkan aku untuk menginap di apartemen. Lagi pula besok kan libur kerja jadi Papa tidak mempermasalahkannya."


Amara merasa lega mendengarnya. Sebagai sesama anak bungsu di keluarga mereka masing-masing, Amara mengerti bagaimana posesifnya Paman Andrew pada Agatha.


Amara dan Agatha pun terus melangkah hingga akhirnya masuk ke dalam apartemen milik Agtha. Merasa tubuh keduanya sudah lelah dan mengantuk, akhirnya Amara dan Agatha pun tertidur dalam kondisi tidak mengganti pakaian dan membersihkan wajah lebih dulu.


*


Keesokan harinya.


Suara bel apartemen yang terdengar memekakkan telinga berhasil membangunkan Amara dari tidur panjangnya. Amara mengucek kedua kelopak matanya menyesuaikan silaunya mentari pagi yang menelusup masuk dari tirai jendela.


Dilihatnya ke arah samping dimana Agatha masih nampak tertidur pulang dengan kaki Agatha sudah berada di dekat kepalanya. "Agatha ini benar-benar kebo." Gumam Amara lalu menjauhkan kaki Agatha dari wajahnya.


Dengan gerakan pelan dan mata yang masih mengantuk, Amara pun melangkah keluar dari dalam kamar menuju pintu apartemen.


"Siapa sih yang bertamu pagi-pagi begini?" Gumam Amara.


Dengan kesadaran yang belum terkumpul sepenuhnya, Amara pun membuka pintu apartemen Agatha. Baru saja pintu terbuka setengahnya, kedua kelopak mata Amara sudah terbuka lebar melihat sosok yang berdiri di depan apartemen saat ini. Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Aga yang kini tengah memasang wajah datar kepadanya.

__ADS_1


"Kak Aga." Ucap Amara lirih.


Aga tak menjawab. Ia menatap penampilan Amara saat ini dari atas sampai bawah. Wanita itu masih nampak memakai pakaian minim seperti tadi malam. Melihat itu membuat wajah Aga berubah semakin datar dan dingin.


"A-ayo silahkan masuk dulu Kak Aga." Ajak Amara gugup tanpa bertanya tujuan Aga datang saat ini.


Aga tak menjawab namun melangkahkan kaki masuk ke dalam apartemen milik adiknya.


"Dimana Agatha?" Tanya Aga setelah berada di ruang tamu.


"Agatha masih tidur di dalam kamar, Kak."


"Tolong bangunkan dia dan suruh secepatnya menemui Kaka." Titah Aga tegas.


Amara tak menyahut. Kedua kelopak matanya nampak berkedip-kedip menatap wajah Aga yang masih saja tampan walau dengan ekspresi dinginnya.


"Kau dengar Kakak tidak? Bangunkan Agatha dan ganti pakaianmu dengan pakaian yang lebih baik!" Perintah Aga lagi.


***


Amara yang kini sudah masuk ke dalam kamar Agatha pun segera membangunkan Agatha yang masih nampak lelah dalam tidurnya.


"Gatha, ayo bangun. Kak Aga ada di depan." Ucap Amara sambil menggoyangkan tubuh Agatha. Namun Agatha yang masih nyaman dalam tidurnya seakan tidak terganggu dengan pergerakan yang Amara lakukan.


Bingung harus melakukan apa agar Agatha segera bangun dari tidurnya, akhirnya Amara pun membuka tirai jendela kamar Agatha hingga cahaya dari luar masuk sepenuhnya menerangi kamar.


Lantas saja silau cahaya yang menerpa wajahnya membuat Agatha terganggu hingga terjaga dari tidurnya.


"Kenapa dibuka sih Mara tirainya. Aku kan masih mau tidur!" Protes Agatha.


"Lanjutkan nanti tidurnya. Sekarang kau bangun dulu karena Kak Aga di depan sedang menunggumu." Beri tahu Amara.


Kedua kelopak mata Agatha pun lantas saja terbuka lebar. "Kak Aga datang ke sini? Untuk apa?" Tanya Agatha bingung.


"Aku juga tidak tahu. Lebih baik sekarang kau bangun dan ganti pakaianmu. Kak Aga pasti marah melihat penampilanmu seperti ini!" Titah Amara.

__ADS_1


Agatha mengangguk lalu dengan malas turun dari atas ranjang.


"Aku ingin mandi saja. Tidak enak sekali mengganti baju tapi tubuhku belum dibersihkan." Ucap Agatha.


"Terserah kau saja. Tapi cepatlah mandi karena Kak Aga sudah menunggu."


Agatha mengangguk saja lalu melangkah ke dalam kamar mandi. Sementara Amara memilih membereskan ranjang sambil menunggu Agatha selesai mandi.


"Kenapa Kak Aga datang ke apartemen Agatha pagi-pagi begini? Apa ada masalah?" Gumamnya bingung. Sesaat kemudian Amara pun teringat dengan pakaian yang ia kenakan saat ini. "Astaga Mara, penampilanmu saat ini persis sekali seperti penampilan wanita penggoda. Pasti Kak Aga sedang berpikiran yang macam-macam tentangmu saat ini."


Amara menghembuskan napas kasar di udara saat mengingat hubungannya dan Aga saat ini. "Sudahlah, Mara. Tidak perlu memikirkan pendapat Kak Aga. Lagi pula Kak Aga pasti tidak akan peduli bagaimana pun bentuk penampilanmu saat ini atau pun hari-hari sebelumnya." Ucap Amara kemudian tak ingin ambil pusing.


Dua puluh menit berlalu, Agatha yang sudah selesai membersihkan tubuhnya pun keluar dari dalam mandi dengan menggunakan handuk melilit sebagian tubuhnya.


Amara yang sudah siap untuk membersihkan tubuhnya pun segera melangkah ke arah kamar mandi meninggalkan Agatha yang ingin berganti baju.


"Untuk apa Kak Aga datang ke sini, ya. Tumben sekali." Lirih Agatha sambil memakaikan baju ke tubuhnya.


Setelah siap memakai baju, Agatha pun segera keluar dari dalam kamarnya untuk menghampiri Aga yang sedang menunggunya duduk di ruang tamu.


"Kak Aga." Agatha tersenyum saja pada Aga yang nampak memasang wajah datar dan dingin.


"Duduk." Titah Aga tegas.


Agatha mulai merasa awas mendengar suara Aga yang terdengar cukup tinggi.


"Emh, ada apa Kakak datang ke sini? Tumben sekali?" Tanya Agatha basa-basi.


"Apa yang kau lakukan tadi malam bersama dengan Amara?" Tanya Aga tanpa menjawab pertanyaan Agatha.


"Maksud Kakak bagaimana?" Tanya Agatha pura-pura tidak tahu.


"Jangan membuat Kakak marah, Agatha!" Tekan Aga yang sedang tidak ingin bercanda saat ini.


***

__ADS_1


Bantu rate bintang 5 dulu yuk teman teman🫶🏻


__ADS_2