Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Dipecat!


__ADS_3

Tak terhitung berapa kali Ane dan Sisil mengungkapkan kata permohonan maaf pada Aga dan Daniel. Namun ungkapan mereka itu seolah tak berarti apa-apa saat Cakra memberitahu jika mulai hari ini keduanya dibebastugaskan dari pekerjaan mereka saat ini.


Sisil tentu merasa paling syok. Bagaimana tidak, jabatan yang baru saja ia dapatkan enam bulan terakhir ini harus lenyap begitu saja karena kesalahannya kemarin.


"Tuan, saya mohon jangan pecat saya. Saya masih membutuhkan pekerjaan ini untuk menghidupi adik dan ibu saya." Sisil memohon-mohon. Tak tahu lagi pekerjaan apa yang akan ia dapatkan setelah berhenti dari perusahaan Aga secara tidak hormat. Sisil yakin, jika pun nantinya ia mencari pekerjaan, pasti akan sulit untuknya mendapatkannya.


Sebab, beberapa perusaahan yang ada di kotanya berada dalam naungan perusahaan Aga dan Daniel. Mereka pasti tidak akan mau menerima bekas karyawan dari perusahaan Aga yang berhenti secara tidak hormat.


"Tuan, saya mohon jangan pecat saya..." Ane ikut memohon dan menghiba. Sungguh, ia tak percaya jika apa yang ia lakukan kemarin pada Amara akan berefek sebesar ini.


Aga dan Daniel tak memperdulikan permohonan keduanya. Pandangan mereka pun mengedar menatap para karyawan yang masih berada di dalam lobby.


"Kalian lihat apa yang terjadi saat ini dan ambil pelajarannya. Saya tidak akan segan memberhentikan orang-orang yang tidak punya etika walau kinerja kalian sangat bagus!" Ucap Aga tegas. Ini adalah peringatan pertama yang ia berikan pada karyawannya yang dominan suka menggibah.

__ADS_1


"Baik, Tuan." Para karyawan menyahut serentak. Beberapa dari mereka mulai merasa awas mengingat di dalam grup lambe turah, mereka ikut menggunjingkan Amara padahal Amara ada di dalam grup itu juga.


Daniel dan Aga pun akhirnya pergi meninggalkan kerumunan menuju ruangan Aga berada. Sementara Cakra, ia membereskan kegaduhan yang tertinggal sebab Ane dan Sisil masih tak ingin pergi meninggalkan perusahaan milik Aga.


"Satpam!" Cakra memanggil beberapa orang satpam yang berdiri di depan perusahaan dan meminta mereka membawa Sisil dan Ane keluar dari dalam perusahaan.


**


"Kenapa kau tidak memberitahu Kakak tentang ini, Daniel!" Sentak Aga. Sungguh ia dibuat semakin bersalah sebab kejadian kemarin membuat Amara menjadi sakit dan ia tak mengetahuinya.


"Aku tahu Kakak sedang sibuk membahas permasalahan perusahaan keluarga kita di luar negeri. Maka dari itu aku tak ingin memecah konsentrasi Kakak." Ungkap Daniel.


Aga menggelengkan kepalanya. "Justru karena kau tidak memberitahu hal ini membuat Kakak tidak bisa berkonsentrasi untuk ke depannya karena rasa bersalah!"

__ADS_1


Daniel memilih diam. Ia paham bagaimana perasaan Aga saat ini.


"Dimana Amara dirawat?" Aga langsung melontarkan pertanyaan karena Daniel hanya diam. Menurutnya berdebat dengan adik sepupunya saat ini bukanlah waktu yang tepat.


"Di rumah sakit Kak Dara bekerja."


Aga langsung bangkit dari posisi duduk. "Aku harus menemui Amara sekarang!" Aga membuka jas yang ia kenakan dan meletakkannya di atas sofa. Hal yang harus ia lakukan saat ini adalah menghampiri Amara ke rumah sakit dan meminta maaf atas apa yang sudah terjadi. Sedikit banyaknya, Aga juga mengambil peran atas apa yang sudah terjadi.


"Baiklah. Kalau begitu kita pergi ke rumah sakit bersama." Jawab Daniel.


***


Mau lanjut? Yuk berikan vote dan giftnya dulu🥰 dan jangan lupa follow instagram @shy1210 ya❣️

__ADS_1


__ADS_2