Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Belajar Pada Amara


__ADS_3

"Tuan, kenapa saya melihat Tuan seperti Nona Amara yang suka kepo dengan urusan orang lain saat ini?" Tanya Cakra berniat mengalihkan pertanyaan Aga lebih dulu.


"Memangnya kenapa, Cakra. Kau keberatan?" Aga balik bertanya seraya menaikkan sebelah alis matanya ke atas.


Pertanyaan Aga dijawab gelengan kepala oleh Cakra. "Tidak, Tuan. Hanya saja saya merasa berat untuk menjawabnya."


Aga jadi tersenyum miring. "Kenapa? Apa kau merasa tidak percaya diri dengan wanita pilihanmu itu? Jika itu benar, maka itu berarti kau adalah pria pengecut. Masa memberitahu siapa wanita pilihannya saja tidak berani. Itu berarti kau tidak yakin dengan pilihanmu sendiri." Cibir Aga.


Dituduh demikian oleh Aga lantas saja membuat Cakra tidak terima. Ia sangat percaya pada pilihannya saat ini walau belum mengetahui apakah nantinya cintanya diterima atau tidak.


"Baiklah, sepertinya kau tidak ingin menjawab pertanyaan saya. Dari sikapmu saat ini saya sudah yakin jika kau adalah pria pengecut." Aga kembali menyindir Cakra. Berharap karena sindirannya itu membuat Cakra bisa cepat menjawab pertanyaannya. Entahlah, Aga merasa semakin lama ia menjalin hubungan dengan Amara, ia jadi terserang virus wanita itu.

__ADS_1


Cakra merasa terdesak. Ia seakan tidak memiliki pilihan lain selain menjawab pertanyaan Aga tentang siapakah wanita pilihannya.


"Saya mau menjawabnya, Tuan." Ucap Cakra pada akhirnya. Mendengar jawabannya itu, lantas saja membuat Aga menarik sebelah sudut bibirnya ke samping.


"Jad siapa wanita itu? Wanita beruntung yang bisa merobohkan benteng pertahanan seorang Cakra Abimayu."


Cakra melihat ke arah pintu ruangan kerjanya. Memastikan tidak ada seorang pun yang menguping di sana. Setelah memastikan situasi aman, Cakra pun memberitahukan wanita pilihannya itu pada Aga.


"Wow." Aga tersenyum lebar setelah mendengar langsung dari Cakra siapakah wanita yang sudah berhasil mengisi hati Cakra saat ini. "Saya tidak menyangka jika ternyata dugaan calon istri saya benar jika asisten saya menyukai wanita yang pernah membuat masalah di perusahaan ini."


"Tidak masalah. Lagi pula dia sudah berubah saat ini. Setidaknya apa yang terjadi kepadanya kemarin membuatnya sadar dan bisa berubah menjadi wanita yang lebih baik lagi." Jawab Aga.

__ADS_1


Cakra jadi lega setelah mendengar perkataan Aga. Ia pikir Aga akan tidak setuju karena dirinya jatuh hati pada wanita yang pernah membuat masalah dengan calon istri Aga.


"Jadi apa rencanamu kedepannya? Apa kau sudah mengatakan cintamu kepadanya?" Tanya Aga.


Cakra menggelengkan kepalanya. "Belum, Tuan. Saya belum berani. Untuk saat ini saya ingin mendekatkan diri kepadanya dulu." Jawab Cakra jujur.


Aga hampir saja tertawa mendengar jawaban Cakra. Asistennya bilang apa tadi? Belum berani mengungkapkan cintanya? Jika menghancurkan lawan-lawannya saja Cakra berani, lantas mengapa mengungkapkan cinta pada wanitanya saja Cakra tidak berani? Sungguh lucu sekali pikir Aga.


"Cakra, kenapa kau jadi pengecut begini? Jika kau terus mengulur waktu, bisa saja pria lain yang lebih gentle darimu mengungkapkan cintanya pada wanita pilihanmu dan akhirnya berhasil menikung dirimu." Ucap Aga menakuti.


Cakra jadi terdiam. Ia mulai merasa awas.

__ADS_1


"Belajarlah dari calon istriku, Cakra. Lihatlah dia, padahal dia seorang wanita tapi dia berani mengungkapkan cintanya kepadaku." Ucap Aga membanggakan si centil Amara.


***


__ADS_2