Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Apa Dia Cemburu?


__ADS_3

Amara kini memusatkan pandangannya pada Aga menanti jawaban dari Aga. Setelah hampir beberapa saat menunggu namun Aga terlihat tak kunjung menjawab pertanyaan dari Rendra.


"Jadi bagaimana Kak Aga?" Senyuman di wajah Rendra akhirnya luntur berganti dengan tatapan menuntut jawaban.


"Amara pergi bersamaku jadi pulang juga harus bersamaku. Aku bertanggung jawab atas dirinya." Jawab Aga pada akhirnya.


Kerutan halus terbit di dahi Rendra dan Amara. Mendapatkan penolakan dari Aga lantas saja membuat Rendra mengalihkan pandangan pada Amara yang nampak menatap Aga dengan wajah bingung.


"Kak Aga, aku rasa tidak masalah jika aku pulang bersama Rendra. Untuk masalah tanggung jawab, Rendra juga akan bertanggung jawab atas diriku jadi Kakak tidak perlu mencemaskannya." Ucap Amara. Setidaknya ia masih memiliki rasa segan pada Rendra karena pria itu sudah datang jauh-jauh hanya untuk menjemputnya pulang.


"Mara benar, Kak. Aku juga akan menjaga Amara dengan baik. Kakak tenang saja," Rendra ikut meyakinkan.


Amara dan Rendra kembali dibuat menunggu jawaban dari Aga karena pria itu diam dalam waktu yang cukup lama.

__ADS_1


"Bagaimana Kak Aga? Tidak masalah bukan?" Tanya Rendra lagi tak ingin terlalu lama menunggu jawaban dari Aga.


Aga menatap wajah Amara dan Rendra bergantian sebelum menjawab. "Baiklah." Sebuah kata singkat yang diberikan oleh Aga. Sejujurnya ia tidak ingin melepaskan Amara pulang dengan Rendra begitu saja. Namun Aga masih memiliki rasa kemanusiaan yang cukup besar melihat Rendra sudah jauh-jauh datang menjemput Amara.


Kedua sudut Amara tertarik sempurna hingga membentuk sebuah senyuman mendengar jawaban dari Aga. Rendra pun turut merasakan hal yang sama. Ia merasa senang karena usahanya akhirnya tak berujung sia-sia.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Aga, Amara dan Rendra lantas saja berpamitan pada Aga untuk masuk ke dalam mobil Rendra. Aga tak langsung masuk ke dalam mobilnya. Ia memilih menatap kepergian Amara hingga lenyap dari pandangannya.


**


"Ayolah, Rendra, katakan kepadaku siapa pria yang sering bertemu dengan Agatha?" Amara mendesak Rendra untuk menjawab pertanyaannya. Rasanya ia sangat tidak sabar menunggu jawaban dari Agatha.


"Maafkan aku, Mara. Aku sudah berjanji pada Gatha untuk tidak mengatakannya kepadamu. Lagi pula, dia sudah berjanji akan mengatakannya nanti bukan?"

__ADS_1


Amara mengembungkan kedua pipinya mengekspresikan rasa sebalnya karena Rendra tidak bisa diajak berkompromi saat ini.


"Kau ini sungguh tidak asik sekali." Gerutunya pelan.


Rendra tersenyum saja. Terpaksa kali ini ia tidak mengabulkan keinginan Amara karena sudah terlalu janji pada Agatha untuk tidak membocorkannya.


"Oh ya, Mara, aku lihat tadi Kak Aga sepertinya tidak rela jika kau pulang bersamaku. Dia bahkan menolak permintaanku untuk membawa dirimu pulang." Ucap Rendra yang akhirnya mengalihkan rasa penasaran Amara pada pria yang dimaksud Rendra tempo hari.


Amara langsung saja teringat dengan penolakan Aga tadi sebelum mengiyakan permintaan Rendra. "Sepertinya itu karena Kak Aga sudah berjanji pada ayah dan ibuku untuk menjagaku dengan baik selama pergi ke luar kota. Jadi dia merasa bertanggung jawab penuh pada diriku." Jelas Amara.


"Begitu, ya. Aku pikir dia sedang cemburu kepadaku sehingga berat melepaskanmu pergi bersamaku." Rendra mengeluarkan isi pemikirannya.


***

__ADS_1


__ADS_2