Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Belajar Tidak Peduli


__ADS_3

Amara kini sudah duduk di sebelah Agatha setelah menghidangkan minum yang ia buat di depan Aga dan Agatha. Suasana di ruang tamu apartemen pun berubah hening setelah kedatangan Amara. Walau dibuat bingung ada apa dengan Aga dan Agatha saat ini, namun Amara memilih diam tak banyak tanya.


Aga yang tengah diam kini memusatkan pandangan pada secangkir teh hangat buatan Amara. Ada rasa aneh yang kini Aga rasakan karena Amara membuatkannya secangkir teh bukan secangkir kopi.


Setelah hampir sepuluh menit bergabung bersama Aga dan Agatha, suasana di ruang tamu masih saja hening karena Aga mau pun Agatha tak mengeluarkan suara sama sekali. Amara yang merasa keberadaannya menjadi pengganggu pembicaraan adik dan kakak tersebut pun memilih berpamitan pergi dengan alasan ingin membuang air kecil.


"Kakak pulang dulu. Jangan lupa kembali ke rumah sebelum sore!" Ucap Aga tegas.


Agatha mengiyakannya tanpa bersuara.


Aga yang masih memiliki rasa menghargai pada Amara pun meneguk teh yang Amara buat hingga habis tak tersisa. Setelahnya ia bangkit dari atas sofa dan melangkah keluar dari apartemen.


Menyadari Aga sudah pergi dari apartemen Agatha membuat Amara segera keluar dari dalam kamar Agatha.


"Ada apa Kak Aga datang ke sini?" Tanya Amara merasa penasaran.

__ADS_1


"Kak Aga memberikan pesan kepadaku agar tidak lagi pergi ke klub malam dan berpakaian minim." Jawab Agatha.


"Apa? Maksudmu Kak Aga mengetahui jika tadi malam kita berada di klub Noah?" Tanya Amara.


Agatha pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Amara.


Amara dibuat terkejut mendengarnya. Kemudian ia pun bertanya dari mana Aga bisa mengetahuinya dan Agatha pun menjawab kemungkinan jika Aga berada di tempat yang sama dengan mereka tadi malam namun mereka tidak menyadarinya.


"Apa Kak Aga pergi bersama Nona Anjani?" Tebak Amara mengingat pembicaraan Aga dan Anjani kemarin di ruang rapat.


"Hush, sudahlah, Mara. Tidak perlu memikirkannya lagi." Amara menggelengkan kepalanya mencoba mengusir segala praduga tentang Aga dan Anjani.


*


Selama berada di dalam perjalan menuju rumah Amara, Agatha mencuri pandang pada Amara yang nampak fokus membalas chat di ponselnya.

__ADS_1


"Kau nampak sibuk sekali, Mara." Ucap Agatha.


Amara menoleh ke arah Agatha yang kini sedang fokus pada kemudinya. "Ini, aku baru saja membalas pesan dari Rendra. Ternyata sejak tadi malam dia menunggu pesan balasan dariku." Jawab Amara lalu memperlihatkan deretan chat dari Rendra.


Senyuman tipis nampak terbit di wajah Agatha setelah membaca pesan dari Rendra. "Dia romantis sekali." Komentar Agatha.


Amara tersenyum. "Menurutku dia lebih ke perhatian kepadaku." Jawab Amara.


"Itu sama saja." Sahut Agatha cepat.


Kali ini Amara hanya tersenyum tanpa bersuara.


"Oh ya, Mara, aku lihat Rendra sudah kembali mencoba mendekatkan diri kepadamu. Dia memang sangat gercep, ya." Puji Agatha.


"Aku rasa juga begitu. Tapi aku suka dengan sikap Rendra saat ini. Walau dia mengharapkan balasan cinta dariku tapi dia tidak pernah memaksaku untuk cepat menerimanya."

__ADS_1


"Awal yang bagus. Kau sudah menyukai sifatnya dan sebentar lagi orangnya." Jawab Agatha cepat.


***


__ADS_2