
Amara dan Agatha terus berjoget di lantai dansa mengikuti alunan musik yang sedang diputar. Rendra yang mengamati tingkah kedua sahabatnya dari jauh pun hanya tersenyum melihat keceriaan Amara dan Agatha saat ini.
Di pintu masuk klub, seorang pria dan wanita yang baru saja masuk ke dalam klub menghentikan langkah masing-masing saat melihat dua orang wanita yang cukup mereka kenal.
"Aga, bukankah itu Agatha dan Nona Amara sekretaris mu di kantor?" Tanya Anjani sambil menatap ke arah Amara yang sedang asik berjoget.
Aga hanya mengangguk tanpa bersuara. Kedua matanya kini menatap intens pergerakan adiknya dan Amara yang asik berjoget di antara banyaknya orang.
"Apa kau ingin menghampiri mereka?" Tawar Anjani. Ia pikir Aga sedang marah melihat sikap adiknya itu saat ini.
"Tidak perlu." Jawab Aga lalu mengajak Anjani duduk di kursi yang berada di sudut ruangan.
Anjani menurut saja. Ia tidak menyangka jika niatnya yang ingin mengajak Aga pergi ke klub akan membuat mereka bertemu dengan Agatha.
Amara dan Agatha yang sudah lelah berjoget pun akhirnya kembali ke meja mereka. Di sana Rendra masih nampak tetap duduk sambil berbicara dengan Noah.
__ADS_1
"Sudah puas berjogetnya?" Tanya Rendra seraya tersenyum pada keduanya.
Amara dan Agatha saling pandang lalu menjawab secara bersamaan.
"Sudah."
"Ayo minum dulu." Noah menyerahkan botol mineral yang masih tersegel pada keduanya.
Amara dan Agatha menerimanya seraya mengucapkan terima kasih pada Noah.
"Lihatlah, kau sampai berkeringat begini karena berjoget." Ucap Rendra lalu dengan gerakan pelan mengusap keringat yang membasahi dahi Amara.
"Terima kasih." Ucap Amara tersenyum.
Rendra membalas senyuman tersebut.
__ADS_1
"Noah, apa kau tidak ingin mengusap keringatku seperti yang Rendra lakukan pada Amara?" Goda Agatha.
"Tentu saja tidak. Aku masih menghargai kekasihku walau dia tidak ada di sini."
Agatha tertawa mendengarnya. Ia cukup salut pada Noah yang setia dan sangat menjaga hati pasangannya walau notabenenya Noah adalah pemilik klub dan sering bertemu dengan banyak wanita cantik.
Di sudut ruangan yang cukup jauh dari Amara dan Agatha berada, Aga menatap interaksi mereka dengan tatapan yang sulit diartikan. Anjani yang berada di sebelah Aga pun hanya mengira jika Aga sedang mengawasi gerak-gerik adiknya saat ini.
"Mara, aku lihat sejak dulu Rendra sangat setia menantimu. Dia juga tulus mencintaimu. Apa sampai saat ini kau tidak berniat menjalin hubungan dengan Rendra. Menurutku Rendra adalah pria yang baik dan pantas untukmu." Ucap Noah saat Rendra telah pergi meninggalkan mereka menuju toilet.
Amara terdiam dengan wajah tersenyum. "Aku tidak ingin dalam keadaan terpaksa menerima cintanya. Sampai saat ini aku belum bisa membalas cinta Rendra." Jawab Amara apa adanya.
"Cinta akan hadir dengan seiring berjalannya waktu. Dicintai itu rasanya lebih menyenangkan dari pada kau mencintai seseorang. Dengan dicintai kau bisa merasakan rasanya dihargai dalam menjalin sebuah hubungan." Pesan Rendra.
Amara terdiam tak dapat berkata-kata. Di dalam hatinya ia membenarkan perkataan Noah jika dicintai itu lebih baik dari pada mencintai. Terbukti saat ini ia terluka karena terlalu mencintai Aga yang tidak mencintainya.
__ADS_1
"Menurutku Rendra pria yang baik dan bertanggung jawab. Jika kau mau mencoba dekat dengan Rendra aku akan mendukungmu, Mara." Timpal Agatha.
***