
Jika hari kemarin Anjani memilih duduk di depan bersebelahan dengan Aga, kini justru berbeda. Anjani langsung masuk ke kursi belakang sebelum Amara hingga membuat Amara mau tidak mau masuk ke kursi depan yang bersebelahan dengan Aga.
"Asisten Kak Anjani tidak ikut?" Tanya Amara karena sejak tadi tidak melihat keberadaan asisten Anjani.
"Ikut. Dia sudah berangkat lebih dulu ke lokasi proyek."
Amara berohria dan tak lagi bertanya.
Mobil milik Aga akhirnya melaju meninggalkan hotel menuju lokasi proyek perumahan di lokasi yang berbeda dari kemarin. Perjalanan menuju proyek yang kali ini memakan waktu cukup lama membuat Amara merasa tidak sabar ingin sampai terlebih suasana di dalam mobil terasa hening karena Aga dan Anjani tidak mengeluarkan suara satu sama lain.
Merasa sangat bosan dengan situasi di dalam mobil saat ini, Amara memilih memainkan akun media sosialnya. Suara yang terdengar dari ponsel Amara akhirnya membuat Aga yang sedang fokus pada kemudi sedikit terganggu hingga mengalihkan pandangan ke ponsel milik Amara.
"Suara siapa itu, Agatha?" Tanya Aga yang merasa tidak asing dengan suara yang keluar dari ponsel Amara.
__ADS_1
Amara menoleh sejenak pada Aga. "Ya, video Agatha bersama Rendra dan teman-teman kami yang lainnya. Mereka tidak sengaja bertemu di kafe kemarin." Ucap Amara.
Aga tak mengeluarkan suara sejak Amara menyebutkan nama Rendra dari mulutnya. Amara yang sudah biasa didiamkan secara tiba-tiba oleh Aga pun tak memperdulikannya dan kembali fokus memainkan ponselnya.
Setelah empat puluh menit melakukan perjalanan menuju lokasi proyek, akhirnya mobil milik Aga sampai di lokasi proyek. Suasana di lokasi proyek pagi itu terlihat sepi dari para pekerja. Melihat itu membuat Amara bingung hingga bertanya pada Aga kemana perginya para pekerja.
"Mereka sedang melakukan briefing di belakang proyek bersama ketua proyek." Jawab Aga.
Amara mengangguk mengerti. Pantas saja sang ketua proyek belum datang menghampiri mereka. Hanya terlihat asisten Anjani yang sedang berbicara dengan Anjani saat ini.
Amara dapat melihat dan merasakan dengan jelas jika sejak saat mereka berada di lokasi proyek Anjani tak lagi bersikap posesif pada Aga seperti kemarin. Anjani bahkan seperti menjaga jarak dengan Aga dan membiarkannya berjalan di sebelah Aga.
"Ada apa ini, kenapa semua terasa aneh sekali?" Gumam Amara.
__ADS_1
Setelah hampir dua jam berada di lokasi proyek untuk meninjau perkembangan proyek dan berbincang dengan ketua proyek, akhirnya Aga mengajak Anjani, Amara dan asisten Anjani untuk pergi ke sebuah warung yang berada tidak jauh dari lokasi proyek untuk menikmati minuman di sana.
"Amara, tunggu!" Anjani menghentikan langkah Amara yang berjalan tergesa-gesa mengikuti langkah Aga di depannya.
"Ada apa Kak Anjani?" Tanya Amara.
"Kita berjalan pelan saja. Kebetulan ada suatu hal yang ingin aku bicarakan kepadamu."
"Tentang apa itu, Kak? Apa tentang Kak Aga? Jika benar maka aku tidak berminat, Kak." Ucap Amara. Ia tidak ingin lagi meladeni Anjani yang bertanya di luar batas kepadanya.
"Bukan hanya tentang Aga, tapi juga dirimu." Sahut Anjani cepat.
__ADS_1
"Diriku?" Amara menunjuk dadanya dengan jari telunjuknya.
***