Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Bersikap Baik Kepadanya


__ADS_3

Aga memilih tak menjawab dan membiarkan Amara berpikir sendiri khilaf seperti apa yang ia maksud.


Tidak mendapatkan jawaban dari Aga pun lantas saja membuat Amara mengerucutkan bibirnya beberapa centi.


"Kenapa Kak Aga diam aja sih. Aku kan penasaran khilaf seperti apa yang Kak Aga maksud." Gerutu Amara dalam hati.


**


Setelah melewati perjalanan lebih kurang tiga puluh lima menit lamanya, akhirnya mobil milik Aga sampai di kediaman kedua orang tua Amara. Melihat waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan kemungkinan besar keluarga Amara sudah tidur saat ini, Aga memilih langsung pulang saja tanpa mampir lebih dulu.


Melihat mobil Aga sudah semakin jauh dari depan rumahnya, Amara pun melangkah masuk ke dalam rumahnya.


"Mara, kau sudah pulang?" Naina yang baru saja keluar dari dalam dapur membuatkan susu untuk Ziko berjalan menghampiri Amara yang hendak masuk ke dalam kamarnya.


"Sudah, Kak. Kakak belum tidur?" Tanyanya balik.


"Belum. Ini baru mau tidurin Ziko dan Zel." Jawab Naina.

__ADS_1


"Oh... kalau begitu masuklah ke dalam kamar, Kak. Mara mau masuk ke kamar juga."


Naina tak langsung mengiyakannya. Ia memilih ikut masuk ke dalam kamar Amara lebih dulu sebelum masuk ke dalam kamarnya.


"Ada apa, Kak. Apa ada hal penting yang ingin Kakak tanya dengan Mara?" Tanya Amara sambil membuka arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Iya. Kakak mau tanya bagaimana keputusanmu tadi. Apa kau benar-benar menyetujui permintaan Kak Aga atau sebaliknya."


Amara menatap wajah kakaknya itu dengan tersenyum. "Seperti yang Kak Nai dengar tadi. Mara sudah menyerahkan semua keputusan pada Kak Aga dan keluarganya. Kita sebagai pihak perempuan hanya menerima saja apa pun yang diberikan oleh keluarga Kak Aga nanti."


"Syukurlah kalau begitu. Ini baru adik Kakak."


Amara tersenyum saja. Karena sudah tidak ada lagi pertanyaan yang ingin Naina sampaikan pada Amara, Naina pun berpamitan untuk pergi ke kamarnya berada.


"Kalau dipikir-pikir lucu juga, ya. Kak Aga itu kan kakak sepupu Kak Daniel, jadi kalau aku menikah dengan Kak Aga nanti, berarti aku jadi Kakak ipar sepupu Kak Daniel dong. Dan berarti Kak Daniel dan Kak Nai memanggilku dengan sebutan Kakak seperti mereka memanggil Kak Aga?" Ucap Amara. Memikirkan silsilah keluarga mereka nanti jika dirinya jadi menikah dengan Aga membuat Amara merasa lucu hingga akhirnya tertawa.


"Dipikir-pikir jadi kepikiran." Ucap Amara kemudian menggelengkan kepala.

__ADS_1


**


Sisil melangkah dengan ragu memasuki ruangan divisi keuangan untuk membersihkan ruangan tersebut sebelum dipergunakan saat jam bekerja telah tiba.


Jika kemarin kehadirannya di sana disambut dengan tatapan sinis orang-orang yang bekerja di dalam sana, kini justru berbeda. Mereka memilih acuh dengan kedatangannya dan diam tanpa kata.


Walau merasa aneh dengan sikap mantan rekan kerjanya dulu, namun Sisil memilih tak memperdulikannya. Ia memilih fokus membersihkan ruangan tersebut hingga akhirnya keluar setelah pekerjaannya selesai.


"Kenapa mereka bersikap aneh pagi ini." Gumam Sisil sambil mendorong troli berisi perlengkapan alat kebersihan menuju ruangan maneger keuangan.


Saat dirinya hendak mengetuk pintu ruangan direktur lebih dulu sebelum masuk ke dalam untuk membersihkan ruangan tersebut, sayup-sayup Sisil mendengar percakapan dari dalam ruangan yang menceritakan tentang kejadian kemarin saat kedua anggota divisi keuangan mendapatkan surat peringatan dari HRD.


"Makanya, setelah ini kalian harus bersikap baik pada Sisil. Jangan sampai kejadian kemarin terulang kembali dan pekerjaan kalian jadi terancam!" Ucap sang maneger baru pada salah satu anggota divisinya yang berada di dalam ruangan tersebut.


"Apa? Mereka mendapatkan surat teguran karena sudah membuliku kemarin?" Gumam Sisil merasa tak menyangka. Sebab, ia pikir clening service seperti dirinya tidak dipertimbangkan keberadaannya di dalam perusahaan milik Aga karena kemarin Cakra hanya diam saja seperti tidak berniat untuk membelanya.


***

__ADS_1


__ADS_2