
Aga terlihat berjalan terburu-buru ke arah tangga setelah keluar dari dalam kamarnya. Permintaan Zeline agar dirinya pergi ke rumah Amara membuat Aga mendapatkan kesempatan emas untuk bisa mendekati Amara.
Agatha yang kebetulan juga keluar dari dalam kamarnya dibuat heran melihat Aga berjalan dengan tergesa-gesa. "Kak Aga!" Agatha memanggil Aga cukup keras hingga terdengar jelas di telinga Aga.
Aga berbalik. Menatap pada Agatha yang tengah berjalan mendekatinya. "Ada apa?" Tanya Aga datar.
"Kak Aga mau kemana?" Tanya Agatha setelah berada di depan Aga.
"Kakak ingin pergi ke rumah Amara."
"Apa?" Agatha terperangah.
"Ya, tadi Zeline menelfon dan meminta Kakak untuk pergi ke rumah Amara." Jawab Aga lalu menceritakan cerita Zeline tentang kondisi Amara saat ini.
Wajah Agatha berubah sendu setelah mendengar cerita Aga. "Amara pasti sedang patah hati saat ini." Lirihnya dalam hati.
"Agatha, kalau begitu Kakak pergi dulu." Pamit Aga karena Agatha hanya diam saja sedangkan ia sedang terburu-buru.
__ADS_1
"Baiklah, Kak. Hati-hati di jalan. Aku harap Kakak bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik." Harap Agatha.
Aga menganggukkan kepalanya. Kemudian melangkah menuruni tangga menuju lantai bawah.
"Untung saja aku tidak terburu-buru pergi ke rumah Amara. Jika aku ke rumah Amara lebih dulu, Kak Aga pasti tidak akan mendapatkan kesempatan untuk bisa mendekati Amara karena ada aku di dekat Amara."
**
Aga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang setelah berada di jalan raya. Selama berada di dalam perjalanan menuju rumah Amara, Aga teringat kembali dengan permintaan Agatha beberapa hari yang lalu agar dirinya bisa berjuang untuk mendapatkan kembali hati Amara. Pesan dari Agatha saat itu berhasil membuat Aga selalu teringat hingga akhirnya hari ini memberanikan diri untuk mendekati Amara dengan kesempatan yang ada.
Setelah melewati perjalan lebih kurang empat puluh menit lamanya, akhirnya mobil milik Aga sampai di depan kediaman Amara. Aga segera turun dari dalam mobil dan mengeluarkan plastik berisi kue yang ia beli di tengah perjalanan tadi.
"Om Aga!" Seru Zeline sambil melompat kegirangan.
Aga tersenyum kemudian mendekati teras dimana Zeline berada. Sebelah tangan Aga pun terulur mengusap kepala Zeline setelah berada dekat dengan Zeline.
"Om bawa apa tuh?" Tanya Zeline melihat plastik bermerek nama toko kue yang cukup ternama di kota ya.
__ADS_1
"Ini Om bawa kue." Aga menyerahkan plastik tersebut pada Zeline dan memintanya membawa masuk ke dalam.
"Zel panggil Anty Mara juga, ya!" Tawar Zeline lalu melangkah masuk ke dalam rumah dengan tergesa-gesa.
Aga mengiyakan saja perkataan putri Daniel itu. Setelahnya ia duduk di kursi teras kosong yang berada di sebelah Ayah Arif.
Zeline yang kini sudah berada di depan pintu kamar Amara mengetuk pintu kamar Amara cukup keras.
"Anty, Anty!" Tangan mungil Zeline terus menggedor pintu sampai mendapatkan sahutan dari dalam.
Amara yang sedang termenung di dalam kamarnya tersadar dari lamunannya saat mendengar keributan dari luar. Ia segera melangkah ke arah pintu kamar dan membukanya.
"Zeline, ada apa?" Tanya Amara heran. Baru beberapa saat yang lalu Zeline keluar dari dalam kamarnya dengan alasan ingin bermain di teras rumah, kini keponakannya itu sudah kembali masuk ke dalam rumah dan membuat keributan.
"Anty, ada Om Aga tuh di depan. Katanya cari Anty!" Beri tahu Zeline dengan mata berkedip-kedip lucu.
***
__ADS_1
Jangan lupa follow instagram shy1210 untuk seputar infokarya dan grup chat ya🥰