
Tiba di apartemen, Cakra bergegas membersihkan tubuh dan bersiap-siap untuk pergi ke kediaman kedua orang tuanya. Setelah selesai bersiap-siap, Cakra langsung saja menyambar kunci mobilnya dan keluar dari dalam unit apartemen milikinya.
Kring Kring
Suara deringan panggilan masuk ke dalam ponselnya menghentikan langkah Cakra yang hendak menekan tombol lift. Cakra memilih melihat ponselnya lebih dulu untuk memastikan siapakah yang sedang menelefonnya saat ini.
"Mama?" Gumam Cakra membaca nama sang mama yang tertera di layar ponselnya. Tak ingin membuat sang mama menunggu terlalu lama menerima panggilan telefon darinya, Cakra langsung saja menggeser ikon bewarna hijau untuk mengangkatnya.
"Cakra, kau sudah berada di mana? Kau jadi datang ke sini 'kan?" Terdengar suara sang mama di ujung telefon. Cakra yang mendengarkannya pun menghela napas panjang.
"Masih di apartemen. Ini sudah mau berangkat ke rumah." Jawab Cakra.
"Ck, kenapa lama sekali sih. Mama sudah nunggu dari tadi, loh." Omelnya.
Cakra melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Dan itu berarti sudah hampir satu jam sang mama menunggunya di rumah.
"Iya, ini sudah mau berangkat kok. Jadi Mama tunggu saja." Jawab Cakra.
__ADS_1
Sang mama hendak kembali mengomel di seberang sana. Namun sosok pria paruh baya di sebelahnya memintanya untuk sabar agar niat mereka yang ingin Cakra datang ke rumah tidak gagal.
"Baiklah, Mama akan menunggu. Ingat, jangan lama-lama!"
Cakra mengiyakan saja kemudian mematikan sambungan telefonnya. Hal ini lah yang paling dimalaskan oleh Cakra jika ingin pulang ke rumah kedua orang tuanya. Mendengar omelan sang mama yang tidak ada hentinya.
"Syukur aku memilih tinggal terpisah dari Mama sejak lama, kalau tidak, telingaku ini bisa panas setiap harinya!" Gerutu Cakra.
**
**
"Mobil siapa itu. Apa Mama dan Papa baru saja beli mobil baru?" Pikir Cakra.
Setelah memarkirkan mobil miliknya tepat di belakang mobil tersebut, Cakra bergegas keluar dari dalam mobil kemudian melangkah masuk ke dalam rumah.
"Cakra!" Kedatangannya masuk ke dalam rumah tersebut disambut dengan senyuman hangat di wajah sang mama.
__ADS_1
Cakra pikir, kedatangannya kali ini akan disambut dengan wajah masam sang mama mengingat dirinya datang terlambat dari waktu yang sudah dijanjikan. Namun ternyata tidak. Sang mama menyambutnya dengan hangat.
"Mah..." Cakra tersenyum tipis kemudian memeluk tubuh sang mama barang sejenak.
"Akhirnya kau datang juga. Mama sudah nunggu sejak tadi loh." Ucap sang mama masih dengan tersenyum.
Dahi Cakra mengkerut halus. Merasa bingung dengan yang ditunjukkan mamanya saat ini.
"Aneh sekali. Bukannya tadi Mama marah-marah karena aku datangnya lama. Kenapa sekarang jadi begini?" Gumam Cakra. Perasaannya mulai merasa curiga dengan sikap sang mama saat ini.
"Oh ya, ayo duduk dulu, Cakra!" Ajak sang mama.
Kali ini Cakra menurut saja. Kemudian melangkah mengikuti sang mama menuju ruangan keluarga yang berada dekat dengan halaman samping rumah.
Setibanya di ruangan tersebut, langkah Cakra terhenti saat sepasang matanya menangkap sosok wanita yang terlihat tidak asing di matanya.
Mama Tyas yang menyadari kemana arah pandangan Cakra saat ini pun tersenyum pada putranya. "Cakra, kau masih kenal dengan Natasha bukan. Natasha ini anak sahabat mama yang dulu sering main ke rumah." Beri tahu sang mama.
__ADS_1
***