Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Sebatas Teman


__ADS_3

Bulir air mata mulai berjatuhan membasahi kedua pipi Anjani saat mengingat suami yang telah menduakannya beberapa bulan lalu. Akibat rasa kecewa yang mendalam, Anjani sampai memutuskan pindah ke tanah air dan menggantikan tugas ayahnya untuk memimpin perusahaan milik keluarganya.


"Kau tahu Aga, sejak awal aku tidak ingin menikah dengannya. Namun karena keadaan memaksaku untuk menikah dengannya. Dan setelah aku mencoba menerimanya menjadi suamiku, dia tega menduakanku dengan wanita lain." Anjani menangis tersedu-sedu. Bukan maksud hatinya menolak kenyataan jika ia masih sah berstatus istri orang lain. Namun keadaan yang rumit memaksanya untuk menolak kenyataan yang ada.


"Anjani, kau tidak bisa menjadikanku pelampiasan atas rasa sakitmu pada suamimu."


"Aku tidak menjadikanmu pelampiasan, Aga. Sejak dulu aku memang mencintaimu. Bahkan sampai saat aku menikah dengan suamiku. Dan setelah dia menyakitiku, aku percaya tidak ada satu pun lelaki yang baik selain dirimu." 


Aga tertegun mendengarnya. Ditatapnya wajah Anjani yang sudah basah karena air mata. Dapat Aga lihat kesedihan yang mendalam di wajah Anjani karena menjalani hidup yang begitu rumit.


"Tapi maafkan aku, Anjani. Sampai saat ini perasaanku kepadamu tetap sama. Aku hanya menganggapmu sebagai seorang teman dan tidak pernah lebih. Untuk suamimu, kau bisa menyelesaikannya dengan baik-baik. Bisa saja kau hanya salah paham dengan perselingkuhannya."

__ADS_1


Anjani tak bersuara. Ia hanya menggeleng menandakan jika dirinya tidak ingin lagi membicarakan apa pun pada pria yang sudah melukai hatinya.


"Anjani, kau wanita yang baik. Aku yakin Tuhan sudah menyiapkan pria yang baik untukmu dan mungkin saja pria itu adalah pria yang berstatus sebagai suamimu saat ini."


"Dia bukan pria yang baik, Aga. Dia menduakanku. Apa ada pria baik yang dengan begitu tega menduakan istrinya? Kurang apa aku selama menjadi istrinya, aku mencoba menerimanya dengan baik namun dia bersikap demikian. Aga, maafkan aku sudah salah paham dengan kebaikanmu selama ini. Aku pikir dengan berjalannya waktu kau akan belajar mencintaiku namun ternyata pemikiranku salah." Anjani tertunduk malu dengan perasaannya sendiri.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan, Anjani. Mungkin salahku juga yang sudah bersikap berlebihan kepadamu hingga membuatmu salah sangka."


Anjani tak menjawab. Ia mengusap kedua pipinya yang basah dengan tangannya. Aga yang melihatnya segera mengambil tisu dan menyerahkannya pada Anjani. 


Anjani mengangkat kepalanya yang tertunduk. Ia tersenyum menatap wajah Aga yang tengah tersenyum kepadanya. Dapat ia rasakan ketenangan setiap melihat senyuman di wajah Aga.

__ADS_1


"Anjani, aku tidak bermaksud ikut campur dalam urusan rumah tanggamu. Tapi aku harap setelah ini kau bisa menyelesaikan permasalahan rumah tanggamu dengan baik."


Kali ini Anjani mengangguk mengiyakan perkataan Aga. "Aku akan berusaha. Tapi bila aku gagal, apakah ada kesempatan untukku bisa dicintai olehmu?" Tanya Anjani.


"Maaf, sampai kapan pun itu aku hanya menganggapmu sebagai sahabatku."


Anjani menarik kedua sudut bibirnya sambil menahan rasa sakit di hatinya. "Apa saat ini sudah ada wanita lain yang mengisi hatimu sehingga kau begitu sulit mencintaiku?" Tanya Anjani memastikan.


"Aku tidak bisa menjawabnya."


"Tidak masalah. Tapi aku bisa menebak jika hatimu kini sudah terisi oleh wanita lain dan wanita itu adalah orang yang selalu dekat denganku akhir-akhir ini."

__ADS_1


Aga tak memberikan tanggapan. Dan diamnya Aga dapat disimpulkan oleh Anjani sebagai jawaban iya.


***


__ADS_2