Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Couple


__ADS_3

Amara kini sedang duduk termenung di dalam kamarnya setelah kepulangan Aga dari rumahnya. Walau tadi ia sempat merasakan kebahagiaan karena diajak jalan-jalan oleh Aga hampir seharian, namun kini Amara sudah kembali bersedih. Sebab, ia teringat kembali dengan cintanya yang selalu pupus di tengah jalan.


"Kenapa hidupku jadi menyedihkan seperti ini, ya." Lirih Amara sambil menutup wajahnya. Belum hilang rasa sakit hatinya karena Aga tidak pernah membalas cintanya, kini Amara sudah dibuat kembali sakit karena Rendra yang awalnya begitu memperjuangkan cintanya menikah dengan wanita lain.


"Kenapa semua orang pria yang aku cintai hanya menghadirkan luka di dalam hidupku? Apa aku tidak boleh merasakan bahagia?" Lirih Amara. Sungguh, ia merasa menjadi wanita yang paling tidak diinginkan di dunia ini.


Walau Aga sempat menyatakan perasaannya saat ini kepadanya, namun tak membuat Amara merasa senang. Amara justru meragu. Merasa Aga hanya kasihan kepadanya sehingga mengungkapkan rasa yang mungkin tidak dirasakan Aga.


Terlalu larut dalam kesedihan membuat tubuh Amara terasa semakin lelah. Amara bahkan tak sadar jika dirinya sudah tertidur di atas ranjang dengan posisi duduk.


**


Waktu pernikahan Rendra akhirnya tiba juga. Karena hari itu adalah hari bekerja Amara di perusahaan, maka Amara memutuskan untuk mengambil cuti bekerja. Aga yang berniat menemani Amara pergi ke pernikahan Rendra pun turut mengambil cuti. Aga bahkan melewatkan pertemuan dengan beberapa meneger di perusahaannya karena ingin menemani sang pujaan hati.


Melihat Aga yang sudah siap dengan setelan batik dan celana kain bewarna hitam membuat Agatha yang melihatnya menyunggingkan senyum. "Cie, cie, ada yang mau kondangan bareng calon istri nih!" Goda Agatha lalu mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


Aga yang mendengarkannya pun menarik sebelah sudut bibir ke samping. "Jam berapa kau akan pergi?" Tanya Aga karena melihat Agatha belum selesai bersiap-siap.


"Sebentar lagi, Kak. Tinggal pakai kebaya aja nih."


"Dengan siapa?" Aga kembali bertanya.


"Tentu saja dengan Papah. Kakak kan sudah mengambil partner kondanganku. Jadi aku tidak punya teman lain selain Papah." Cibirnya.


Aga hanya tersenyum melihat Agatha yang cemberut setelah mencibirnya.


"Baiklah, kalau begitu Kakak berangkat lebih dulu. Sebagai gantinya karena Kakak sudah mengambil Amara sebagai partnermu, Kakak akan membelikan apa yang kau inginkan sejak dulu." Ucap Aga.


Aga hanya mengangguk mengiyakan perkataan Agatha.


Senyumana di wajah Agatha semakin merekah. "Kak Aga serius kan?" Tanyanya memastikan. Setelah mendapatkan anggukan dari Aga, Agatha pun langsung saja memeluk tubuh Aga erat-erat. "Terima kasih Kakakku sayang. Aku doakan agar Kakak berhasil mengambil hati Amara lagi!"

__ADS_1


"Sama-sama." Aga melepas pelukannya sebelum baju yang ia kenakan kusut karena dipeluk Agatha.


Setelah berbincang sejenak dengan Agatha, Aga pun akhirnya berangkat menuju pujaan hatinya menggunakan mobil sport keluaran terbaru miliknya.


Di tempat yang berbeda, Amara yang sudah selesai bersiap-siap dan tinggal menunggu Aga datang nampak memperhatikan penampilannya menggunakan kebaya yang kemarin dibelikan Aga untuknya.


"Bagus juga kebayanya." Ucap Amara sambil memutar tubuh di depan cermin.


Tin


Tin


Suara klakson mobil yang terdengar dari luar rumahnya membuat Amara menghentikan kegiatannya yang sedang mengamati penampilannya di depan cermin.


"Sepertinya Kak Aga sudah datang." Amara segera bergegas keluar dari dalam kamar menuju depan rumah. Setelah berada di depan rumah, Amara dibuat tertegun melihat motif baju yang dikenakan Aga sama persis dengan rok kebaya yang ia kenakan saat ini.

__ADS_1


***


Sebelum lanjut, jangan lupa like, komen, gift dan votenya dulu ya. Dan jangan lupa follow instagram @shy1210 untuk seputar info karya shy. Terima kasih🪴


__ADS_2