Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Perang Hati


__ADS_3

Mendengar gumaman Amara yang terdengar cukup jelas di telinga Aga membuat Aga menoleh ke arah yang kini Amara tatap. Seorang pria yang cukup dikenalinya nampak berjalan mendekat ke arah mereka bersama seorang wanita yang nampak asing di matanya.


"Rendra." Amara berucap memanggil nama Rendra.


Suara yang terdengar tidak asing memanggil namanya itu berhasil membuat langkah Rendra terhenti. Pandangannya pun tertuju pada sosok wanita yang masih memenuhi hati dan pemikirannya sampai saat ini.


Sosok wanita yang berdiri di samping Rendra ikut mengarahkan pandangan ke arah Amara.


"Siapa itu, Kak?" Tanyanya pada Rendra


Rendra tak memberikan jawaban. Ia masih saja menatap wajah pujaan hatinya dengan intens.


"Amara," kedua kaki Rendra akhirnya melangkah mendekati Amara yang tengah menatap wajahnya dengan intens.


"Rendra, kau di sini juga?" Amara tersenyum. Memperlihatkan wajah baik-baik saja. Kemudian pandangannya beralih pada sosok wanita muda di sebelah Rendra.


Rendra menganggukkan kepalanya. Pandangannya yang tadinya mengarah pada Amara kini beralih pada Aga yang tengah menatapnya dengan dingin.


"Hay, perkenalkan aku Amara." Amara mengulurkan tangan lebih dulu pada wanita tersebut berniat ingin mengajaknya berkenalan.


"Hay, aku Okta."

__ADS_1


Amara mengangguk kemudian melepaskan jabatan tangannya dari Okta.


"Sepertinya wanita ini adalah calon istri Rendra." Gumam Amara dalam hati sambil menatap wajah wanita itu dengan tersenyum.


Setelah cukup lama saling melempar pandang dengan tatapan dingin, akhirnya Aga dan Rendra pun berjabat tangan.


"Rendra, aku tidak menyangka jika kita akan bertemu di sini." Amara membuka percakapan di antara mereka lebih dulu.


Rendra tak menunjukkan wajah tersenyum pada Amara seperti biasanya ia menatap Amara. Raut wajahnya kini nampak datar tak terbaca.


Amara masih berusaha tetap tersenyum. "Apa wanita ini calon istrimu, Rendra?" Tanya Amara lagi walau belum mendapatkan jawaban dari Rendra atas atas pertanyaannya sebelumnya.


"Oh..." walau sudah menebak siapakah wanita yang bersama Rendra saat ini, namun Amara tetap saja merasa sedikit nyeri mendengar jawaban dari Rendra secara langsung. "Calon istrimu cantik sekali. Kelihatannya juga baik."


"Ya, sama seperti dirimu, Mara." Jawab Rendra cepat.


Amara tertegun. Tak menyangka jika Rendra akan memujinya sambil menjawab pertanyaannya.


"Amara memang cantik dan juga baik." Aga dengan posesif merangkul pundak Amara. Pergerakan Aga itu lantas saja membuat Amara terkejut pun dengan Rendra.


Kedua kelopak mata Rendra terbuka lebar saat melihat tangan Aga kini sedang merangkul pundak pujaan hatinya.

__ADS_1


Okta mencoba tetap tersenyum mendengar calon suaminya memuji paras wanita lain saat sedang bersamanya. Jika melihat tatapan mata Rendra pada Amara saat ini, Okta menebak jika Rendra menaruh perasaan pada Amara.


Keheningan pun menyelimuti mereka karena tak ada satu pun yang mengeluarkan suara setelah Aga merangkul pundak Amara.


"Mara, sepertinya sudah saatnya kita untuk pergi." Ucap Aga sambil menatap wajah Amara.


Amara mendongak hingga tatapan matanya beradu dengan Aga. "Agh, ya."


Rendra memperhatikan interaksi keduanya. Sebelah tangannya pun terkepal melihat tangan Aga yang sangat posesif merangkul pundak Amara.


"Rendra, Okta, kalau begitu kami pergi dulu ya." Pamit Amara.


"Kenapa terburu-buru sekali?" Tanya Rendra. Rasanya ia belum puas melihat pujaan hatinya dan kini Amara sudah berniat untuk pergi saja.


"Ya, kami masih ada rute lain setelah ini." Jawab Amara seadanya.


Rendra tak langsung menjawabnya. Ingin sekali mulutnya bersuara menawarkan diri untuk ikut bersama dengan mereka untuk memastikan kemana Aga akan membawa Amara. Namun hal itu tidak mungkin Rendra lakukan karena ia sadar jika ada Okta bersamanya saat ini.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa like, komen, gift dan votenya dulu ya. Dan jangan lupa follow instagram @shy1210 untuk seputar info karya shy. Terima kasih🪴

__ADS_1


__ADS_2