Janda Cantik Milik Pak Polisi

Janda Cantik Milik Pak Polisi
128


__ADS_3

"Aku takut," ucap Irma saat Naura menyodorkan lima buah testpack beserta wadah kecil yang diambil dari kamar Kayla.


"Coba dulu, Kak.Supaya kita enggak penasaran sebelum diperiksa ke dokter kandungan. Dokter juga tidak mungkin asal bicara. Ayolah!" Naura terus membujuk Irma, begitupun dengan yang lain.


Hingga akhirnya, Irma luluh dan menuruti ucapan para keluarga. Ditemani oleh Andre ia pergi ke kamar mandi. Setiba di kamar mandi, Irma tidak langsung melakukan perintah dokter. Ia malah bergeming, menatap lima testpeck ditangan lalu beralih menatap sang suami yang masih setia membopongnya.


"Bagaimana kalau prediksi dokter itu salah? Aku hanya akan membuatmu kecewa," tutur Irma yang terdengar sangat lirih. Ia takut membuat semua orang kecewa, terlebih Andre.


Andre menangkup kedua pipi Irma, membuat matanya bertemu dengan mata teduh Irma yang sudah berkaca-kaca. "Aku sudah siap dengan segala hasilnya. Kamu adalah yang utama, meskipun aku akan sangat bahagia bila yang diucapkan dokter itu benar adanya. Tapi, kalau pun salah, itu tidak akan merubah apapun," ucapnya. "Untuk menghilangkan kepenasaranan orang-orang tidak salahnya kita mencobanya," lanjut Andre yang sebenarnya ia juga sangat penasaran dan tak sabar ingin melihat hasilnya.


Irma pun mengangguk pelan. Tidak ada salahnya menjajal alat itu, toh, meskipun sudah divonis tidak bisa memiliki punya anak, masih ada kuasa yang lebih kuasa dari vonis dokter. Ia lantas menampung air seninya di wadah yang diberikan Naura.


Sementara itu, Andre yang sudah tak sabar langsung membuka lima testpeck tersebut, lalu mencobanya satu persatu begitu air tertampung. Dengan harap-harap cemas Andre dan Irma menanti perubahan pada alat yang baru saja dicelupkan pada wadah. Mata mereka tak berkedip, menatap testpeck yang mulai memperlihatkan satu garis merah. Bahkan, Irma sampai meremas jemari sang suami dengan keringat dingin yang mulai keluar. Ia sangat berharap garis yang muncul itu dua, tetapi takut pada kenyataanya hanya satu garis saja yang muncul.


Sejurus kemudian Irma membungkam mulutnya sendiri dengan mata yang membeliak sempurna melihat dua garis merah yang terpangpang nyata di lima tespeck yang merek celupkan.


"Mas, itu!" Irma masih tidak percaya.


Jangan tanya perasaan Andre. Andre yang sudah sangat yakin istrinya sedang mengandung langsung memeluk Irma dan menghujaninya dengan ciuman. "Sayang, kamu positif. Kamu hamil dan kita akan punya anak," ujar Andre. Ia sangat bahagia sampai air mata pun mengiringi kebahagiaan Andre.


Semua terasa mimpi bagi Irma. Ia hamil. Itu hal mustahil, tetapi itu kenyataan yang didapatnya dari ucapan dokter dan bukti dari lima testpeck di hadapannya. Ia bahagia. Tentu saja sangat bahagia.


"Aku hamil." Irma memeluk Andre sangat erat.


"Iya. Kita akan menjadi orang tua." Andre mengusap punggung Irma sembari mencium pucuk kepala Irma.

__ADS_1


"Aku masih berasa mimpi. Aku hamil. Ada buah cinta kita di dalam perutku. Aku hamil ...." gumam Irma ditengah isakan yang semakin kencang dan membuatnya tak mampu melanjutkan kata-katanya.


Irma menangis kencang di dalam pelukkan sang suami yang juga ikut menangis. Tangisan bahagia dari dua sejoli yang pernah mengubur dalam-dalam keinginan memiliki anak demi keutuhan cinta mereka.


"Kakak kenapa?" Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Naura yang tampak panik karena mendengar tangisan Irma. "Kalian kenapa malah nangis berjamaah?" lanjutnya menghampiri dua orang yang mulai mengurai pelukan mereka.


Irma pun lantas berhambur ke pelukan Naura dan memeluk adiknya itu sangat dengan air mata yang masih membasahi pipi.


"Kakak kenapa?" tanya Naura lagi semabari membalas pelukan kakaknya, tetapi Irma tak mampu tuk menjawab.


Tidak mendapat jawaban dari sang kakak, Naura lantas memandang Andre yang juga masih menitikkan air mata. Ia menggerakkan kepalanya, meminta penjelasan lewat isyarat.


Dengan senyum yang mengembang, Andre menunjukkan hasil testpeck yang baru dijajalnya. Binar bahagia tertampil nyata di wajah Naura begitu melihat dua garis merah terpangpang nyata di alat tersebut.


Semua orang sangat bahagia dengan kabar yang mereka dapat. Setelah berbagai cobaan yang telah mereka alami, akhirnya berbagai kabar gembira kembali hadir di keluarga mereka. Naura sembuh dan Irma pun bisa mengandung. Malam akikahan Kayla, merupakan malam terindah di kehidupan dua keluarga kakak-adik itu. Puji syukur terus mereka panjatkan kehadirat Sang Maha Pemberi Kehidupan.


***


Sambil berselonjor, Andre menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dengan tangan sedang merangkul tubuh si istri yang bersandar di bahunya sembari memandangi poto yang mereka dapat dari rumah sakit. Antara percaya dan tidak percaya.


"Ba, ini beneran anak kita?" Irma menengadah melihat wajah Andre sembari menunjuk foto hasil USG tadi siang di rumah sakit.


"Iya, Sayang. Ini anak kita. Bukankah kita sudah mendengar penjelasan dokter dengan sangat rinci tadi?" tutur Andre, lalu mendaratkan kecupan di pucuk kepala si istri saat wanita itu kembali menunduk dan menatap intens foto yang dipegang.


"Iya, aku tahu. Tapi, aku masih tidak percaya kalau aku bisa mengandung secepat ini. Bahkan, dua sekaligus." Air mata kembali menitik di kedua mata Irma. Dari foto itu, ia melihat ada dua nyawa di dalam perutnya.

__ADS_1


Setelah acara mengharukan yang penuh kebahagian begitu mendengar Irma positif, saat bertemu siang Andre dan Irma segera pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter kandungan dan memastikan kehamilan Irma.


"Sungguh luar biasa. Mukjijat Tuhan itu memang benar adanya. Ini sangat langka, Mbak." Dokter yang pernah melakukan pemeriksaan terhadap Irma beberapa waktu lalu, kembali memeriksa Irma dengan hasil yang sangat luar biasa. "Selamat, ya, Mbak. Anda sedang mengandung dua janin sekaligus," ujar si Dokter sembari menunjuk dua janin yang ada di layar.


"Kembar, Dok?" tanya Andre, memastikan.


"Iya."


Binar bahagia terlihat jelas di wajah suami-istri itu. Tuhan memberi mereka keajaiban dengan bisa merasakan menjadi orang tua seutuhnya, bahkan dengan dua anak sekaligus.


"Kalian membuktikan kalau Tuhan itu maha segalanya. Kita sebagai manusia hanya bisa berikhtiar, setelahnya kita kembalikan lagi kepada yang di atas. Karena yang tak mungkin untuk kita, bisa jadi mungkin kalau Tuhan sudah menghendaki. Sekali lagi saya ucapkan selamat atas kehamilan Mbak Irma. Saya turut bahagia dengan semua ini. Saya juga mohon maaf telah membuat Mbak down dengan hasil yang didapat kemarin-kemarin. Karena memang seperti itu hasil dari medis."


Dokter itu berbicara panjang lebar kepada Irma dan Andre. Kemudian mereka pamit setelah dokter memberikan resep obat untuk menjaga kandungan serta daftar kontrol ulang.


"Seperti yang diucapkan dokter, ini adalah mukjijat. Tuhan mendengar doa kita." Andre melonggarkan pelukkannya, lalu menangkup wajah yang sudah basah lagi. "Rencana Tuhan memang selalu indah. Di saat kita meminta kehadiran seorang anak, Ia dengan baik memberikan dua anak sekaligus."


"Iya, Tuhan sangat baik kepadaku. Dia memberikan suami yang baik dan mencintaiku apa adanya saja itu sudah lebih dari cukup. Dan, sekarang ia juga menitip dua mahkluk kecil di dalam perutku. Terima kasih telah mencintaiku. Aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu," tutur Irma dari lubuk hatinya yang paling dalam.


"Aku lebih-lebih ... lebih ... mencintaimu." Andre mengecup kening Irma dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya lagi.


Keduanya pun saling mentransferkan rasa cinta dan sayang mereka dengan pelukan erat yang menghangatkan dan menenangkan, bahkan mereka bisa merasakan setiap detak jantung satu sama lain yang berdetak seirama. Hingga mereka pun mengurai pelukan itu, lalu bersujud di hadapan Sang Pencipta dan mengucap syukur sebanyak-banyaknya, serta doa-doa terbaik bagi keluarga mereka tak luput mereka panjatkan.


End ....


Terima kasih kepada kakak readers tercinta yang sudah berkenan mengkuti cerita recehanku. Maaf, jika tulisanku masih jauh dari sempurna dan jauh dari ekspetasi kalian. Maaf juga up-nya tidak teratur, bahkan mangkrak sampe berhari-hari 🙏. Maaf pula komentarnya jarang dibalas, bukan sombong atau gimana, othornya tinggal ditempat yang susah sinyal, bahkan untuk up saja harus nyari sana-sini dulu. Sekali lagi mohon maaf untuk segalanya 🙏. Untuk selanjutnya, Insyaallah saya akan melanjutkan cerita yang sudah tertunda dua bulan lebih dengan judul 'LOVE STORY 40 DAYS'. Dan Isyaallah akan saya up setelah cerita sudah mencapai 20 bab, supaya kalian bisa baca langsung banyak. Bagi yang berkenan silakan tambahkan ke rak kakak-kakak tercinta, agar nanti kalau sudah up bisa ada notif-nya. Sekali terima kasih untuk semuanya. Salam sayang dan cium jauh dari aku si othor remahan. 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2