
18
Hari ini, hari libur yang berlanjut dengan libur akhir pekan. Di libur kali ini, suasana rumah Naura tampak begitu sepi. Tidak seperti libur-libur sebelumnya, jika ada libur yang merempet dengan akhir pekan keluarganya akan mengadakan liburan bersama. Namun, saat ini semuanya terasa begitu berbeda. Sejak pagi-pagi buta, Dimas sudah pergi entah ke mana tanpa mengatakan apapun. Begitu pun dengan keluarga yang lain, mereka mendadak sibuk berjamaah. Irma dan Andre yang katanya akan liburan di rumah mamah Rita; Ranti yang katanya hendak mengjenguk sang paman; Bara dan si istri yang katanya akan liburan ke pantai; Sang mertua yang katanya akan mengunjungi kakak Dimas; bahkan para pegawai dan kedua sahabatnya pun dengan kompak menjawab kalau mereka punya kesibukan yang tidak bisa ditunda.
"Sepertinya cuma kita yang tidak punya kesibukan dan rencana di libur panjang ini, Sayang!" gumam Naura kepada Kayla yang sedang disuapinya.
"Ma ... ma ... ma ... ma." Anak kecil itu hanya menjawab ucapan Naura dengan kata 'ma' yang berulang dengan senyum kecilnya.
"Ya, Mama gak lupa, mama punya kamu. Kita habiskan libur hari ini untuk bersenang-senang sama mama, ya. Kita liburan berdua saja karena papa Kay dan yang lainnya sedang sibuk," ucap Naura lagi dengan seutas senyum yang tertampil, meskipun hatinya terasa teriris.
Anak tujuh bulan itu hanya tersenyum dengan mulut yang dipenuhi bubur yang disuapi si ibu.
Wanita yang masih langsing meskipun sudah melahirkan itu, tidak ingin larut dalam kesepian dan kesedihan terlalu lama. Ia masih mempunyai Kayla yang ada di sampingnya yang membutuhkan kasih sayang dan keceriaanya, bukan malah menumpahkan kesedihan kepada bayi yang belum mengerti lebih banyak tentang arti kehidupan.
__ADS_1
"Ok, Sayang, mari kita jalan-jalan!" Ibu satu anak itu pun memutuskan untuk pergi berdua saja dengan Kayla, melupakan semua keluh kesah yang ada.
Setelah selesai menyuapi Kayla, Naura membawa sang anak itu untuk pergi ke mall. Di dalam gendongan, Kayla tampak begitu senang melihat dunia luar yang sangat penuh dengan warna.
"Kita mau beli apa, ya, Kay?" tanyanya kepada si bayi sambil melihat-lihat sekeliling mall.
Sebenarnya, Naura tidak ada planing untuk membeli apapun karena persediaan di rumah masih banyak. Ia hanya ingin pergi ke tempat itu untuk melarikan diri dari kepenatan yang seminggu ini melandanya.
"Bagaimana kalau kita hias kamar kamu saja, Sayang? Biar nanti kamu makin betah di sana." Saat mereka melewati toko pernak-pernik dan perlengkapan bayi, tiba-tiba terpikir di kepala Naura untuk menghiasi kamar Kayla. Meskipun Kayla tidur di kamar Naura, tetapi kamar bayi yang dulu Naura siapkan tetap ada dan menjadi tempat bermain yang ramah bagi si chubby itu. "Ok, fix, ya, Sayang! Kita akan hias kamarmu. Dan, let's go kita belanja!" Naura mencium gemas sang anak yang terus menatapnya dengan mata yang bersinar, lalu masuk ke toko yang serba pink itu.
Puas berbelanja, wanita itu pun kembali pulang ke rumah dengan menggunakan jasa taxi online beserta seabreg belanjaan yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Sementara itu, bayi chubby yang sejak tadi di dalam gendongannya tampak sudah terlelap setelah menghabiskan satu botol susu formula.
Ditatapnya, anak kecil perpaduan apik antara dirinya dan sang suami yang terlihat begitu damai dalam dekapannya. Kemudian, sebuah kecupan mendaratkan di kening Kayla yang sudah tidur dengan dot yang masih menempel di mulut mungilnya. "Apa kamu bahagia, Sayang?" tanyanya sambil menarik dot dari mulut Kayla, hingga memperlihatkan bibir Kayla yang bergerak-gerak mencari dot. Sebuah pertanyaan yang mungkin lebih cocok dilontarkan kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
Sesampai di rumah, Naura lantas turun dari mobil dan meminta tolong si sopir untuk menurunkan belanjaannya ke teras. Ia yang sedang menggendong Kayla tidak memungkinkan untuk membawa seabreg barang belanjaan yang dibelinya. Setelah seleasai, si sopir pun undur diri dan pergi. Sementara itu, Naura membuka kunci dan masuk ke rumah.
"Rasanya ada yang ngikutin aku, deh." Naura yang baru mengangkat kaki hendak masuk langsung terhenti dan berbalik saat merasa ada yang sedang mengintai dirinya. Ia memindai sekitar halaman, tetapi tidak tanda-tanda ada orang di sana. Bahkan, hal itu sudah dirasakan Naura sejak dirinya berada di mall. "Enggak mungkin ada orang jahat yang ngikutin aku, kan?" tanyanya pada diri sendiri, lalu sejurus kemudian dengan cepat Naura masuk ke rumah dan mengunci pintu.
Kemudian, ia pun pergi ke atas menidurkan Kayla di kamar. Namun, sesuatu masih mengganjal di hati. Ia masih penasaran dengan perasaannya. Selepas membaringkan Kayla, Naura kembali ke bawah dan melihat keadaan di luar dari balik kaca. "Tidak ada apa-apa. Mungkin ini hanya perasaanku saja yang terlalu kacau sampai merasa ada yang ngikutin segala," gumamnya, lalu kembali ke kamar setelah memastikan dan merasa semuanya aman.
Naura juga tidak kalah merasa lelah, setelah berjalan mengelilingi mall dengan membawa beban 10 kg di pundaknya. Ia pun berbaring di samping Kayla yang sengaja ditidurkan di ranjangnya. Ia memindai setiap lekuk wajah mungil Kayla sambil menepuk-nepuk pahanya, hingga akhirnya mata Naura pun terasa sangat berat dan tertidur sembari memeluk sang buah hati.
Entah berapa lama Naura tertidur sampai ia terbangun dan merasakan ada sesuatu yang hilang dari dekatnya. "Kay! Kay!" Dengan mata yang masih terpejam, Naura meraba-raba tempat di sampingnya dan tidak merasakan keberadaan anaknya di sana.
"Kay!" Spontan, Naura langsung membuka mata dan mendapati sang anak sudah tidak ada di sampingnya.
"Kalian siapa?" tanyanya, saat beberapa orang berbaju serba hitam dengan menggunakan penutup kepada berada di kamar dan salahsatu dari mereka sedang menggendong Kayla yang masih tidur. "Kembalikan anakku!" teriak Naura. Ia beranjak dari tempat tidur hendak merebut Kayla kembali. Namun, pergerakkan Naura terhenti saat dua orang mencekal lengannya dan menyeretnya menjauh dari sang anak.
__ADS_1
"Kalian siapa? Kembalikan anakku! Tolong, jangan apa-apakan dia!" teriak Naura, tetapi tidak ada yang memberi jawaban, yang ada Naura malah dibawa semakin menjauh dari Kayla. "Lepaskan aku! Kalian mau membawaku ke mana?" teriak Naura, mencoba memberontak.
Namun, orang-orang berbaju hitam tidak peduli dengan teriakannya. Mereka yang diam terus menyeretnya keluar dari rumah dan membawanya masuk ke mobil hitam.