Janda Cantik Milik Pak Polisi

Janda Cantik Milik Pak Polisi
45


__ADS_3

"Nyesel mamah ... nyesel gak ikut Friska liburan ke sana. Ternyata kamu sangat cantik-tik-tik-tiiiiik, pantas saja anak mamah sampai tergila-gila padamu," ujar wanita itu seraya memeluk Irma. Irma dibuat mematung, wanita paruh baya itu telah membuatnya sport jantung. "Selamat datang, Sayang, di rumah kami." Ia mencium kening Irma penuh kasih.


Hampir saja, Irma menyesali keputusannya untuk ikut Andre, hingga akhirnya wanita berjilbab di hadapannya memeluknya begitu hangat dan mengucapkan selamat datang.


Begitu pun Andre, seketika ia berasa sedang melepaskan beban sangat berat yang sedang pikul. Bagaimana tidak? Lelaki itu merasa bersalah setengah mati telah mengajak Irma pulang saat melihat sikap sang mamah yang tak bersahabat sama sekali dengan kedatangan mereka. Ia pun bernapas lega, ternyata itu semua hanya sandiwara yang dibuat wanita yang tak muda lagi itu.


"Kenapa kalian tegang sekali?" tanya mamah Andre, tanpa rasa bersalah.


"Ibu Rita yang terhormat, kau telah membuat semua orang sport jantung. Anda masih bertanya kenapa? Lihatlah ulah Mamah! Kakak ipar sampai pucat begitu," ucap Friska yang geram dengan kelakuan sang mamah yang malah nge-prank mereka.


"Memang apa yang mamah lakukan? Dia memang benar-benar cantik, kan? Memang ada yang salah dengan ucapan mamah?"


"Au ah, pikir saja sendiri ada yang salah apa enggak. Ayo, Kak masuk!" Friska menarik Irma untuk masuk ke rumah. "Jangan lama-lama deket-deket sama mamahnya, entar di-prank lagi."


"Eh, tapi—" Irma mencoba menolak ajakan Friska karena belum dipersilakan masuk oleh kedua orang tua Andre. Namun, sejurus kemudian terlihat Rita mengangguk. Ia pun mengikuti langkah Friska yang terus menuntunnya masuk ke rumah bernuansa islami itu. Banyak kaligrafi yang indah terpajang di dinding, Irma bisa menebak keluarga Andre adalah keluarga yang religius.


Sementara itu di luar, masih terdengar kasak-kusuk antara anak dan kedua orang tua yang baru saja bertemu setelah beberapa bulan itu.


"Mamah bercandanya keterlaluan," protes Andre setelah menyalami kedua orang tuanya.


"Mamah cuma mau melihat ekspresinya dan tindakkan kamu bagaimana. Dan ekspresi Irma benar-benar menggemaskan, meskipun sakit, ia tetap mencoba tersenyum tanpa mengurangi rasa hormatnya kepada orang tua. Sepertinya kau pun ini sudah sangat-sangat kepincut olehnya." Rita menggoda Andre.


"Aku bahkan sudah kepikiran untuk kawin lari kalau mamah gak ngizinin," tukas Andre.

__ADS_1


"Memang enggak cape kawin sambil lari-lari? Mamah enggak kepikiran, gimana penghulu nikahinnya kalau nikah sambil lari-lari," godanya lagi.


Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Bisa ditebak dari mana Andre memiliki sipat suka ngebanyolnya itu.


"Kenapa baru nunggu janda, kamu kenalkan dia sama mamah? Kenapa enggak dari dulu?" lanjutnya lagi.


"Dari dulu gimana? Masa iya aku harus kenalin istri orang kepada kalian? Bisa kena pasal pebinor, mau ditaroh di mana mukaku?" Andre menanggapi ucapan sang mamah sambil ngeloyor masuk ke rumah, sedangkan Rita dan Ahmad


—ayah Andre—hanya tersenyum mendengar jawaban Andre. Mereka memang khawatir, anaknya merebut Irma dari suaminya, karena mereka pernah mendengar dari Ana kalau anaknya menyukai wanita bersuami.


Irma diterima dengan begitu hangat di keluarga Andre. Mereka menyayanginya layaknya anak sendiri, bahkan bisa dibilang mereka begitu memanjakan Irma selama ia berada di rumah keluarga Andre. Bahkan, Rita sampai mengenalkan Irma sebagai calon menantunya ke seluruh tetangga di sana.


***


"Suka drakor juga, Kak?" tanya Friska saat melihat Irma menonton drama korea dengan khusuknya.


"Hooh. Apalagi drama fantasi seperti ini. Kalau di sini ada hantu seganteng itu, kakak juga mau jadi pacarnya. Kakak juga gak bakal pernah takut lagi lewat kuburan," ujar Irma mengingat cerita drakor itu bercerita tentang cinta hantu dan manusia.


"Awas kedengeran Kak Andre bisa berabe," bisik Friska. "Hantu korea ganteng, ya? Enggak kayak hantu Indonesia udah jelek pada miskin lagi. Nyi Kun pake baju bolong, pocong cuma pake kain di ikat lima, tuyul cuma cd doang. Enggak kayak hantu korea, udah pakaian styles, ganteng pula." Friska membanding-bandingkan hantu luar dengan hantu dalam negri yang membuat mereka ketawa-ketiwi. "Tapi selain nonton aku juga suka baca cerita yang temanya roman fantasi gitu, Kak. Enggak kalah seru juga, lho!"


"Memang ada?" tanya Irma.


"Ada, aku aja lagi baca. Apa Kakak mau baca juga?"

__ADS_1


"Boleh. Sini, pinjem bukunya!"


"Bukunya enggak ada. Aku baca di novel online. Kalau Kakak mau baca aku kasih tahu judul sama nama penulisnya."


"Mau dong! Sini bagi sama kakak."


"Kakak cari aja dipencarian dengan judul 'Love Story 40 Days' atau cari nama penulis Leogirl's, nanti bakal ada judul yang tadi tinggal klik. Baca, deh." Friska memberitahu judul buku yang sedang dibacanya.


"Ceritanya tentang apa?"


"Ceritanya tentang lelaki yang meninggal karena kecelakaan, kemudian lelaki itu menjadi arwah penasaran ia hendak membalas dendam kepada orang yang telah membuatnya meninggal. Terus dia ketemu ketemu sama cewek yang bisa melihatnya, lalu ia minta bantuan si cewek untuk mencari orang yang telah menabraknya itu. Eh, ujung-ujungnya ia malah jatuh cinta sama si cewek. Dan sesuatu pun terungkap saat mereka sedang dimabuk asrama. Garis besarnya kayak gitu, kakak baca aja gih! Kalau aku yang ceritain terus, gak asik dong nanti bacanya."


"Covernya ini bukan?" Irma menunjukkan foto cover novel yang disebutkan oleh Friska.



"Yes, betul banget!"


"Otewe baca di kamar, ah ... kalau kakakmu nyari, bilang aku lagi tidur siang, ya!" Irma beranjak hendak ke kamar, sedangkan Friska mengacungkan kedua jempolnya, mengiakan.


"Selamat membaca Kakak Ipar!"


Hai-hai ... betewe bab di ini mengandung iklan yang terselubung🤭🤭🤭. siapa tahu ada yang mau baca cerita kontesku dengan tema 'cinta dua dunia'. Aku tunggu kalian di rumahnya hantu ganteng bernama Darren Antonio, ya!! 😁😁

__ADS_1


__ADS_2