
Setelah kepulangan dari rumah kedua orang tuanya, tanpa menunda lagi Andre langsung mengumpulkan persyaratan untuk sidang pranikah sesuai perintah sang ayah dan memberikannya ke kantor dengan segera. Kini hari-hari Andre dipenuhi kebahagian yang semakin kentara, tak bisa diucapkan oleh kata-kata. Semua terasa mimpi, baru kemarin ia mengejar-ngejar wanita berlebel jahe herang itu dengan berbagai penolakan sang wanita. Bahkan, ia harus berpura-pura acuh untuk mendapatkan perhatian Irma dan setelah kesalahpahaman, mereka bisa saling mengungkapkan isi hati masing-masing. Restu dari orang tua pun Andre dapat dengan begitu mudah, tanpa harus berbelit-belit meski status yang disandang Irma bukan lagi gadis.
Mimpi indah itu akan menjadi kecepatan. Berkas sudah masuk ke kepolisian, hanya tinggal menunggu panggilan untuk sidang dan secepatnya ia akan mempersunting Irma yang selama ini selalu hadir di setiap tidurnya.
"Sebentar lagi kau akan tergantikan. Maafkan aku yang akan mendua," gumam Andre dengan senyum merekah pada guling yang masih dipeluknya ketika suatu pagi, seraya mengelus-elus guling tersebut.
Tring!
Tiba-tiba sebuah pesan melesat masuk ke ponsel Andre. Dengan, segera ia membuka pesan yang tertulis nama ayahnya di sana. Beberapa kali, Andre membaca ulang pesan dari sang ayah, takutnya ia salah membaca. Akan tetapi beberapa kali baca, isinya pun tetap sama.
"Ish! kenapa dadakan seperti ini? Kenapa gak bilang dari kemarin?" Andre mengusap kasar rambutnya, lantas keluar kamar dengan terburu-buru.
Lelaki yang masih memakai boxer dan kaos dalam saja itu pun dengan tergesa-gesa melangkah lebar menuju rumah sebelah, takut si pemiliknya akan segera pergi. Tak perlu menunggu lama setelah mengetuk pintu, dengan segera pintu itu pun terbuka. Irma yang hendak keluar rumah pun membuka pintu dengan lebar.
__ADS_1
"Mas! Kamu apa-apaan?" omel Irma, begitu membuka pintu dan mendapati lelaki di hadapannya hanya memakai kaos dalam dan boxer saja. Ia pun langsung memalingkan wajahnya ke tempat lain supaya tak menodai mata yang akan membuat kepalanya ber-traveling ria.
"Apa-apaan gimana?"
"Itu!" Irma menunjuk tubuh Andre tanpa melihat lelaki itu.
Andre pun langsung mengikuti arah yang ditunjuk Irma, membuatnya menepuk jidat. Saking buru-buru hendak memberitahukan pesan dari ayah, ia sampai lupa mengkondisikan pakaian yang dikenakannya.
"Kenapa malah ngingetin sama yang itu?" Seketika wajah Irma bersemu merah saat mengingat kejadian tuyul raksasa kala itu.
"Dan aku selalu suka dengan mode otomatis itu," goda Andre lagi sembari menyentuh hidung Irma.
"Pagi-pagi gini sudah menggodaku. Katanya tadi buru-buru ada apa? Kalau gak ada yang penting aku mau ke depan." Irma melangkah, hendak menunggu tukang sayur yang biasa sudah lewat.
__ADS_1
"Eh, tunggu!" Dengan segera Andre mencegah Irma, lantas mengucapkan maksud dan tujuannya pagi-pagi buta menemui Irma. "Hari ini ayah mau ke sini untuk melamarmu untukku. Sekarang mereka sudah di jalan."
Bagaikan tersengat listrik begitulah Irma saat mendengar ucapan sang kekasih. Spontan, ia berbalik badan, tak peduli dengan keadaan lelaki yang memperlihatkan roti sobek di balik kaos dalam yang ketat itu. Berita yang dibawa Andre benar-benar membuatnya terkejut setengah mati.
"Mas jangan bercanda!"
"Siapa yang bercanda? Mereka sudah diperjalanan kalau gak macet empat atau lima jam lagi sudah sampai." Andre membenarkan ucapannya.
"Kenapa baru bilang sekarang? Kenapa dadakan kayak gini?" gerutu Irma, menyalahkan Andre.
"Terus aku harus bilang kapan? Nanti pas mereka sudah datang? Masih untung, lho, aku langsung kasih tahu kamu pas dapat beritanya," sarkas Andre yang sebenarnya tak kalah terkejutnya saat membaca pesan dari sang ayah. "Sudahlah, aku cuma mau ngasih tahu itu. Siapa tahu saja kamu mau dandan cantik buat nyambut mereka. Sampai ketemu nanti!" Dengan senyum yang tak pernah pudar bila bersama Irma, Andre pun meninggalkan wanita itu dengan keterkejutannya.
"Mamah!" teriak Irma kemudian, begitu Andre pergi. Ia pun memilih kembali ke dalam rumah memberitahukan kabar menggemparkan yang dibawa Andre.
__ADS_1