Janda Cantik Milik Pak Polisi

Janda Cantik Milik Pak Polisi
Extra Part 1


__ADS_3

Kuasa Tuhan memang di atas segalanya. Di saat sudah hampir putus asa, ingatlah masih ada Tuhan yang lebih Maha Mengetahui segala sesuatu atas makhluk-Nya. Irma bukti nyata dari kuasa Tuhan itu memang nyata. Ia yang divonis tidak bisa memiliki keturunan, bahkan menjadi konflik dan bumerang dalam kehidupan asmaranya, kini bisa merasakan dua bayi bersemayam di dalam rahimnya dan sebentar lagi akan ada lahir ke dunia sebagi bukti cintanya dan Andre.


Semua orang sangat bahagia mendengar kabar kehamilan Irma, apalagi dengan baby twins sekaligus. Terlebih Rita. Tanpa menunggu hari esok, ia yang diberitahu tentang kehamilan sang menantu langsung berangkat ke kediaman Irma. Rasa lelah setelah perjalanan jauh, tidak lagi dirasakannya. Ia hanya ingin segera bertemu sang menantu dengan segala rasa yang sudah bercampur satu.


"Irma di mana, Dre?" Satu kalimat yang keluar dari mulut Rita saat ia tiba di rumah Andre.


Andre tampak sedang sibuk mencuci motor. Ia dibuat terkejut oleh suara yang sangat dikenalnya. Lelaki yang hanya memakai kaos oblong dan celana selutut itu pun menoleh ke arah suara, dan benar saja wanita yang telah melahirkannya sedang berdiri di hadapannya.


"Mamah?" Andre menatap Rita tidak percaya. Karena tak percayanya, ia sampai menatap Rita dari ujung kepala sampai kaki. Bahkan, selang yang dipakainya mencuci motor tanpa sadar malah menyemprot mukanya sendiri. "Aww ...." rutuknya, lalu melemparkan selang sembarangan.


"Irma di mana, Dre?" Rita mengulangi pembicaraan, tanpa peduli keadaan Andre yang basah kuyup karena kedatangan Rita yang tiba-tiba.


"Ada di dalam, Mah."


Sepersekian detik kemudian, Rita sudah tidak ada di hadapan Andre membuat lelaki itu semakin kebingungan. Andre celingak-celinguk, tidak ada orang di sana.


"Apa barusan aku sedang berhalusinasi?" tanya Andre pada dirinya sendiri. "Apa mungkin mamah datang ke mari?"


Bukan tanpa alasan Andre berpikir kalau itu halusinasi. Rita tiba-tiba saja berdiri di hadapannya, lalu menanyakan si istri dan tiba-tiba saja menghilang dari hadapannya begitu saja. Ditambah lagi, wanita yang tadi berbicara dengannya datang tanpa ada kendaraan yang menyertai. Tidak masuk akal kalau sang mamah punya kemampuan seperi jin yang bisa tiba-tiba ada di satu tempat hanya dengan satu kedipan mata. Dan, semakin tidak mungkin lagi kalau mamahnya berjalan kaki untuk sampai ke rumahnya yang dengan mobil saja membutuhkan waktu hampir seharian.

__ADS_1


"Apa mungkin ada setan pagi-pagi gini yang menyamar jadi mamah?" gumam Andre, mengingat di tempat kelahirannya dulu ia sering mendengar kalau wanita hamil rentan diganggu oleh makhluk-makhluk halus. "Tidak bisa! Kau tidak bisa mengecohku wahai, Setan!" Andre segera meninggalkan cucian motornya dan bergegas menemui Irma, tidak akan membiarkan setan mengganggu istri dan calon anaknya.


Sementara itu, Rita yang dianggap makhluk tak kasat mata oleh anaknya sendiri sudah berada di dalam rumah, mencari keberadaan sang menantu. Ia yang tidak sabaran, memilih masuk ke rumah mencari Irma sendiri daripada menunggu jawaban Andre yang tak kunjung memberitahunya. Rita mengedarkan matanya ke seluruh ruangan mencari Irma, hingga langkah wanita tua itu terhenti di ambang pintu dapur. Matanya tertuju pada seorang yang sedang memakai celemek berdiri di depan kompor dengan tangan yang sibuk mengaduk masakan di wajan.


"Sayang," gumam Rita.


Irma menghentikan pekerjaannya saat mendengar suara pelan Rita. Ia menoleh ke arah suara dan senyum lebar pun langsung tersungging begitu melihat wanita yang dirindukannya ada di depan mata.


"Mamah!" ujar Irma sambil meletakkan sutil yang dipegangnya, lalu menghampiri Rita.


"Sayang!" Rita juga berjalan menghampiri Irma. Ingin memeluk menantu yang juga sangat dirindukannya. Namun, langkahnya tetiba terhenti. Seketika ia tidak punya keberanian untuk melangkah.


"Mamah, apa kabar? Aku sangat merindukan mamah!" tanya Irma sambil berhambur ke pelukan Rita. "Mamah, apa yang mamah lakukan?" Akan tetapi, Irma dibuat kaget oleh tindakan Rita. Irma yang berniat memeluk mamah mertuanya dikejutkan oleh Rita yang tiba-tiba saja bersimpuh di hadapannya.


"Maafkan mamah, Sayang! Mamah minta maaf. Mamah sudah membuat kesalahan besar, bahkan meminta maaf dan bersimpuh seperti ini pun tidak akan cukup menebus kesalahan mamah." Rita menangis sembari bersimpuh di hadapan Irma. Ia sangat-sangat menyesal.


"Mamah ini apa-apaan?" tanyanya Irma. Wanita itu berjongkok, lalu membantu sang mertua untuk berdiri, tetapi Rita tak mau berdiri sebelum mendapat maaf Irma. "Jangan seperti ini, Mah. Aku bukan orang suci yang harus mamah perlakukan seperti ini."


"Tapi—"

__ADS_1


"Aku cuma mau dipeluk mamah." Irma memeluk Rita.


Tangis Rita semakin kencang saat mendapatkan pelukan dari Irma. "Maafkan mamah, Sayang!" ucapnya dengan air mata yang terus mengalir.


"Aku sudah melupakannya, Mah. Aku sudah memaafkan, bahkan jauh sebelum Mamah meminta maaf. Tapi, aku tidak akan memaafkan lagi kalau Mamah masih terus mengungkitnya," tutur Irma.


Suasana haru menyelimuti pertemuan Irma dan Rita. Rita yang terus meminta maaf karena kesalahannya, dan Irma yang mencoba menenangkan wanita itu, hingga ia mengancam tidak akan memaafkan Rita kalau masih membahas hal yang lalu.


Hingga suara seseorang mengejutkan dua wanita yang sedang berpelukan itu.


"Hei, Setan, jangan pernah kau dekat-dekat dengan istriku! Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh istri dan anakku!" teriak Andre dengan tangan yang memegang sapu lidi untuk mengusir orang yang disebutnya Setan.


Rita dan Irma yang masih berpelukan, seketika mengurai pelukkan mereka dan melihat ke arah suara, lalu saling pandang tak mengerti dengan ucapan Andre.


"Setan?" ucap Rita dan Irma bersamaan.


"Bu, kau jauh-jauh dari wanita itu. Dia itu bukan mamah, dia setan yang lagi nyamar. Awas, aku akan mengusirnya!" ucap Andre, kemudian dengan begitu lantang ia mengucapkan ayat kursi sembari mengibas-ibas sapu lidi.


"Hah?!" Kedua wanita itu dibuat tersentak oleh ucapan Andre. Dengan Irma yang tak kuat menahan tawa, sedangkan wajah Rita sudah memerah karena dikatai Setan.

__ADS_1


__ADS_2