
"Mbak kenapa?" tanya Andre melihat Irma terus menggeleng. "Apa kau sakit?"
"Eng-enggak kenapa-kenapa," jawab Irma, salah tingkah. "Ada apa Mas Andre kemari?"
"Owh, iya. Ini, aku mau balikin gelas." Andre menyodorkan gelas bekas jamu, "tapi maaf belum sempat aku cuci." Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal, menyadari dirinya lupa membersihkan dahulu gelas tersebut.
"Enggak apa-apa, Mas." Irma meraih gelas ditangan Andre.
"Saking gak sabarnya pengen ketemu sama kamu, jadi lupa dicuci dulu," ujar Andre yang berhasil membuat Irma tersipu, dan Andre sendiri tanpa sadar telah melupakan wejangan-wejangan Ana beberapa jam yang lalu. "Apa Tante ada? Aku ingin berterimakasih kepadanya," lanjutnya.
"Emangnya diminum? Bukannya mau dibuang?" selidik Irma.
"Diminumlah. Rasa anehnya saja masih mengganjal di tenggorokan." Andre memegangi lehernya yang terasa seret. "Enggak percaya?" tanya Andre, melihat wanita di hadapannya menatapnya penuh keraguan. "Nih, napasku saja masih bau jamu!" Ia mendekatkan wajahnya dan membuang napas di dekat hidung Irma—membuat jarak diantara keduanya sangat dekat yang berhasil menghasilkan debaran aneh di pemacu darah Irma.
"Ish, kamu ini apa-apaan sih, Mas!" Irma mendorong bahu Andre, membuat lelaki itu berdiri tegap kembali. Sementara itu, dirinya mencoba menetralkan detak jantung yang semakin tak beraturan itu, bahkan saus tomat sudah memenuhi wajahnya yang terasa memanas. 'Selalu saja seperti ini, malu-maluin saja kamu, Ir!' rutuk Irma dalam hati pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Membuktikan ucapanku kalau aku meminumnya," jawabnya enteng.
"Ya, sudah. Ayo, masuk!" Irma yang tak mau semakin terlihat salah tingkah, refleks meraih tangan Andre, menarik lelaki itu masuk menemui Ranti.
Andre pun mengikuti langkah Irma dengan ekor mata yang tak berhenti menatap pergelangan tangan yang dipegang sang pujaan hati. 'Eh, tapi bukan seperti ini hasil rapat paripurna tadi. Skenarionya bukan seperti ini. Aku ke sini 'kan cuma mau meng-klarifikasi. Enggak ada acara gombal-gombalan, apalagi pegangan tangan.' Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya dan otomatis Irma yang masih memegang tangan Andre juga terhenti.
"Ada apa?" tanya Irma, mendapati Andre berhenti tuiba-tiba.
Andre tak lantas menjawab, ia masih memandangi tangan yang di genggam erat wanita yang sudah memenuhi hatinya tersebut. 'Dia menggenggam tanganku. Ini sebuah kemajuan. Selama ini dia tak pernah melakukannya.' Tak dapat dipungkiri hatinya begitu senang melihat Irma meraih tangannya dan menggenggamnya.
'Mungkin, dia hanya refleks memegang tanganmu. Jangan geer dulu kamu, Dre!' Andre membuang pikiran yang membuatnya hampir melayang.
"Mas, ada apa? Kenapa berhenti, katanya mau ketemu Mamah?" Irma mengulangi pertanyaan saat melihat Andre hanya mematung.
Andre masih tak menjawab, tetapi mata lelaki itu masih melihat ke arah pergelangan tangan. Spontan mata Irma pun mengikuti ekor mata itu memandang. Ia begitu terkesiap, mendapati tangannya sedang menggenggam pergelangan tangan Andre.
__ADS_1
"Eh, maaf!" Irma segera mengurai genggamannya.
Dan, Andre juga tersadar dari lamunan saat sang pujaan hati melepaskan tangannya. "Tidak apa-apa," jawab Andre sambil menarik tangannya.
'Hah? Tidak apa-apa? Itu saja jawabannya?' pikir Irma. Raut kekecewaan tampak jelas di wajah cantik yang sudah berkepala tiga itu. Jauh di lubuk hati, ia berharap saat dirinya melepaskan genggamannya, lelaki itu meraih kembali tangannya dan menggenggam balik. Namun, kenyataannya Andre malah menjauhkan tangan itu dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya.
"Mamah sedang nonton, Mas samperin saja. Aku mau menyimpan dulu gelas ke dapur."
"Ok." Andre pun melangkah mendahului Irma, tanpa ada senyum atau pun embel-embel lain yang biasa keluar dari mulutnya. 'Tahan, Dre. Kamu pasti bisa.'
Di saat Andre sudah melenggang, menemui Ranti, sekarang giliran Irma yang dibuat mematung oleh sikap Andre yang langsung berubah 180⁰ dari sebelumnya.
'Dia kenapa?' Irma menatap punggung Andre yang sudah yang mulai terhalang sofa.
Hai ... hai ... kalau boleh othor remahan tebak, pasti kakak readers udah kesel, ya, ceritanya gak up mulu, bahkan mangkrak sampak dua minggu? Jangankan kalian, aku aja udah kesel setengah mati pada diri sendiri yang kondisinya tak kunjung fit seperti sebelum berbadan dua. Pengen banget up rutin seperti di karya sebelumnya, tetapi apalah daya, cuma bisa berencana selebihnya tergantung kondisi alam 🤭🤭. Happy reading untuk semuanya! Jangan lupa jaga kesehatan. I love You more untuk kalian semua yang sudah mendukung karya remahanku. 💖❤❤
__ADS_1