
Kinanti sengaja datang ke rumah yang di tempati anak dan menantunya. Dia memberitahukan kepada penghuni rumah itu kalau hari ini Aira akan pulang ke rumah itu. Semua orang yang ada di rumah itu begitu senang mendengar.
Kinanti yang di bantu oleh mbok Sum pun membereskan dan membersihkan kamar yang akan di tempati anaknya nanti. Kinanti mengganti semua seprei, selimut dan gorden yang ada di kamar itu. Dia mengganti semua dengan yang bersih.
Setelah itu Kinanti menuju ke dapur untuk memasak makanan kesukaan anaknya itu. Aira harus makan makanan yang mengandung protein tinggi. Agar jahitan pasca melahirkan nya cepat kering dan sembuh.
Kini tiga wanita itu tengah beradu dengan alat yang ada di dapur untuk memasak makanan istimewa. Seperti akan menyambut tamu agung saja. Suara mesin mobil pun terdengar di halaman rumah itu. Kinanti mengintip dari jendela yang ada di dapur. Terlihat mobil menantunya yang datang. Senyum Kinanti pun mengembang.
Wanita paruh baya itu pun bergegas menghampiri anak - anaknya yang baru tiba itu. Aira turun dari mobil di bantu oleh Revan dan Reihan. Atmaja pun turun sambil memperhatikan lingkungan rumah baru anaknya itu. Ini kali pertama dia datang ke rumah baru Revan.
" Kalian sudah pulang?." sapa Kinanti kepada semua yang ada disana. Aira, Revan dan Reihan pun tersenyum melihat wanita itu.
" Kinanti!." seru Atmaja saat melihat wanita paruh baya itu. Kinanti begitu terkejut saat melihat sosok lelaki yang menyapanya barusan.
" Kau ... Sedang apa kau disini?." tanya Atmaja. Revan, Reihan dan Aira pun saling memandang. Mereka tidak tau kalau ayahnya dan ibu mertuanya itu saling mengenal.
" Mas Atmaja. Aku kesini karena ingin bertemu anakku. Aku menyiapkan makan siang untuk anak - anakku." jawab Kinanti.
" Apa?!. Jadi Aira adalah anakmu?." tanya Atmaja. Kinanti pun mengangguk mengiyakan.
Atmaja begitu terkejut mendengar itu. Dia begitu tak percaya dengan semua ini. Dia tak percaya akan bertemu kembali dengan Kinanti. Sahabat masa lalu nya sekaligus seseorang yang pernah membuatnya bahagia.
" Ayo kita masuk. Makan siang sudah siap. Nanti keburu dingin." ujar Kinanti membuyarkan lamunan Atmaja. Revan, Reihan dan Aira pun berjalan memasuki rumah tersebut.
Revan membantu istrinya berjalan menuju ruang makan. Aira sudah bisa berjalan walaupun masih harus pelan - pelan karena luka jahitannya masih belum pulih sepenuhnya.
__ADS_1
Mbok Sum, mbak Aminah dan pak Aziz pun begitu senang dengan kepulangan nona muda nya itu. Mereka pun memberikan ucapan selamat kepada Aira karena telah menjadi seorang ibu. Aira begitu senang mendengar itu. Senyum di wajahnya pun mengembang dengan sempurna.
Kinanti memasakkan makanan kesukaan Aira. Yaitu semur daging. Semua yang ada disana pun sudah tidak sabar untuk memakan masakan yang ada di atas meja. Bau harum masakan itu membuat perut siapa pun akan keroncongan saat melihatnya.
" Terima kasih Ma." ujar Aira saat mamanya menuangkan nasi dan lauk diatas piringnya.
" Makan yang banyak. Kamu harus cepat sembuh. Jangan pikirkan masalah apapun. Semua akan baik - baik saja." tukas Kinanti sambil tersenyum kepada anaknya.
Atmaja menatap kedua ibu dan anak itu. Wajah nya memang tidak mirip. Tapi mata dan senyuman kedua wanita itu sangat mirip sekali. Walaupun Kinanti sudah berusia 45 tahun lebih. Tapi wanita itu masih sama seperti dulu. Wanita yang anggun, berani dan juga cantik tentunya. Atmaja beberapa kali kedapatan sedang memperhatikan wajah Kinanti. Revan dan Reihan pun saling memandang satu sama lain.
*****
Kini Atmaja dan Kinanti tengah duduk di ruang tengah sambil menikmati teh bersama. Mereka berdua tampak biasa saja. Tidak seperti seseorang yang saling merindukan setelah lama tidak berjumpa.
" Aku baik. Seperti yang kamu lihat sekarang." jawab Kinanti lembut.
" Bagaimana kabar Bayu?." tanya Atmaja lagi.
" Aku tidak tau bagaimana kabar mas Bayu. Aku dan dia sudah lama berpisah. Sejak Aira masih berusia 5 tahun." jawab Kinanti datar.
Atmaja menoleh ke arah wanita yang duduk di sofa yang ada di sampingnya itu. Di taruhnya cangkir berisi teh itu di atas meja.
" Maaf aku tidak tau. Aku tidak pernah mendengar kabar apapun tentangmu sejak hari itu." ujar Atmaja. Kinanti pun tersenyum.
" Lalu kau ... Tidak menikah lagi setelah berpisah dengan Bayu?." tanya Atmaja penasaran. Kinanti menghela nafasnya.
__ADS_1
" Aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu. Aku sudah sibuk dengan bekerja dan mengurus kedua anakku." jawab Kinanti.
" Kau sendiri kenapa tidak menikah lagi selepas kepergian Ifah?." tanya Kinanti. Atmaja tersenyum mendengar itu.
" Kau tau pasti apa alasanku tidak menikah lagi setelah kepergian Ifah." jawab Atmaja.
" Jangan bicara sembarangan. Itu hanya masa lalu. Aku sudah melupakan semuanya." jelas Kinanti. Atmaja menghela nafasnya berat. Dia menatap wajah Kinanti lekat - lekat. Wajahnya masih cantik seperti dulu. Walau ada kerutan halus di ujung matanya. Tak merubah kecantikan wanita itu sama sekali.
*****
Flasback On :
Terlihat seorang gadis memakai gaun bermotif bunga - bunga dengan pita di belakang punggung nya sedang membaca sebuah buku di sebuah kursi panjang yang ada di taman. Dia tampak begitu sangat anggun dan cantik. Apalagi dengan rambut hitam legam yang tergerai panjang itu.
" Kau sudah lama?." tanya seorang lelaki. Gadis itu pun menoleh ke arah suara itu. Lalu dia tersenyum.
" Tidak. Baru satu jam." jawab gadis itu. Lelaki itu tergelak mendengar ucapan gadis itu.
" Aku minta maaf. Dosen itu suka sekali menyiksa ku. Dia memberikan tugas yang banyak dan berat untukku. Aku hampir gila dengan semua tugas - tugas darinya itu." jelas lelaki itu. Gadis itu lun tersenyum mendengar alasan yang selalu dia dengar saat lelaki itu telat untuk menemui nya.
Gadis itu bernama Kinanti. Dia masih berumur 16 tahun saat itu. Tapi dia memiliki otak yang cerdas dan sangat pandai. Dia mempunyai kegemaran membaca. Dia membaca apapun yang ada disana. Dan lelaki itu adalah Atmaja. Dia berumur 5 tahun lebih tua dari Kinanti. Walaupun begitu mereka berdua adalah bersahabat baik.
Mereka berdua selalu pergi kemana pun bersama. Mereka sudah seperti saudara. Bahkan keluarga mereka berdua pun juga seperti itu. Ayah Atmaja dan Kinanti bekerja di suatu lembaga instansi yang ada di desa mereka. Ayah Kinanti seorang sekretaris di kelurahan itu. Sementara Ayah Atmaja seorang bendahara di kecamatan.
Sering bertemunya dan akrabnya kedua orang tua itulah yang membuat Atmaja dan Kinanti juga sering bertemu dan menjadi akrab.
__ADS_1