Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 83 Benarkah Kamu Suami Ku??


__ADS_3

Selepas makan malam bersama dengan para assisten rumah tangga di rumahnya. Aira kembali menuju kamarnya. Dia membuka pintu kamar. Di tatapnya setiap sudut yang ada di dalam kamar. Tampak begitu sepi tanpa kehadiran suaminya.


Dia menghela nafasnya dengan kasar lalu masuk kedalam dan menutup pintu tersebut. Di raihnya ponsel yang ada di atas tempat tidur. Tak ada satu pun penggilan atau pesan dari suaminya tersebut.


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Silahkan hubungi beberapa saat lagi.


Begitu suara dari operator saat Aira mencoba menghubungi nomor ponsel suaminya itu.


" Kenapa nomernya gak aktif?. Lagi apa sih sebenarnya dia disana?. Buat orang khawatir saja." dengus Aira kesal dan menaruh kembali ponselnya di meja lalu dia naik ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya disana.


Mata nya masih belum terpejam. Di tatapnya langit - langit kamar tersebut dengan seksama. Dia menoleh ke samping, tempat biasa Revan tidur di sebelahnya. Di raba nya bantal yang kosong itu. Perlahan rasa kantuk dalam dirinya pun datang. Tangan yang semula mengusap - usap bantal tersebut pun tiba - tiba berhenti tak bergerak. Karena Aira sudah memasuki alam bawah sadarnya.


Saat dirinya tengah tertidur. Dia merasa ada seseorang yang tengah memeluk tubuhnya dari belakang. Perlahan Aira membuka matanya. Di lihatnya lampu kamarnya sudah padam. Padahal tadi seingatnya dia tidak mematikan lampu yang ada di kamarnya.


Aira merasa ada yang memeluk tubuh nya. Ada sebuah tangan tengah melingkar di pinggang dan perutnya. Wajahnya mulai pucat. Pikirannya langsung aneh - aneh. Dia takut jika ada tamu tak di undang masuk ke dalam kamarnya. Entah hantu atau maling.


" Aaaaaaaaaahhhhhhhhhh ..... " teriak Aira sambil langsung meloncat turun dari atas tempat tidur.


Dia sampai jatuh tersungkur di lantai akibat melompat tadi dan di tambah lagi keadaan kamar yang gelap. Tiba - tiba Blaaarrr !!!. Lampu kamar menyala dengan terang seketika.


" Kamu kenapa sayang?." tanya Revan yang berada di atas tempat tidur dengan wajah khas orang baru bangun tidur.


" Revan!." seru Aira.


" Kamu sudah pulang?. Kamu benar Revan suami ku kan?." tanya Aira terheran - heran. Karena Revan bilang kalau dia akan kembali besok siang. Tapi sekarang suaminya sudah ada di kamar bersama dirinya.


" Memang ada berapa suami mu?. Kamu sampai tak mengenali ku." jawab Revan sebal.

__ADS_1


Aira bangun dari lantai dan menghampiri suaminya yang ada di tempat tidur. Dia duduk di tempat tidur dengan perasaan takut. Karena dulu dia pernah mendapat cerita dari teman - teman nya soal hantu yang bisa menyamar menjadi manusia. Dan biasanya mereka mengganggu orang yang di tinggal pergi bekerja para suami mereka. Seperti yang di alami nya saat ini.


Revan memperhatikan wajah istrinya. Aira hanya menunduk dan duduk di pojokan ranjang tempat tidur.


" Kamu kenapa duduk di pojok seperti itu?. Sini!. Mendekatlah!." pinta Revan. Tapi Aira tak bergeming sama sekali.


" Kamu gak kangen sama aku?." tanya Revan. Aira hanya menatap wajah Revan dengan seksama. Revan langsung menarik tubuh istrinya itu agar mendekat ke arahnya dan langsung memeluknya. Aira begitu tersentak melihat kelakuan suaminya itu.


" Kamu kenapa menatapku seperti itu sih?. Kayak melihat hantu saja." ujar Revan. Aira langsung menjauhkan tubuhnya dari lelaki itu.


" Kamu siapa?. Kamu hantu kan!. Gak mungkin kamu suami ku!. Suami ku baru pulang besok siang." tukas Aira dengan tangan mulai bergetar.


Mendengar ucapan istrinya, Revan tertawa dengan sangat keras. Dia sampai berguling di atas tempat tidur sambil memegangi perutnya. Aira hanya bengong menatap lelaki yang ada di atas tempat tidur itu.


" Sayang. Kenapa kamu percaya hal - hal begituan sih. Lagi pula mana ada hantu se ganteng aku seperti ini. Udah aahh kamu jangan melawak malam - malam begini." ujar Revan dengan tawa di bibirnya.


" Jadi kamu benar Revan suami ku?." tanya Aira lagi. Memastikan untuk kedua kalinya.


Aira menghela nafas lega. Di tatap nya wajah suaminya lekat - lekat. Masih ada keraguan di wajah perempuan itu.


" Apa?. Masih tidak percaya kalau ini aku?." tanya Revan sambil menepuk dadanya. Aira hanya nyengir melihat suaminya.


" Kenapa sudah pulang?. Katanya besok siang baru pulang." tanya Aira. Kini tubuhnya mulai mendekat ke arah suaminya. Revan memeluk tubuh istrinya dan di ciumi nya pipi wanita itu dengan gemas.


" Karena aku merindukanmu. Tapi seperti nya kamu tidak merindukanku." tukas Revan.


" Kata siapa?." jawab Aira.

__ADS_1


" Kata ku lah. Buktinya aku pulang malah kamu pikir hantu. Jahat sekali!." ujar Revan manja. Aira tersenyum mengingat kejadian konyol barusan.


" Ya aku kan takut. Siapa tau ada hantu yang sedang nyamar jadi seperti mu." jelas Aira.


" Mana ada hantu ganteng kayak aku. Lagi pula kamu itu ada - ada aja. Ini sudah tahun berapa, masih percaya takhayul seperti itu." ujar Revan. Aira tersenyum.


" Iya iya maaf suami ku." seru Aira sambil mengeratkan pelukannya kepada lelaki itu.


Revan menciumi wajah istrinya itu. Aira hanya tersenyum melihat kelakuan suaminya itu.


" Kamu sudah makan?." tanya Aira.


" Sudah tadi di pesawat." jawab Revan.


" Memang di pesawat dapat fasilitas makan?." tanya Aira heran.


" Enggak semua sih. Tergantung maskapai nya." jawab Revan.


" Oohh iya, kenapa sudah pulang?. Bukannya kamu bilang seminar nya baru besok selesai." tanya Aira heran.


" Jadwalnya di persingkat. Makanya tadi begitu selesai aku langsung nyari tiket pesawat pulang. Dan untung masih ada. Langsung aku ambil aja." jelas Revan.


" Oohh gitu." Aira hanya mengangguk mengiyakan ucapan Revan.


" Kamu merindukanku gak?." tanya Revan. Aira mengangguk.


" Mana mungkin aku tidak merindukanmu. Aku begitu merindukanmu." jawab Aira lalu mengecup kilas bibir suaminya itu.

__ADS_1


" Heemm kamu menggoda ku ya. Jangan salahkan aku kalau tergoda balik." ujar Revan sambil menghujani istrinya dengan banyak sekali ciuman di wajah dan tubuhnya.


Malam semakin larut. Tapi bagi mereka berdua yang sedang di landa cinta dan rindu tersebut, malam baru akan di mulai. Mereka berdua sama - sama melepas kerinduan selama dua hari tak bertemu itu.


__ADS_2