Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 41 Berharap


__ADS_3

Setelah makan siang Revan pun bergegas menuju bandara untuk menjemput ayah dan kakak iparnya tersebut. Dia berharap hati ayahnya akan luluh dan menerima Aira menjadi menantunya.


Walaupun ayah nya bilang merestui hubungan mereka. Tapi bukan berarti ayahnya akan suka dengan perempuan pilihannya itu. Revan berulang kali menghela nafasnya memikirkan hal tersebut. Tak lama kemudian dia pun sampai di bandara.


Setelah memarkirkan mobilnya. Revan pun berjalan menuju gate kedatangan dalam negeri. Dia melirik jam tangan di pergelangan tangannya. Setengah jam lagi pesawat ayahnya akan mendarat.


Dia mencari tempat duduk yang tak jauh dari pintu keluar gate tersebut. Sambil sesekali menatap ke arah pintu tersebut. Barangkali ayahnya nampak keluar dari sana.


Setengah jam pun berlalu. Terlihat gerombolan orang - orang yang keluar dari gate tersebut. Revan pun berdiri dan melangkah kan kaki nya untuk mendekat dan mencari keberadaan ayah serta kakak iparnya itu.


Yang di cari revan pun ketemu. Terlihat lelaki berumur sekitar 50 tahunan memakai jaket kulit berwarna coklat serta di sebelahnya seorang perempuan berumur 30 tahunan terlihat berjalan keluar dari sana.


Revan pun melambai ke arah kakak iparnya itu. Terlintas senyum dari perempuan itu dan menghampiri nya.


" Revan. Kamu jemput sendiri?." tanya Amanda istri dari kakaknya itu.


" Iya kak." jawab Revan lalu meraih tangan ayahnya dan mencium punggung tangan lelaki tersebut.


" Gimana perjalanan nya?. Tak ada masalah kan?." tanya Revan kepada ayahnya itu. Ayahnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Mereka pun berjalan keluar menuju tempat parkir mobil Revan tadi. Terlihat Kirana menguap berulang kali. Sepertinya gadis mungil itu mengantuk. Revan pun tersenyum ke arahnya.


" Kiran ngantuk ya." tanya Revan. Gadis itu pun mengangguk mengiyakan pertanyaan oom nya itu.


" Dia tadi antusias sekali di pesawat. Jadi tak bisa tidur sama sekali." jelas Amanda.


" Kalian tunggu sini saja. Aku ambil dulu mobilnya. " seru Revan. Revan pun berlalu meninggalkan ayahnya dan kakak iparnya di depan lobby bandara. Sementara dia mengambil mobil nya di tempat parkir.


*****


Sesampainya mereka di rumah Revan. Revan pun menyuruh ayah serta kaka iparnya untuk beristirahat di kamar tamu yang telah dia sediakan. Tadi pagi sebelum dia berangkat menjemput Aira, Revan sudah menyuruh mbok sum untuk membersihkan kamar tamu. Karena ayah dan keluarga nya akan datang.


Revan pun kembali ke kamarnya. Dia duduk di sofa kamarnya lalu melepas sepatu yang di pakainya. Tubuhnya sungguh sangat lengket terkena keringat. Dia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya itu.


Ponselnya pun berdering. Tertulis nama ' Aira ' dalam layar ponselnya tersebut. Tapi tak ada jawaban. Karena Revan masih di kamar mandi.


20 menit kemudian Revan pun keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk kecil yang membalut tubuh bagian bawahnya. Rambutnya terlihat basah akibat guyuran shower di dalam kamar mandi nya.


Revan pun berdiri di depan cermin yang ada di kamarnya sambil mengusap rambut nya yang basah dengan handuk kecil. Dia pun mengambil baju santai nya dan langsung berganti pakaian. Setelah selesai Revan pun mendekat ke arah meja di samping sofa lalu meraih ponsel nya tersebut.


Ada 3 kali panggilan tak terjawab dari Aira. Revan pun langsung menelepon kekasihnya tersebut.


" Hallo sayang ada apa?." tanya Revan saat sambungan teleponnya terjawab.


" Assalamualaikum. Main nyerocos aja gak pakai salam." gerutu Aira.


"Waalaikumsalam. Iya iya maaf aku lupa." jawab Revan sambil tersenyum mendengar ucapan Aira.


" Ada apa sayang?." tanya Revan.

__ADS_1


" Tidak ada apa - apa. Memangnya aku tidak boleh menghubungi mu." tukas Aira.


" Boleh dong. Kamu sudah pulang kerja?." tanya Revan.


" Sudah. Ini aku sudah di rumah." jawabnya.


" Ooohh. Di rumah mama atau di rumah kontrakan kamu?." tanya Revan.


" Di rumah kontrakan." jawab Aira singkat.


" Kenapa gak kerumah mama aja sih. Kamu kan sendirian disana. Kalau ada apa - apa gimana?." ujar Revan khawatir.


" Santi sudah pulang kok tadi siang. Jadi aku pulang aja kesini." jawab Aira.


" Oohh kirain Santi belum pulang." seru Revan. Mereka pun terdiam sesaat.


" Apa papa mu sudah datang?." tanya Aira sedikit takut.


" Sudah. Sekarang sedang istirahat di kamar." jawab Revan.


" Ooohhhh ... " jawab Aira. Revan mengerutkan dahi nya. Dia tau kalau kekasihnya saat ini sedang gelisah memikirkan semuanya.


" Kenapa?!. Kamu mau ngomong sama beliau." tanya Revan.


" E enggak. Siapa yang mau ngomong. Kamu ini asal aja kalau bicara." jawab Aira.


" Hallo sayang ... Kamu masih disitu?." tanya Revan membuyarkan lamunannya.


" I iya Van. Heemm van aku mandi dulu ya. Nanti kita ngobrol lagi." jelas Aira lalu mengakhiri panggilan teleponnya. Revan pun menghela nafas panjang. Dia ingin sekali mengenalkan Aira kepada ayahnya. Agar ayahnya bisa mengenal Aira lebih dekat.


Dia pun berinisiatif untuk mengajak Aira ke rumahnya. Agar mereka bisa bertemu dan saling berkenalan secara langsung. Biar tak ada salah paham diantara kedua nya. Revan pun beranjak dari duduknya dan mengambil kunci mobil serta dompetnya lalu keluar dari Kamarnya.


Saat Revan turun dari tangga terlihat kakak iparnya keluar dari kamar tamu hendak menuju ke dapur. Amanda pun menoleh ke arah Revan yang telah rapi.


" Kamu mau kemana Van?." tanya Amanda.


" Aku mau keluar sebentar kak. Papa dimana?!." tanya Revan balik.


" Papa seperti nya masih di kamar. Ada apa?." tanya Amanda heran.


" Gak ada apa - apa. Ooh iya kak, nanti kita makan malam bersama ya. Tunggu aku pulang jangan makan terlebih dahulu. " jelas Revan. Amanda hanya mengangguk mengiyakan permintaan adik iparnya itu.


Revan pun beranjak pergi meninggalkan kakak iparnya itu menuju garasi mobilnya dan melajukan mobil nya keluar dari sana.


*****


Aira telah selesai mandi dan tengah berada di dalam kamarnya. Dia tampak merebahkan tubuhnya di atas ranjang tempat tidurnya. Sesekali dia meregangkan pinggangnya yang lelah seharian bekerja.


Tokk tokk tokk ...

__ADS_1


Terdengar ketukan dari pintu depan. Aira mengernyitkan dahi nya saat mendengar ketukan pintu itu. Terdengar Santi berjalan ke ruang depan untuk memeriksa siapa yang mengetuk pintu nya.


" Mas Revan .. " seru Santi saat melihat Revan yang berdiri di depan pintu rumahnya. Revan pun tersenyum melihat Santi.


" Kakakmu ada?." tanya Revan.


" Ada mas. Masuk dulu aku panggilkan mbak Aira." ujar Santi lalu beranjak masuk ke dalam. Revan pun duduk di ruang tamu. Terlihat Bian berdiri di pojokan dekat tirai penghubung ruang tamu. Revan melambai kan tangan ke arah Bian. Bian tersipu malu melihat Revan. Lalu dia berlari menyusul mama nya masuk kedalam. Revan pun tersenyum melihat tingkah lucu Bian.


Tokk ... Tokk ...


Santi mengetuk pintu kamar Aira.


" Ada apa?." tanya Aira saat membuka pintu melihat adiknya berdiri disana.


" Ada mas Revan di depan." jawab Santi. Lalu dia beranjak ke dapur untuk membuatkan minum untuk tamu kakak nya itu. Aira tak langsung beranjak ke depan. Dia masuk kembali ke kamar lalu berdiri di depan cermin sambil merapikan rambut nya yang sedikit berantakan. Setelah nya dia pun beranjak ke ruang tamu menghampiri lelaki itu.


" Kenapa gak bilang kalau mau kesini?." tanya Aira saat berada di ruang tamu. Revan menoleh ke arah kekasihnya itu.


" Kamu sedang tidur?." tanya Revan.


" Tidak. Aku hanya rebahan saja. Kenapa memangnya." tukas Aira.


" Sudah makan malam?." tanya Revan.


" Belum. Kenapa sih memang nya?." jawab Aira. Revan pun menghela nafas dan memandang wajah Aira. Dia ingin memberitahu kalau Revan ingin mengajak nya makan malam bersama keluarga nya. Tapi nanti pasti Aira akan menolak. Maka dari itu Revan merahasiakan niatannya itu.


" Kamu siap - siap sana gih. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat." jelas Revan.


" Kemana Van?." tanya Aira.


" Nanti kamu juga tau." jawab Revan. Aira pun masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian.


" Silahkan di minum mas." ujar Santi sambil membawa segelas minuman dan setoples makanan ringan.


" Waahh jadi ngerepotin nih. Makasih ya san." jawab Revan.


" Aahh gak repot kok mas. Cuma minum aja. Ooh iya mas Revan mau bawa mbak Aira pergi kemana?." tanya Santi penasaran.


" Heeemmm rahasia ... " jawab Revan sambil tersenyum. Santi pun tergelak melihat kelakuan calon kakak iparnya itu. Dia pun pamit masuk ke dalam meninggalkan Revan sendirian di ruang tamu.


Tak berselang lama, Aira pun keluar dengan pakaian rapi. Aira memakai kemeja berwarna dusty pink dan celana kain berwarna hitam dengan hijab senada dengan warna kemeja nya itu. Dia terlihat begitu cantik memakai pakaian itu. Riasan di wajahnya pun terlihat kalem dan tidak mencolok. Terlihat seperti anak muda yang masih berusia belasan tahun.


Mereka berdua pun beranjak dari rumah Aira dan berjalan beriringan menuju mobil Revan yang terparkir di tempat biasanya itu. Setelah itu mobil mereka melaju ke tempat yang dituju. Yang tak lain adalah tempat tinggal Revan.


" Semoga Aira gak marah." gumam Revan dalam hati dan sesekali melirik Aira yang duduk di samping nya itu. Dan mobil Revan pun melaju dengan cepat.


~ **Happy reading ~


Jangan lupa kasih like, komen, dan vote nya yaaa readers** ....

__ADS_1


__ADS_2