Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 47 Berbaikan


__ADS_3

Kemesraan mereka berdua pun masih tak kunjung lepas. Santi yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya pun ingin melangkah menuju kamar kakaknya yang berada di sebelah kamarnya. Tapi akbar keburu menarik tangan istrinya masuk ke dalam kamarnya sendiri.


" Kamu mau kemana?." tanya Akbar berbisik. Takut Revan dan Aira mendengar ucapan nya.


" Gak kemana - kemana. Cuma mau ambil minum." tukas Santi berbisik pula.


" Minumnya nanti saja. Tahan dulu." perintah Akbar. Santi pun mendengus kesal.


" Kayak kita dulu waktu pacaran ya mas." seru Santi sambil tergelak menahan tawa. Akbar pun tersenyum sambil mencubit hidung istrinya itu.


" Mereka tadi ngapain aja mas?." tanya Santi penasaran. Akbar memonyongkan bibirnya ke arah istrinya itu. Santi pun mengangguk mengerti.


" Aku ada ide mas." seru Santi.


" Apa?." tanya Akbar tak mengerti.


" Mbak .... Makan dulu .... Dari tadi pagi kan mbak Aira belum makan ... Ntar sakit loh .... " teriak Santi dari kamarnya. Revan dan Aira yang berada di kamarnya pun tersentak kaget mendengar teriakan Santi. Revan pun melepas dekapan tangannya. Akbar seketika membungkam mulut istrinya itu. Santi pun menepis tangan suaminya.


" Kenapa kamu berteriak?." seru Akbar sebal.


" Biarin. Emang sengaja. Kalau gak gitu mau sampai kapan mereka berdua an di kamar." jelas Santi sambil terkekeh. Dia puas sudah mengerjai kakaknya itu.

__ADS_1


Revan mengusap tengkuknya yang tidak gatal. Dia merasa malu dengan teriakan Santi barusan. Revan pun beranjak keluar dari kamar Aira menuju ruang tamu. Sementara Aira masih tersipu malu di dalam kamar. Santi pun keluar dari kamar dan berdiri di depan kamar kakaknya sambil menggelengkan kepalanya. Aira pun menutup wajahnya yang merona itu.


" Lain kali kira - kira dong. Serasa dunia milik berdua aja. Yang lain ngontrak." cibir Santi. Aira pun mencubit lengan adiknya gemas. Santi pun tertawa terbahak melihat kelakuan kakaknya itu.


" Sudah sana makan." perintah Santi.


" Bawel ... " ujar Aira lalu beranjak menuju ruang tamu. Terlihat Revan tengah memegang remote televisi sambil mengganti channel siaran di sana.


" Kamu sudah makan?." tanya Aira. Revan pun menoleh dan menatap ke arah Aira lalu menggelengkan kepalanya.


" Kenapa belum makan?." tanya nya lagi.


" Kamu sendiri kenapa belum makan dari pagi?." tanya Revan balik.


" Ya sama. Mana bisa aku makan dalam situasi seperti itu." jelas Revan sambil membelai rambut perempuan di depannya ini. Aira pun tersenyum mendengar ucapan Revan.


" Kita makan bareng yuk." seru Aira. Revan mengangguk mengiyakan permintaan kekasihnya itu. Aira pun beranjak masuk ke dalam untuk mengambil makanan sekaligus membuatkan Revan minum.


Setelah selesai mengambil apa yang di inginkan, Aira pun kembali menuju ruang tamu sambil membawa piring dan gelas yang penuh.


" Awas hati - hati." seru Revan saat melihat tangan Aira sibuk membawa piring dan gelas yang berisi makanan dan minuman. Aira lalu menyodorkan gelas air kepada Revan. Lalu dia menaruh piring yang berisi makanan di depan lelaki itu.

__ADS_1


" Loh kok cuma satu?. Kamu gak makan." tanya Revan.


" Ya itu sekalian sama kamu." jawab Aira. Revan masih terdiam menatap wajah Aira. Dia sedikit bingung dengan ucapan Aira. Aira pun berdecak kesal melihat Revan yang tengah diam saja.


" Kita makan sepiring berdua. Kamu suapain aku." tukasnya kesal. Revan pun tersenyum mendengar ucapan Aira. Dia baru paham maksud dari kekasihnya itu. Tanpa pikir panjang, Revan pun menyendok nasi dan lauk disana lalu menyuapi di mulut Aira. Aira pun membuka mulutnya lebar - lebar. Setelah itu Aira meraih sendok di dalam piring itu. Tapi di halau oleh Revan.


" Biar aku makan sendiri. Kamu aja yang aku suapin." jelas Revan. Aira pun tersenyum dan mengangguk mengiyakan ucapan Revan. Tak butuh waktu lama, sepiring penuh nasi itu pun habis tak tersisa. Aira membawa piring kosong itu ke belakang. Revan menghabiskan minuman yang ada di dalam gelas hingga tak tersisa.


" Mau lagi minumnya?." tanya Aira. Revan menggelengkan kepalanya.


" Kita keluar yuk." ajak Revan.


" Kemana?." tanya Aira.


" Cari angin." jawab Revan.


" Aku ganti baju dulu." jawab Aira. Revan pun mengiyakan. Aira masuk ke dalam kamarnya lalu berganti pakaian. Dia melihat kotak perhiasan yang tadi di bawa Revan sekarang ada di atas meja di kamarnya. Aira membuka kotak tersebut. Sepasang cincin yang beberapa hari lalu di pilihnya. Dia memakai cincin itu. Sangat pas di jari manisnya.


~ **Happy reading ~


Jangan lupa kasih like, komen, dan vote nya yaaa ...

__ADS_1


Mohon maaf yaaa readers...


Update nya telat. Author terkena flu berat nih. Jadi mau nulis tapi mager. Segini dulu ya update nya** ....


__ADS_2