Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 50 Berpura - pura


__ADS_3

Setelah dari menonton bioskop tadi, Aira mengajak Revan makan bakso langganan mereka dulu. Lalu setelah itu, Revan mengantar Aira pulang ke rumah kontrakan nya. Dia pun beranjak pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumahnya.


Sebenarnya Revan enggan sekali pulang. Karena di rumahnya ada ayahnya. Sudah dua hari ini dia tidak bertegur sapa dengan lelaki tua itu. Kalau dia bertemu dengan ayahnya itu, perasaan nya selalu ingin marah. Dia masih mengingat jelas kejadian malam yang buruk saat dirinya mengajak Aira ke rumahnya saat itu. Dia pun mendengus kesal.


Atmaja masih belum beranjak dari ruang tamu. Dia masih duduk sendirian disana. Di lihatnya jam yang ada di dinding. Sudah hampir tengah malam. Tapi anak kesayangannya itu masih belum pulang juga. Ada perasaan khawatir dan cemas dalam hatinya.


" Apa dia selalu pulang larut begini kalau di sini sendirian?." gumam Atmaja dalam hati.


Tak lama pun terdengar suara mesin mobil memasuki halaman rumah ini. Atmaja beranjak dari duduknya dan mengintip dari jendela. Di lihatnya mobil Revan yang barusan datang itu. Atmaja menghela nafas nya. Akhirnya anak bungsunya itu pulang. Ada perasaan lega saat mendapati anaknya itu baik - baik saja.


Revan melangkah membuka pintu depan. Di lihatnya ayahnya itu tengah duduk sendirian disana. Mimik wajahnya pun berubah kesal saat melihat ayahnya itu. Dia pun langsung pergi begitu saja tanpa bersuara melewati ayahnya itu.


" Revan ... " panggil Atmaja. Langkah Revan pun terhenti saat mendengar namanya di panggil. Atmaja pun berdiri menghampiri anaknya itu.


" Kamu darimana?. Kenapa pulang selarut ini?." tanya Atmaja yang sekarang berdiri tepat di sampingnya itu. Revan pun menghela nafasnya. Dia masih diam tak bersuara.


" Kamu masih marah sama papa?." seru Atmaja yang tau saat melihat ekspresi wajah anaknya itu. Atmaja menghela nafasnya yang terdengar berat itu. Tanpa bersuara Revan pun melangkah kan kaki nya meninggalkan tempat ayahnya berdiri.


" Revan!!. Papa belum selesai bicara!. Kenapa kamu jadi tidak sopan begini?." teriak Atmaja saat melihat kelakuan anaknya itu. Revan pun menghentikan langkahnya. Dia berbalik menoleh ke arah ayahnya itu.


" Revan males ngomong sama orang egois!!. Papa bilang Revan gak sopan. Padahal papa sendiri yang mengajarkan Revan gka sopan." Jawab Revan lalu pergi meninggalkan papa nya dan masuk ke kamar. Terdengar suara pintu kamar di tutup dengan sangat keras. Atmaja mendengus kesal melihat kelakuan anaknya itu.


Di dalam kamar, Revan melempar ponselnya di atas ranjang tempat tidurnya. Lalu dia melepas jaket yang di pakai nya dan melempar ke arah sofa. Dia pun berjalan menuju sofa dan duduk disana. Dia menghela nafasnya sambil menyentuh tengkuk nya yang berat itu. Di lepas nya sepatu di kaki nya. Dia pun menyenderkan kepalanya di sofa itu.


" Ma ... Maafin Revan sudah berbuat kasar sama papa. Tapi kali ini papa sudah sangat keterlaluan Ma. Seandainya mama ada disini. Revan pasti akan sangat bahagia." guman Revan lirih. Dia menghela nafasnya lagi. Lalu dia bangkit dari duduknya dan melepas baju dan celananya itu. Revan berjalan menuju kamar mandi. Setelah itu mengambil kaos di dalam lemari dan memakainya.

__ADS_1


Dia berjalan menuju tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya disana. Hari ini sangat lelah pikir nya. Tak lama pun dia sudah terlelap dalam tidurnya.


*****


Keesokan paginya. Rumah itu tampak sepi. Hanya para assisten rumah tangga yang terlihat sibuk di dapur dan membersihkan rumah. Hari ini hari minggu. Seharusnya menjadi hari yang bahagia untuk Revan. Hari ini seharusnya dia dan keluarga nya datang ke rumah Aira dan melamar perempuan itu.


Revan masih terlelap tidur di atas tempat tidurnya. Tiba - tiba ponselnya berdering. Dia berdecak kesal dan kembali menarik selimutnya sampai menutupi seluruh kepalanya. Tapi ponselnya yang ada di sebelahnya itu pun kembali berdering. Dia pun membuka selimutnya itu dan mengambil ponselnya yang berdering itu. Di lihatnya id name di layar ponselnya itu. Tertulis nama ' Radit '. Revan pun mengangkat panggilan masuk itu.


" Hallo ada apa sih?." seru Revan kesal karena tidurnya terganggu.


" Hallo Van, nanti acaranya jadi jam berapa?. Aku nanti kesana sama istriku ya." jawab Radit dari seberang telepon.


" Acara?. Acara apa maksud mu?." tanya Revan tak mengerti.


" Lho?. Kamu ini gimana sih. Ya acara lamaranmu lah. Masih tanya lagi." jelas Radit. Revan pun langsung tersadar dari kantuknya. Dia ingat, dia belum memberi tahu masalahnya kepada temannya ini.


" Apa??. Kok bisa??. Kenapa??." tanya Radit tak percaya. Padahal dia tahu, rencana Revan sudah sangat matang untuk melamar kekasihnya itu.


" Ceritanya panjang. Besok kalau ketemu aku ceritain." jelas Revan.


" Maaf ya bro. Sudah merepotkanmu. Terima kasih sebelumnya. " ujar Revan lagi.


" Kamu utang penjelasan sama aku. Jangan lupa itu." seru Radit. Dia pun mematikan panggilannya. Revan pun menaruh kembali ponselnya. Dia memejamkan matanya kembali. Dia masih enggan untuk bangun. Selain masih ngantuk, dia juga males ketemu dengan ayah dan kakak iparnya itu.


Reihan pun keluar dari kamarnya. Di lihat kamar Revan masih tertutup rapat. Dia pun menghampiri kamar adiknya itu. Lalu mengetok pintu kamar tersebut.

__ADS_1


Tookk ... Tookk ... Tookk ...


" Van ... Revan ..." panggil kakaknya sambil terus mengetuk pintu kamar nya. Revan pun berdecak kesal. Aktivitas tidurnya pun terganggu kembali. Dia ingin mengabaikan panggilan kakaknya itu. Tapi Revan tau, kalau kakaknya itu akan terus berbuat seperti itu kalau tidak di turuti kemauannya.


Revan pun bangkit dari tidurnya dan beranjak menuju pintu kamar dan membukanya. Di lihatnya Reihan masih berdiri disana.


" Mau apa?." tanya Revan kesal.


" Kamu ini, ini sudah jam berapa?. Masih tidur saja." ujar Reihan.


" Bodoh amat. Sana sana jangan ganggu aku. Awas ya kalau ganggu lagi." tukas Revan sebal. Saat dia akan menutup pintu Reihan mencegahnya.


" Aku mau ngomong sama kamu." ujar Reihan.


" Ngomong apa?. Kalau gak penting mending gak usah." jawab Revan. Reihan menghela nafasnya.


" Soal Aira ..."


" Sudah gak usah di bahas. Aku males ngomong soal itu." jelas Revan menghentikan ucapan kakaknya.


" Tapi van papa ada benarnya juga. Aira memang gak cocok denganmu." tukas Reihan. Revan mendengus mendengar ucapan kakaknya itu. Lalu dia membanting pintu kamar nya dengan keras lalu mengunci pintu itu rapat - rapat.


" Revan ... Revan ... Dengerin aku dulu." panggil Reihan sambil mengetuk pintu kamar Revan. Tapi Revan tak menghiraukan nya. Dia kembali naik ke tempat tidurnya dan menarik selimut hingga menutup kepalanya. Reihan menghentikan panggilan nya. Di tatapnya pintu kamar adiknya itu. Dia tau saat ini mungkin Revan butuh waktu sendiri. Pasti ini berat untuk adiknya itu.


Padahal, Revan dan Aira sudah berbaikan kembali. Keluarga nya saja tidak tau. Revan juga tidak berniat membagi tau. Dia ingin memberikan efek jera untuk keluarga nya itu. Dia akan terus bertingkah marah sampai keluarga nya itu mengakui kesalahan mereka dan menerima Aira sebagai pasangannya. Dia akan terus berpura - pura.

__ADS_1


~ **Happy reading ~


Jangan lupa kasih like, komen, dan vote nya yaaa** ....


__ADS_2