Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 78 Tetaplah Tersenyum


__ADS_3

Semalam hari terakhir acara 7 harian nenek. Selepas acara, Aira dan Revan pun kembali ke rumah mereka lagi.


Pagi ini matahari masih enggan menunjukkan sinar nya. Aira yang telah selesai mandi membuka tirai jendela yang ada di kamar. Cuaca pagi yang mendung. Di lirik nya Revan yang masih tertidur dengan nyenyak nya berbalut selimut tebal melilit tubuhnya. Aira hanya tersenyum melihat wajah polos suami nya itu.


Setelah berganti pakaian, Aira pun mendekat ke arah tempat tidur. Dengan lembut tangannya membelai kepala Revan. Revan hanya menggeliat menerima sentuhan lembut istrinya.


" Sayang." ucap lirih Aira sambil membelai kepala dan rambut Revan. Sekali lagi Revan hanya menggeliat dan memejamkan matanya.


" Sayang bangun. Sudah pagi. Kamu nanti bisa terlambat bekerja." ujar Aira.


Perlahan Revan mulai mengerjap dan membuka matanya dengan sempurna. Di lihat wajah istrinya itu dengan seksama. Senyum tersungging di bibirnya. Revan memindahkan kepalanya ke pangkuan Aira. Aira tersenyum melihat tingkah manja suaminya itu.


" Sayang." panggil Aira lagi.


" Sebentar. Aku ingin seperti ini sebentar saja." pinta Revan sambil memeluk tangan Aira yang melingkar di dadanya.


Aira menuruti ucapan suaminya. Di tepuknya dengan lembut bahu suaminya itu. Revan masih memejamkan matanya dan merasakan setiap sentuhan tangan istrinya.


*****


Terlihat Revan dan Aira sedang duduk di meja makan sambil menikmati sarapan pagi mereka. Revan tengah memakan roti isi sayur dan telur ceplok kesukaannya. Serta secangkir kopi hitam tanpa gula seperti biasanya.


Revan tersenyum senang saat melihat Aira kembali tersenyum seperti biasa. Kesedihan di wajahnya sudah tak terlihat lagi. Aira yang sadar sedang di amati oleh suaminya pun menendang kaki Revan dari bawah meja.


" Aawww ..." pekik Revan menahan nyeri di tulang kering nya yang nyeri akibat tendangan Aira.


" Sakit sayang. Jahat banget sih." ujar Revan sambil mengusap kaki nya.


" Salah siapa pagi - pagi udah ngeliatin kayak gitu. Kamu lihat apa hah." tukas Aira kesal.


" Aku ngeliatin istriku sendiri masa' gak boleh." jawab Revan.


Aira hanya berdecak mendengar jawaban suaminya. Lalu tersenyum.


" Sayang. Kamu tau kenapa aku gak suka minum kopi pakai gula." tanya Revan. Aira tampak berpikir.


" Kenapa?." tanya Aira tak mengerti. Revan mengangkat cangkir berisi kopi lalu meminumnya sambil menatap wajah istrinya dengan seksama.


" Karena aku minum kopi nya sambil liatin wajah manis kamu. Kalau kopi nya di kasih gula. Aku bisa kena diabetes nanti." jelas Revan sambil tersenyum.

__ADS_1


Aira tergelak mendengar gombalan suaminya. Di cubitnya lengan suaminya itu dengan gemas. Revan menggenggam tangan Aira lalu menciumi punggung tangannya.


" Sayang. Boleh aku minta sesuatu?." tanya Revan.


" Apa?." tukas Aira.


" Tetaplah tersenyum seperti itu. Jangan bersedih lagi. Aku mohon." pinta Revan. Aira terlihat menunduk kan pandangannya. Lalu dengan seksama dia menatap wajah Revan dan mengangguk.


" Asal aku selalu bersamamu, aku akan selalu bahagia." jawab Aira.


" Pasti sayang. Terima kasih ya. Terima kasih." tukas Revan.


" Buat apa?." tanya Aira.


" Semuanya." jawab Revan.


Aira pun tersenyum dan menyuruh Revan menghabiskan sarapannya. Revan pun menurut.


*****


Setelah sampai di rumah sakit. Revan langsung di sibukkan dengan jadwal pasien - pasiennya. Apalagi hari ini Radit temannya meminta untuk membantunya menangani pasien - pasiennya juga. Karena hari ini Radit mengambil cuti.


" Hallo sayang." sapa Revan.


" Hallo, kamu sudah makan siang sayang?." tanya Aira.


" Sudah. Kamu sendiri?." tanya Revan.


" Yaah padahal aku berniat ngajak kamu makan siang bareng. Ya sudah kalau gitu aku pulang aja." jelas Aira.


" Kamu ada dimana sekarang?." Revan begitu terkesiap mendengar ucapan Aira.


" Keluar lah. Aku ada di taman dekat ruangan mu." jawab Aira.


Setelah menutup panggilan telepon dari istrinya. Revan langsung bergegas menuju tempat yang di maksud istrinya.


Dengan sedikit berlari, Revan mencari keberadaan Aira. Dari jauh terlihat Aira sedang duduk di bangku taman yang ada di depan ruangan kerja Revan. Revan tersenyum melihat istrinya.


Dengan perlahan Revan berjalan. Dia berniat mau mengagetkan istrinya tersebut.

__ADS_1


" Dooorrrrr !!!." seru Revan dari arah belakang tubuh Aira.


Aira begitu terkesiap. Hingga membuat tubuhnya berjingkat. Dia menoleh ke belakang. Terlihat Revan tengah terkekeh melihat ekspresi kaget istrinya.


" Kamu ngagetin aja." seru Aira sambil memukul lengan suaminya itu.


" Lagian kamu siang - siang begini duduk sendirian di taman. Gak takut di lalerin apa." ujar Revan.


" Emang aku apaan pakai di lalerin." tukas Aira sebal.


" Oh ya sayang, ada apa kamu kesini?." tanya Revan sambil duduk di samping Aira.


" Aku mau ajak makan siang kamu. Tapi kamu udah makan." tukas Aira.


" Kamu tidak bilang kalau mau makan siang bareng. Ya aku makan sama teman ku jadinya." jawab Revan.


" Cowok apa cewek?." tanya Aira menyelidik.


" Memang kenapa kalau cewek?." ujar Revan.


Terlihat Aira mengepalkan tangannya membentuk sebuah bogeman besar. Revan tertawa melihat ekspresi istrinya.


" Sayang." panggil Aira tiba - tiba.


" Iya ada apa." jawab Revan.


" Soal IUD kapan hari. Bisakah aku melepas hari ini." tanya Aira. Revan terdiam mendengar itu.


" Bisa saja. Tapi nanti akan terasa sedikit sakit. Kalau mau gak sakit, nanti saja di lepas nya. Ketika kamu sedang menstruasi." jawab Revan.


" Hah?. Pas menstruasi?. Jorok dong." tanya Aira sambil membayangkan keadaannya pas menstruasi lalu di lepas kontrasepsinya.


" Ya memang seperti itu kalau mau tidak sakit. Tapi sakit nya gak parah kok. Cuma nyeri seperti orang nyeri haid saja. Dan itu cuma sebentar. Paling sehari sampai dua hari saja." jelas Revan.


" Aku mau di lepas hari ini saja. Gak mau kalau pas menstruasi. Jorok." tukas Aira. Revan tersenyum melihat istrinya.


" Terserah kamu. Kalau gitu ayo ke pendaftaran dulu. Mumpung belum di tutup loket nya." jelas Revan.


Aira pun beranjak dari duduknya dan mengikuti Revan menuju loket pendaftaran.

__ADS_1


__ADS_2