Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 69 Malam Pertama Kita


__ADS_3

Mobil Revan pun berhenti di sebuah rumah bergaya minimalis modern. Aira membuka kaca mobil dan memperhatikan rumah tersebut.


" Ini rumah siapa?." tanya nya. Revan hanya tersenyum mendengar pertanyaan istrinya itu.


" Ini rumah kita?." tanya Aira lagi.


" Turunlah." pinta Revan. Aira pun turun dari mobil dan berdiri memperhatikan rumah tersebut. Sangat bagus sekali rumah nya. Penuh dengan kaca di setiap sisi rumahnya.


" Ayo masuk. Sampai kapan mau berdiri di situ." seru Revan. Aira pun melangkah kan kaki nya mengikuti di belakang Revan.


Ada taman kecil disisi kanan kiri halaman rumah tersebut. Terasa sangat asri dan sejuk. Revan membuka pintu rumah itu. Terlihat mbok sum dan mbak Aminah dan suaminya berdiri di ruang tamu menyambut kedatangan mereka berdua.


" Selamat malam tuan, nona." sapa mereka. Aira malu ketika di panggil dengan sebutan nona.


" Kenalin ini mbok sum, dia yang sudah ngerawat aku sejak mama ku pergi. Dan ini mbak Aminah dan itu suaminya pak Aziz." jelas Revan. Aira mengangguk mengiyakan.


" Mereka akan bantu kamu di rumah ini. Mereka sudah seperti keluarga bagiku. Kalau ada perlu apa jangan sungkan minta tolong ke mereka." tukas Revan. Ketiga assisten rumah tangga itu tersenyum senang kepada nona muda mereka. Aira juga tersenyum melihat para pembantu setia nya Revan.

__ADS_1


" Mbok sudah di bereskan semua nya." tanya Revan.


" Sudah tuan." jawab mbok sum.


" Baiklah. Pak, tolong mobilnya di parkirkan ya. Sekalian ambilkan tas Aira yang ada di dalam mobil." seru Revan sambil memberikan kunci mobil ke pak Aziz. Suami dari mbak Aminah itu langsung beranjak ke depan sesuai dengan perintah Revan.


" Tuan, nona, kami sudah siapkan makan malam." ujar mbok sum.


" Nanti aja mbok. Aku mau perlihatkan kamar ke nyonya rumah ini dulu." jawab Revan menggoda Aira. Aira memukul lengan Revan sambil tertawa kecil.


Mereka berdua naik ke lantai dua bangunan rumah itu. Karena kamar utama rumah itu ada di lantai dua. Disana terlihat ada tiga pintu. Satu pintu kamar utama yang akan di tempati mereka, satu pintu kamar untuk tamu, dan satu lagi kamar di jadikan ruang kerja serta perpustakaan. Revan memiliki beberapa koleksi buku. Jadi dia akan menyimpannya di ruang tersebut.


Aira tak berhenti berdecak kagum saat mengelilingi kamar itu. Ini seperti mimpi untuknya. Revan hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya itu.


" Apa kamu suka?." tanya Revan pada Aira. Kini lelaki itu telah memeluk tubuh Aira yang berdiri di depan jendela besar kamar tersebut dari belakang dengan beberapa kali mengecup kepala perempuan itu.


" Sangat suka. Ini seperti mimpi bagiku." jawab Aira senang.

__ADS_1


" Benarkah?." tanya lelaki itu. Aira mengangguk mengiyakan.


" Mulai saat ini, aku akan mewujudkan semua mimpi - mimpi kamu itu." tukas Revan. Aira tersenyum dan berbalik, hingga wajah nya kini berhadapan dengan wajah lelaki itu. Aira mengecup pipi kiri Revan dengan lembut.


" Aku mencintaimu." seru Aira.


" Aku lebih mencintaimu." jawab Revan. Revan pun langsung mencium bibir Aira dengan lembut. Aira pun mengeratkan pelukannya dan membalas ciuman itu. Semakin lama ciuman lembut mereka pun menjadi ciuman yang sangat panas dan menggairahkan keduanya.


Kini Revan beralih menciumi leher Aira. Aira memejamkan matanya merasakan setiap sentuhan bibir lelaki itu yang mulai menyusuri setiap jengkal leher jenjangnya. Desiran di hatinya begitu kuat hingga membuat tubuhnya begitu bergetar di buatnya.


Tangan lelaki yang telah menjadi suami nya itu kini sudah menyusup di balik kemeja yang di kenakannya. Entah kapan lelaki itu membuka kancing baju tersebut. Dia tak perduli. Yang di rasakan hanya kecupan lembut bibir lelaki itu yang mendarat dan menyusuri tubuhnya.


Revan mengangkat tubuh Aira dalam pelukannya. Kini wajah perempuan itu berada tepat di depan wajah Revan. Dia pun kembali ******* bibir merah perempuan itu dan membawanya mendekati ranjang tempat tidur yang besar dan merebahkan tubuhnya disana. Tubuhnya tepat diatas tubuh Aira. Dan mereka pun hanyut dalam perasaan yang tak bisa di ungkapkan dengan kata - kata.


Untuk Revan, ini adalah pertama kalinya dia merasakan hal seperti ini. Walaupun pekerjaan nya berada di bidang reproduksi wanita, dia tidak pernah tau bagaimana rasanya. Maka dari itu, setiap gerakan yang di lakukannya kini begitu kaku karena memang dia belum berpengalaman sebelumnya.


Revan mulai merasakan sensasi luar biasa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Sedangkan Aira, walaupun ini bukan yang pertama untuknya. Dia sudah lama tidak merasakan gairah seperti ini lagi. Jadi dia begitu menikmati setiap gairah yang di berikan revan kepadanya. Kini mereka dalam rasa masing - masing. Menyatukan tubuh mereka yang bercampur keringat dan merasakan gelayar tersendiri dari dalam tubuh mereka.

__ADS_1


Entah berapa lama mereka beradu dalam gairah masing - masing. Kini keduanya tengah terbaring lemas dalam balik selimut. Aira tertidur dalam dekapan Revan. Keringat masih membanjiri tubuh keduanya. Revan memeluk tubuh perempuan itu dengan erat. Dengan nafas yang masih memburu, di ciumi pucuk kepala perempuan itu berulang kali. Tapi tak ada reaksi apapun dari Aira. Karena dia sudah terlelap dalam tidurnya karena lelah.


Mereka berdua tidur dengan sangat nyenyak dan melupakan makan malam mereka. Tak ada yang berani mengusik ketenangan mereka.


__ADS_2