Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 77 Harapan


__ADS_3

Aira dan Revan sudah kembali ke rumah mereka tadi selepas acara tahlil di rumah nenek. Kini mereka sudah masuk kedalam kamar mereka.


Terlihat Aira tengah duduk di sofa yang ada di kamar tersebut. Sedangkan Revan tengah berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Aira duduk melamun dengan tatapan kosong ke depan. Dia masih belum percaya dengan semua ini. Nenek yang di sayangi nya telah pergi untuk selama - lama nya. Air mata nya telah mengering rasanya. Berulang kali dia menghela nafasnya dengan berat dan memejamkan matanya yang terasa begitu panas akibat menangis terlalu lama.


Revan keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan pakaian tidur nya. Dia melihat istrinya duduk melamun sendirian disana.


Di dekapnya tubuh istrinya dari samping dan di ciumi nya pipi Aira dengan lembut. Aira hanya tersenyum seadanya melihat suaminya yang menempel - nempel di tubuhnya.


" Sudah lah sayang. Jangan bersedih terus. Nenek pasti akan sedih melihat mu begini terus. Kita doa kan saja. Agar nenek tenang di alam sana." tukas Revan sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut.


Aira mengangguk mengiyakan ucapan suaminya itu. Di dekapnya tubuh Revan. Terasa hangat dan nyaman sekali. Revan juga memberi beberapa kecupan di pucuk kepala Aira.


" Ayo kita tidur. Dari kemarin kamu tidak tidur dengan benar." ajak Revan sambil menarik tubuh Aira untuk naik ke atas tempat tidur.

__ADS_1


Aira pun menurut dengan ajakan Revan. Kini tubuh mereka sudah terbaring di atas tempat tidur. Revan menarik tubuh istrinya agar mendekat ke arah nya. Aira pun mendekat dan memeluk pinggang suaminya. Lengan kekar Revan pun menjadi bantal paling nyaman untuk kepala Aira.


Revan pun mengusap kepala istrinya dengan lembut. Hingga tak membutuhkan waktu yang lama untuk Aira terlelap dalam mimpi nya. Revan pun ikut memejamkan matanya.


*****


Reihan pun terlihat berjalan memasuki rumah besar dengan langkah cepat. Di dorong nya pintu rumah tersebut dengan kasar. Terlihat Atmaja tengah duduk dengan gadis kecil yang tak lain adalah putrinya Kirana di ruang tengah menyaksikan sebuah film di televisi.


" Pa ada yang harus Rei bicarakan dengan papa." seru Reihan saat berada di ruang tengah. Atmaja hanya menatap wajah putra sulung nya itu lalu beranjak dari duduk nya dan berjalan ke sebuah ruangan yg terdapat beberapa rak buku disana. Itulah ruang baca sekaligus ruang kerja Atmaja dulu.


Lelaki paruh baya itu pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Di ikuti dengan Reihan yang langsung duduk di depan ayahnya tersebut.


" Apa papa tau. Ternyata Revan sudah menikah dengan Aira beberapa hari yang lalu." ujar Reihan seketika.


Atmaja hanya menghela nafasnya dengan berat saat mendengar ucapan Reihan. Air muka nya pun tidak berubah. Dia terlihat tetap tenang. Tidak ada tanda kaget atau semacamnya. Seringai muncul di sudut bibir lelaki paruh baya itu.

__ADS_1


" Sudah ku duga akan seperti ini. Dia sungguh sangat keras kepala. Dia ternyata mencontoh mu untuk bertindak dengan bodoh." hanya itu yang muncul dari mulut ayahnya. Reihan hanya menunduk dan terdiam saat mendengar ucapan ayahnya.


" Apa papa tidak berniat memberi restu kepada mereka?." tanya Reihan.


" Aku akan merestui mereka kalau mereka berlutut di depan ku!." jawab ayahnya tegas.


" Dasar anak - anak tidak tau aturan. Sudah di sekolahin tinggi - tinggi. Tapi tak ada satu pun yang punya etika sopan santun kepada orang tua. Malah berbuat hal bodoh seperti ini." dengus Atmaja sekaligus menyindir Reihan.


Karena dulu, Reihan juga melakukan hal yang sama seperti adiknya Revan. Menikah dengan Amanda istrinya secara diam - diam tanpa sepengetahuan ayahnya. Karena dulu Atmaja berencana akan menjodohkan Reihan dengan salah satu putri kawannya. Tapi Reihan menolak dan memilih Amanda. Dan mereka pun menikah secara diam - diam di luar negeri.


Tapi yang nama nya bangkai. Tidak selamanya akan di sembunyi kan. Salah satu teman Atmaja yang biasa nya bermain tenis meja setiap akhir pekan. Mendapati Reihan berjalan dengan Amanda yang tengah berbadan dua di sebuah mall di kota tersebut.


Teman Atmaja itu pun langsung menghubungi dirinya dan memberi tahu semua apa yang di lihat nya. Tanpa butuh waktu lama, Atmaja pun akhirnya mampu membuka mulut anak sulungnya perihal pernikahannya dengan Amanda.


Amarah nya begitu besar saat dia mendengar langsung dari mulut Reihan kalau dirinya sudah menikah di belakang Atmaja beberapa bulan yang lalu. Dan sekarang istrinya tengah hamil buah cinta mereka yg berumur 5 bulan.

__ADS_1


Tapi seiring berjalannya waktu, Atmaja sudah bisa membuka hatinya dan menerima Amanda sebagai menantu nya. Apalagi ketika dirinya melihat sosok gadis mungil yang sangat lucu dan menggemaskan berada dalam pangkuan Reihan. Langsung luluh hatinya saat melihat cucu perempuan yang baru saja lahir ke dunia ini tersenyum kepadanya.


Sejak saat itu, perlahan dirinya mampu menerima Amanda sebagai istri dari putra nya. Dan Revan pun juga berharap begitu. Suatu saat ayah nya itu juga akan menerima Aira dengan tangan terbuka suatu hari nanti. Maka dari itu, Revan sangat berharap Aira segera bisa memberikan kabar baik untuknya. Agar semakin cepat dia bisa di terima oleh ayah nya sebagai menantu nya.


__ADS_2