Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 29 Pulang


__ADS_3

Hari ini Aira kembali ber aktivitas kembali seperti biasa. Luka di telapak tangannya pun mulai mengering. Seminggu tak bekerja membuat otot - ototnya menjadi kaku.


Kedatangan nya di pabrik tempatnya bekerja di sambut baik dan hangat oleh rekan - rekan seperjuangan pencari rezeki. Apalagi Maya, teman dekat Aira disana. Dia begitu senang melihat temannya kembali bekerja.


Revan dan Reihan pun beranjak pergi menemui ayahnya di rumah. Sebenarnya bukan pergi, tapi kembali pulang ke rumah ayah nya yang hampir dua tahun ini tak pernah dia kunjungi.


Pagi - pagi sekali mereka berdua sudah tiba di bandara. Karena mereka mengejar pesawat pertama. Karena Reihan nanti siang nya ada meeting dengan kolega - kolega nya. Jadi harus berangkat se pagi dini agar tidak terlambat.


Saat mereka berdua berada di pesawat. Revan selalu memandang foto wajah Aira yang ada di ponselnya. Dia begitu merindukan perempuan itu. Bau tubuh kekasihnya itu kini menjadi candu untuk nya.


" Gak usah di liatin terus. Ntar luntur tuh foto." cibir Reihan melihat kelakuan adiknya itu.


Revan melirik ke arah kakaknya itu. Lalu menutup layar ponsel nya dan memasukkannya ke dalam tas kecil yang dia bawa.


Sebelum berangkat tadi Reihan telah mengirim pesan kepada istrinya yang berada di rumah. Kalau dia dan Revan akan pulang ke rumah utama.


Maka dari itu, setibanya mereka di bandara saat memasuki lobi bandara. Ada seorang gadis berumur 9 tahun lari menghampiri kedua lelaki itu dan memeluk tubuh Reihan.


Reihan menggendong tubuh gadis mungil tersebut. Kirana, anak perempuan Reihan dan istrinya Amanda.


Dari belakang tampak perempuan cantik nan tinggi bak model majalah tersenyum melihat mereka.


" Kak Manda ... " sapa Revan sambil tersenyum melihat kakak iparnya itu.


" Kiran sudah aahh. Papi capek nanti." seru Manda kepasa anaknya yang bergelayut manja dengan papi nya itu.


Reihan pun menghampiri istrinya dan mencium kening istrinya itu. Amanda hanya tersenyum melihat kelakuan suaminya itu.


" Ceritanya mau balas dendam, hah. Pamer kemesraan di muka umum." cibir Revan.


Reihan hanya tersenyum melihat adiknya kesal dan beranjak pergi meninggalkan keluarga kecil yang bahagia dan romantis disana.


Ada perasaan iri di hatinya. Seandainya Aira tidak bekerja. Dia pasti sudah mengajaknya dan bermeseaan dengan kekasihnya itu.


Terlihat Pak soni, supir di rumah ayahnya itu berdiri menunggu di depan mobil. Saat melihat Revan, pak soni buru - buru membuka pintu dan membawa tas yang dibawa Revan dan menaruhnya di bagasi mobil.


Revan pun duduk di depan, di samping kemudi supir. Sementara Reihan dan anak istrinya duduk di bangku belakang.

__ADS_1


" Papi mana oleh - oleh buat Kiran." tanya gadis itu.


" Tuh ... " Reihan menunjuk ke arah Revan yang duduk di depannya itu.


" Yaahh ... Kenapa Oom Revan sih oleh - olehnya pi. Kiran kan mau yang lain selain oom Revan." tukas gadis itu sebal.


Revan melirik gadis mungil itu dari kaca spion mobil.


" Kenapa?!. Kamu gak suka lihat oom pulang, hah." seru Revan.


" Iya. Oom Revan kan nyebelin. Makanya kiran gak suka. " ujar gadis itu.


Reihan tergelak mendengar ucapan anaknya itu. Sementara Revan kesal dan menahan gemas kepada keponakannya itu.


" Awas ya nanti di rumah. Oom akan cubit kamu." jelas Revan.


" Gak takut yek ... " cibirnya sambil menjulirkan lidahnya.


****


Sesampainya mereka di rumah utama. Revan melihat tak ada yang berubah dengan rumah ini semenjak dia tinggal terakhir kali. Semuanya masih sama.


Atmaja. Ayah Reihan dan Revan. Tersenyum saat melihat kedatangan kedua putra nya tersebut. Revan pun tersenyum dan langsung menghampiri ayahnya itu.


Revan pun duduk bersimpuh di hadapan ayahnya dan mencium tangan ayahnya itu. Atmaja begitu senang. Dia tak menyangka anak bungsu nya yang lama tak pulang akhirnya datang juga.


" Gimana kabar Papa?." tanya Revan saat melepas pelukannya.


" Kenapa kamu pulang?. Apa ada masalah?." tanya ayahnya curiga.


" Dia minta di kawinin Pa. Makanya pulang." seru Reihan dari belakang lalu mengecup tangan ayahnya itu.


Ayahnya hanya menatap wajah Revan mencoba mencari kebenaran dari putra bungsunya tersebut.


" Ayo kita masuk dulu. Masa' mau ngobrol di luar begini." tukas Amanda lalu melangkah masuk ke dalam rumah dan di ikuti oleh suaminya, adik iparnya dan ayah mertuanya itu.


*****

__ADS_1


Revan membuka pintu kamarnya yang ada di lantai dua rumah ini. Sudah lama sekali dia meninggalkan rumah ini. Tapi kamar nya tak pernah berubah. Kamarnya pun tampak bersih dan rapi.


Dia melangkah menuju jendela kamarnya lalu membuka tirai jendela itu agar cahaya matahari dan udara segar masuk ke dalam kamarnya.


Revan duduk di pinggiran ranjang tempat tidurnya. Disana ada foto mama nya terpajang rapi di dalam figora.Di usap nya gambar diri mama nya yang telah pergi itu.


Seandainya mama nya masih hidup. Dia pasti orang pertama yang akan mendukung keinginan hatinya saat ini. Dia ragu ayahnya akan menerima Aira menjadi bagian dari keluarganya itu.


Karena Revan tau gimana watak dan sifat ayahnya itu. Tak jauh berbeda dengannya. Sangat keras kepala dan tak mudah untuk di bujuk.


Dia menghela nafas panjang lalu menaruh kembali foto tersebut di tempatnya semula. Dia pun beranjak berdiri menutup pintu kamar. Karena dia ingin mandi saat ini.


Karena saat tadi pagi dia tak sempat mandi hanya mencuci muka dan bergosok gigi saja.


*****


" Reihan. Kenapa Revan ikut pulang kesini?. Apa dia ada masalah di sana?." tanya ayahnya saat melihat Reihan telah rapi dan ingin pergi bekerja.


" Dia baik - baik saja. Tidak ada masalah apapun. Masalah dia satu - satunya saat ini adalah restu dari ayah." ujar Reihan.


" Apa maksudmu?." tanya ayahnya tak mengerti.


" Nanti ayah tanya kan sendiri saja kepada nya. Rei sudah di tunggu kolega untuk meetting penting. " tukas Reihan lalu beranjak pergi.


Sementara ayahnya hanya terdiam heran. Banyak spekulasi di hati dan pikirannya tentang kepulangan anak bungsunya itu.


Ada apa anak bungsunya itu tiba - tiba pulang??. Apa yang di maksud dengan ucapan Reihan tadi??. Semua itu ada di benak Atmaja. Dia menatap pintu kamar yang ada di lantai dua.


Pintu kamar itu masih tertutup. Begitu pun pemiliknya. Tak kunjung keluar dan memberi penjelasan perihal kepulangan nya itu.


" Membuat khawatir saja." gumam ayah Revan lirih.


~ **Happy reading ~


Hai readers ...


Tolong kasih like, komen, dan vote nya ya ....

__ADS_1


Terima kasih** ....


__ADS_2