Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Extra Part 2


__ADS_3

Kini Attar sudah sampai di berlin. Sebuah ibu kota negara jerman sekaligus kota terbesar kedua di eropa setelah London. Dia begitu terkesiap melihat pemandangan kota berlin saat malam hari. Banyak lampu - lampu yang indah menghiasi jalanan kota tersebut.


Kini Attar sudah sampai di sebuah bangunan appartement yang sudah di siapkan Papa nya untuk tempat tinggal dirinya selama belajar disana. Attar pun juga di sambut dengan hangat oleh seorang laki - laki yang usianya tak jauh dari usia sang Papa. Namanya paman Kei. Dia salah seorang kenalan dari pamannya, Reihan.


Paman Kei yang bertugas menyiapkan semua kebutuhan Attar selama dia di berlin. Mulai dari tempat tinggal sampai dengan kebutuhan persiapan dirinya nanti sebelum masuk universitas. Attar dan paman Kei pun berjalan menaiki lift menuju lantai 7 gedung appartemen ini. Karena disana lah letak kamar tempat tinggal Attar.


Revan sengaja tidak menitipkan anaknya ke sebuah asrama khusus para pelajar dari luar negara yang sudah di siapkan oleh universitas. Karena dia tidak ingin terlalu mengekang sang anak. Apalagi sekarang Attar sudah dewasa. Dia harus bisa belajar mandiri dan bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. Apalagi Revan juga percaya kalau sang anak tidak akan berbuat macam - macam. Dia sangat tau betul sifat sang anak.


" Mas Attar ini kamar yang akan anda tempati." ujar Paman Kei saat sampai pada sebuah kamar disana. Attar mengangguk mengiyakan.


Paman Kei pun membuka pintu kamar appartemen itu dan menyalakan lampu kamar. Seketika ruangan itu begitu terang benderang. Attar berdecak kagum melihat isi dalam appartemen itu. Walaupun bukan appartemen mewah tapi isinya cukup lengkap disana.


Kamar yang sangat rapi dengan desain minimalis sesuai sekali dengan seleranya. Paman Kei pun mengajak Attar untuk room tour sambil menjelaskan apa yang boleh di lakukan dan tidak boleh di lakukan olehnya selama di sana sesuai dengan instruksi sang Papa.


" Saya sudah mengatur proposal anda ke universitas yang mas Attar inginkan. Saya sudah mendaftarkan semuanya. Mas Attar tinggal terima beres saja." ujar paman Kei menjelaskan.


Attar hanya mengangguk mengiyakan semua ucapan paman Kei itu. Paman Kei tersenyum saat melihat Attar begitu antusias dan bersemangat ketika melihat isi dalam kamar appartemen nya.


" Ingat pesan Papa mas. Dilarang membawa perempuan masuk ke dalam kamar ini. Dilarang membawa minuman beralkohol atau barang - barang serta obat - obatan terlarang juga. Serta mas Attar harus pandai dalam memilih teman. Jangan bergaul dengan orang yang bisa merugikan serta menghancurkan masa depan mas Attar." pesan paman Kei. Attar berdecak. Dia sudah tiga kali mendengar ucapan paman Kei soal ini.


" Iya paman. Paman sudah tiga kali bicara seperti itu. Aku akan mematuhi semua yang di ucapkan paman tadi." ujar Attar. Paman Kei pun tersenyum melihat wajah Attar.


" Ok baiklah!. Kalau mas Attar butuh apapun silahkan hubungi saya. Saya dengan senang hati akan membantu. Saya tinggal dulu ya mas. Mas Attar silahkan istirahat. Besok harus hadir ke universitas untuk verifikasi berkas - berkas yang di perlukan." ujar paman Kei saat berada di ambang pintu depan kamar appartemen Attar.


" Iya paman. Sampai jumpa. Hati - hati di jalan." tukas Attar lalu menutup pintu kamar tersebut. Dia menghela nafasnya berat. Di pandangi nya sekeliling ruangan itu. Sepi. Hanya dia seorang diri.


" Aku merindukan mu Pa." ujar Attar dengan senyum getir lalu beranjak menuju kamarnya untuk membereskan koper yang di bawanya tadi.

__ADS_1


Nantinya Attar akan menempuh pendidikan selama kurang lebih 8 tahun disana. Karena pendidikan kedokteran di jerman berbeda dengan di negaranya yang dapat di tempuh dengan waktu 4 tahun saja. Pendidikan S1 kedokteran di jerman membutuhkan waktu sekitar 6,5 tahun dan terbagi dalam dua bagian pra klinis dan klinis.


Kuliah pra klinis membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan latar belakang teori dalam dunia kedokteran. Sedangkan bagian klinis akan membekali mahasiswa melalui aplikasi di lapangan atau secara praktek. Kuliah klinis ini termasuk masa magang di rumah sakit selama 1 tahun.


Baik masa kuliah pra klinis dan klinis ada dua ujian medis yang harus di lalui yaitu ujian lisan dan tertulis. Untuk menjadi dokter yang memiliki surat ijin praktek atau lisensi di jerman harus menempuh pendidikan S2 juga. Karena di jerman jika kita hanya lulusan S1 kedokteran kalian bisa bekerja di bidang medis, tapi belum bisa menjadi dokter. Jadi Attar mengambil paket kuliah S2 juga disini. Dia akan bisa pulang ke negaranya jika sudah lulus pendidikan S2 nya nanti.


Kini Attar beranjak menuju kamar mandi yang menyatu di dalam kamar tidurnya itu. Kamar appartemen yang di tempati Attar ini memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, dan dapur saja. Sangat minimalis sekali. Cocok dengan dirinya yang hidup seorang diri disana.


Attar mandi dengan air hangat yang ada disana. Sungguh sangat menyegarkan sekali di badannya. Badan nya yang lengket akan keringat pun sudah kembali segar. Attar pun mengambil kimono mandi yang tergantung di kamar mandi itu lalu memakainya. Sambil menggosok - gosokkan kepalanya dengan handuk kecil. Attar pun keluar dari dalam kamar mandi.


Dia duduk di tepi ranjang tempat tidurnya sambil meraih ponsel yang sudah dia ganti kartu providernya tadi saat di bandara dengan kartu yang biasa di gunakan di negara itu. Dia pun menghubungi sang ayah yang sudah dia rindukan. Perbedaan waktu berlin dan negara tempat ayahnya tinggal sekitar 7 jam.


" Hallo Papa .." ujar Attar saat mendengar suara sang ayah.


" Kamu sudah sampai nak?." tanya Revan. Attar tersenyum mendengar suara sang ayah.


" Syukurlah nak. Bagaimana berlin?. Kamu suka disana?. Kamu betah nak?." tanya Revan khawatir.


" Papa bercanda. Aku baru saja tiba Pa. Masa' sudah di tanya betah atau gak. Jangan ngada - ngada deh." protes nya. Terdengar suara gelak tawa sang ayah.


" Papa sedang apa sekarang?." tanya Attar.


" Papa mau pergi olahraga nak. Disini kan sudah pagi. Disana sekarang jam berapa?." tanya Revan balik.


" Sekarang disini masih jam 10 malam Pa." jawab Attar.


" Ooh begitu. Yasudah kamu istirahat saja nak. Kamu pasti capek hampir 18 jam di pesawat. Sudah makan malam belum?." tanya Revan.

__ADS_1


" Sudah tadi waktu di jemput paman Kei kita pergi makan malam bersama." jawab Attar.


" Paman Kei sudah memberitahumu kan peraturan apa saja yang boleh dan gak boleh kamu lakukan disana?." tanya Revan.


" Iya Pa. Paman Kei sudah memberitahu ku. Paman Kei dan Papa itu sama saja ternyata. Sama - sama cerewet." ujar Attar sebal. Revan terkekeh mendengar dengusan Attar.


" Semua orang tua pasti begitu jika jauh dari sang anak. Begitu pun Papa. Papa hanya ingin kamu belajar yang bener disana. Jangan sampai konsentrasi belajar mu terganggu oleh hal - hal yang tidak penting. Kamu ngerti kan sayang." tanya Revan.


" Iya Pa. Aku tau kok. Aku janji gak akan ngecewain kepercayaan yang Papa beri kepadaku. Aku akan belajar dengan rajin dan lulus secepatnya agar bisa cepat pulang." jelas Attar. Revan tersenyum mendengar ucapan sang anak.


" Papa merindukan mu nak." tukas Revan.


" Aku juga merindukan Papa." jawab Attar. Panggilan telepon mereka pun terputus.


Attar pun menghela nafasnya dengan berat. Di tatapnya kamar yang kosong dan sepi itu dengan tatapan nanar. Awal kehidupan nya akan di mulai dari sini. Dia harus semangat dan bersungguh - sungguh. Ada banyak impian yang harus dia raih. Ada kebanggaan dan kepercayaan ayahnya juga yang harus dia penuhi dan jaga.


.


.


.


.


Hallooo readers ...


Bagaimana menurut kalian semua jika cerita ini kita lanjutkan kembali?. Setuju atau tidak?. Pasti pada penasaran kan dengan perjalanan dan kisah Attar selama di berlin?. Apa Attar bisa menemukan cinta sejatinya juga seperti sang ayah?.

__ADS_1


Komen - komen ya jika kalian semua setuju ...


__ADS_2