Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 45 Memikirkan


__ADS_3

Revan memasuki halaman rumah nya dan memarkirkan mobilnya di garasi miliknya. Wajah nya begitu lesu. Saat memasuki rumahnya, dia melihat ayahnya tengah duduk di ruang tamu sambil menikmati kopi yang disuguhkan Amanda. Amanda pun terlihat duduk disana bersama anaknya, Kirana.


" Revan. Darimana kamu?. Pagi - pagi sudah menghilang." ujar Atmaja sambil meminum kopi yang ada di cangkir nya. Tapi Revan hanya diam tak bergeming. Dia pun tetap melangkah menuju kamarnya. Lalu membanting pintu kamarnya dengan sangat keras.


" Eyang, oom Revan kenapa?. Sepertinya oom Revan marah deh. Mami ayo kita pulang aja. Kiran takut disini." tukas Kirana yang sedikit ketakutan melihat perubahan pada oom nya itu. Atmaja menghela nafas panjang melihat kelakuan anaknya itu. Dia tahu, saat ini Revan sedang marah dan kesal terhadapnya akibat peristiwa semalam. Tapi ini lebih baik, pikir Atmaja. Nanti juga akan reda seiring berjalannya waktu.


Sementara Revan di dalam kamar, dia duduk di pinggiran ranjang tempat tidurnya dengan tatapan yang sendu. Dia masih memikirkan Aira. Wajah Aira yang menangis semalam masih terngiang - ngiang di pelupuk matanya. Apalagi sekarang wanita itu tidak ingin bertemu dengannya lagi. Revan semakin frustasi di buatnya.


Revan melihat kalung milik mendiang ibu nya yang kemarin di kembalikan Aira kepadanya. Air matanya seketika itu menetes. Dia mengingat moment indah yang di lalui nya beberapa bulan terakhir bersama Aira. Revan menangis terisak sambil memegangi dadanya yang terasa sesak. Dia memukul - mukul dadanya berulang kali. Agar rasa sesak itu menghilang. Tapi yang dirasakan, rasa sesak itu malah menyelimuti seluruh relung hatinya.


" Ma ... Tolong bantu Revan. Tolong Revan ma. Revan sakit. Sakit sekali. Revan mencintai Aira ma. Sangat mencintai nya." gumam Revan lirih sambil menggenggam kalung milik mendiang ibu nya dan terus terisak. Dia tak pernah merasakan rasa sakit seperti ini sebelumnya. Rasa sakit ini sama persis rasanya saat dia di tinggal ibu nya pergi untuk selamanya. Perlahan suara isakannya tak terdengar. Revan tertidur dalam tangisnya. Dia lelah. Dari semalam matanya tak terpejam sama sekali. Pikirannya masih berada di kekasihnya itu.


*****


" Nak ... Makan dulu . Kamu dari pagi belum makan. Nanti asam lambung kamu kambuh loh." ujar Kinanti sambil terus mengetuk pintu kamar Aira yang tertutup rapat. Aira hanya diam tak bergeming. Dia tidak memiliki selera untuk makan sama sekali. Perutnya pun juga tidak terasa lapar. Aira merebahkan tubuhnya dan kembali memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama, dia pun mulai terlelap.


" Gimana ma?." tanya Santi saat melihat mama nya keluar dari dalam. Kinanti hanya diam dan menggelengkan kepalanya. Santi pun menghela nafas nya.

__ADS_1


" Mungkin mbak Aira sedang tidur ma. Nanti Santi coba untuk membujuknya lagi." tukas Santi menenangkan hati ibunya tersebut. Kinanti tersenyum dan menciumi pipi cucu nya yang menggemaskan itu.


*****


Waktu sudah menunjuk kan sore hari. Revan mengerjap perlahan sambil mencari kesadaran sepenuhnya. Dia melihat jam di pergelangan tangannya. Sudah pukul 4 sore. Dia bangun dari tidurnya. Revan memegangi tengkuk nya yang berat dan sesekali meregangkan pinggangnya. Tubuhnya serasa sakit semua. Dia pun beranjak ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya.


Sementara di ruang tamu, Atmaja dengan hati yang gelisah memperhatikan pintu kamar anaknya terus menerus. Pintu kamar itu masih tertutup rapat semenjak pagi tadi. Bahkan anaknya pun tidak sarapan dan makan siang.


" Dasar keras kepala!!." gumam Atmaja dalam hati. Sifat Revan tak jauh berbeda dengannya. Sangat keras.


" Papa khawatir ya sama Revan?." tanya Amanda. Atmaja menghela nafas nya dan meraih cangkir kopi tersebut lalu meminumnya perlahan.


" Apa papa masih kekeuh dengan keputusan papa?." tanya Amanda lagi. Atmaja melirik ke arah menantunya itu. Dia tidak suka mendengar pertanyaan menantunya itu.


" Papa tidak suka mengulangi perkataan Amanda. Lagi pula sekarang kenapa kamu jadi banyak bicara dan bertanya, hah. Urus saja urusan mu sendiri sana!!." jelas Atmaja keras kepada menantunya itu. Amanda pun terdiam dan menunduk mendengarnya. Atmaja pun berdiri dan beranjak menuju kamar nya. Sekarang tinggal lah Amanda sendiri di ruang tamu itu. Amanda pun menyenderkan kepalanya di sofa ruang tamu itu.


" Heeemmm sungguh sangat pemarah sekali. Aku hanya bilang begitu saja sudah di marahi habis - habis an." dengus Amanda kesal.

__ADS_1


Setelah Revan selesai mandi, dia pun berganti pakaian santai. Lalu dia pun membuka pintu kamarnya dan keluar dari kemarnya. Saat menuruni tangga, dia melihat kakak iparnya itu tengah duduk sendirian disana. Amanda yang tau Revan sedang menuruni tangga pun tersenyum kepadanya. Tapi Revan hanya diam tak berkata dan melewati nya.


" Revan, kamu mau makan?." tanya Amanda perhatian. Revan hanya terdiam dan beranjak menuju dapur. Dia mengambil gelas kaca dan mengambil air minum di despenser dan meminumnya hingga habis. Lalu dia mengambil air lagi dan membawanya kembali masuk kedalam kamar. Amanda yang melihat itu pun terdiam tak berbicara.


Revan pun kembali masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya rapat - rapat. Di taruhnya gelas yang di bawa nya tadi di atas meja dan di pun duduk di sebuah kursi yang menghadap ke arah jendela. Dia menatap kearah luar jendela. Tatapan jauh menerawang. Dia tak perduli jika saat ini semua menolak, asal Aira bersama nya dia akan melakukan segala cara. Tapi saat ini perempuan itu tengah marah dan tak ingin bertemu dengannya. Bagaimana caranya mengambil hati perempuan itu kembali.


Dia pun memikirkan cara untuk merebut perhatian dan cinta Aira kembali. Aira harus menjadi miliknya.


" Kamu milikku Aira. Milikku." gumam Revan sambil terus menatap ke arah luar jendela.


~ **Happy reading ~


Hai readers ...


Jangan lupa kasih like, komen, dan vote nya yaaa ...


Terima kasih** ....

__ADS_1


__ADS_2