
Siang telah berganti sore. Revan mengerjapkan matanya. Tubuhnya telah segar akibat tidur siangnya yang nyenyak. Dia melihat jam di pergelangan tangannya. Sudah pukul 4 sore.
Dia beranjak bangun dan terduduk di atas kasurnya. Lalu menggapai ponselnya yang tergeletak di atas meja samping ranjangnya itu.
Sepi. Tak ada pesan atau panggilan apapun dari kekasihnya. Dia berdecak kesal. Lalu berdiri menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya.
" Nyenyak tidurmu Van." tanya ayahnya duduk di ruang tengah sambil menikmati teh sore nya.
" Heemm nyenyak sekali." seru revan dan langsung duduk di samping ayahnya. Ayahnya hanya tersenyum kilas mendengar ucapan anaknya itu.
" Gimana kerjaanmu?!. Apakah semua baik - baik saja." tanya ayahnya.
" Sejaih ini baik." jawab Revan singkat. Dia tidak begitu akrab dengan ayahnya ini. Tidak pernah mengobrol yang begitu intens dan hanya mengobrol dan berbicara seperlunya saja.
Revan menghela nafas panjang nya. Atmaja melirik ke arah Revan. Dia tau ada yang ingin di utarakan putra bungsu nya itu. Atmaja pura - pura tidak tau. Dia ingin putra nya sendiri yang menyampaikannya secara langsung.
" Pa ... Ada yang ingin aku bicarakan. " tukas Revan. Atmaja terdiam lalu menutup buku yang sedang di baca nya dan menaruh di atas meja di hadapannya itu.
" Bicara lah. Papa akan mendengarnya." jawab papa nya.
Amanda, kakak iparnya sekaligus menantu Atmaja datang membawa teh dan juga camilan ke ruang tengah dan ikut duduk juga di samping papa mertuanya itu.
" Aku ingin menikah ... " ujar Revan mantap.
Atmaja dan Amanda tercekat mendengar ucapan Revan. Revan hanya terdiam dan menatap wajah kedua orang di hadapannya itu.
" Kenapa kalian terdiam?!." tanya Revan bingung saat melihat reaksi papa dan kakak iparnya itu.
" Kamu serius mau menikah." tanya Amanda kaget dan tertawa geli melihat adik iparnya ini.
" Iya. Aku serius. Apa ada yang lucu." tanya Revan sedikit tersinggung dengan tatapan mengejek dari kakak iparnya itu.
__ADS_1
" Engga. Bukan itu maksudku. Aku hanya kaget saja tiba - tiba kamu bilang ingin menikah." jelas Amanda saat menyadari perubahan mimik wajah adik iparnya itu.
" Kamu serius dengan ucapanmu, nak." tanya ayahnya itu.
" Aku serius Pa." jawab Revan.
" Baiklah. Kapan kita akan ke rumah keluarga Surya Dinata." tukas Papa nya itu.
" Surya Dinata?!. Untuk apa kesana?." tanya Revan.
" Kamu bilang Ingin menikah. " tukas papa nya itu.
" Iya. Tapi bukan dengan anak Surya Dinata. " jawab Revan.
" Lalu?!. Anak siapa yang akan kamu nikahi?!." tanya papa nya bingung.
" Nama nya Aira. Dia teman semasa aku SMP. Dia hanya anak orang sederhana. Tapi dia memiliki hati yang sangat baik dan .... Dan aku sangat mencintai nya." jelas Revan tertunduk.
Atmaja menatap wajah anaknya lekat - lekat. Dia tak habis pikir dengan keinginan anaknya itu.
Amanda tercekat dan menatap Revan tak percaya. Adik iparnya jatuh cinta dengan seorang janda. Apa ini lelucon.
Wajah Atmaja sudah menunjukkan rasa tidak bersahabat. Wajahnya merah dan tampak kesal dengan keinginan anaknya itu. Dia tak habis pikir. Anak nya akan jatuh cinta dengan perempuan seperti itu.
" Kamu tidak bisa mencari perempuan yang setara denganmu. Kamu malah ingin menikah dengan perempuan seperti itu." tukas ayahnya lantang. Jelas sekali kalau ayahnya itu menolak keinginan nya.
" Perempuan seperti apa maksud Papa?. Aira itu perempuan baik - baik." seru Revan.
" Perempuan baik - baik kok sampai jadi janda seperti itu. " ejek Atmaja.
" Dia itu hanya memanfaatkanmu. Dia tau kalau kamu seorang dokter yang masa depannya jelas dan terjamin. Makanya dia ingin kamu nikahi." tukas Atmaja kepada anaknya.
__ADS_1
" Dia bukan orang seperti itu Pa." seru Revan membela kekasih itu.
" Lalu orang seperti apa dia?!. Dia bukan perempuan baik - baik Revan. Urungkan niat mu untuk menikah dengannya. Karena aku tidak menyetujui nya." tukas Atmaja tegas lalu berdiri beranjak dari duduknya.
" Papa setuju atau tidak. Aku tidak perduli. Aku datang kesini hanya ingin memberitahu. Sebenarnya aku malas memberi tahu papa. Tapi kak Reihan yang memaksa ku untuk memberi tahu papa." jelas Revan kesal.
Atmaja tercekat dalam langkahnya. Dia menoleh ke arah anaknya itu. Revan pun dengan tajam menatap mata papa nya tanpa rasa takut. Wajah ayah itu pun tampak begitu geram dan kesal mendengar ucapan nya.
Atmaja pun beranjak pergi meninggalkan anaknya yang keras kepala itu. Dia membanting pintu kamar dengan sangat keras. Atmaja sangat kesal. Dia begitu marah. Karena anaknya sekarang sudah berani menentang keputusan nya.
" Dasar anak bodoh keras kepala!!. Sampai kapan pun aku tak akan sudi merestui keinginan mu itu." tukasnya kesal.
Dia memandang ke arah foto Almarhumah istrinya yang terpasang di tembok kamarnya.
" Lihat. Lihat itu. Apa kamu melihat kelakuan anak kesayanganmu itu. Dia sekarang sudah berani menentangku. Hanya demi perempuan murahan itu dia berani menentang keputusan ku. Dia sama seperti mu. Kepala batu." jelas Atmaja marah di hadapan foto mendiang istrinya itu.
" Sampai kapan pun aku tak akan merestui keinginan anakmu itu. Tidak akan. Tidak akan .... " teriak lelaki paruh baya itu kepada foto Almarhumah istrinya.
Dia membanting seluruh yang ada di kamarnya itu. Hatinya kesal dan marah. Tidak pernah ada yang berani menentang keputusan nya. Kali ini, anak yg selalu di banggakan olehnya. Anak kesayangannya sendiri yang menentang keputusan nya itu.
Dia tak habis pikir. Kenapa anaknya begitu bodoh dan ceroboh menaruh hati pada perempuan yang tidak tepat.
~ **Happy reading ~
Selamat tahun baru ya readers ...
Mohon maaf telat ngucapinnya ...
Semoga tahun 2020 jauh lebih baik dari tahun 2019 ....
Terus dukung kita yaaa ...
__ADS_1
Jangan lupa kasih like, komen, dan juga vote nya ....
Terima kasih** .....