
Revan menghampiri Aira yang tengah duduk melamun menunggu nya di ruang tunggu disana. Di tangannya sekarang ada 1cup besar popcorn dan 2 gelas latte.
" Sedang ngelamun apa?." tanya Revan tiba - tiba sambil duduk di samping Aira. Aira pun tersentak kaget saat mendengar suara Revan. Dia menoleh dan meraih cup popcorn yang di pegang Revan.
" Tidak ada." jawabnya berbohong. Tidak mungkin dia ngomong ke Revan kalau dirinya tengah memikirkan masa lalu nya bersama mantan suaminya itu. Bisa ngamuk nanti lelaki di sebelahnya ini.
Revan memandang sekeliling ruang tunggu bioskop. Banyak pasangan yang tengah bermanja dengan pasangan nya itu. Revan pun tersenyum.
" Jangan bilang kamu iri melihat mereka." ujar Revan sambil memandang sekeliling. Aira menoleh ke arah Revan. Dia memukul lengan Revan sambil tergelak.
" Ngomong sembarangan aja." jawab Aira kesal.
" Kapan kita masuk ke dalam?." tanya Aira.
" 15 menit lagi." jawab Revan sambil melihat jam di pergelangan tangannya. Aira menempelkan kepalanya di bahu lelaki itu. Entah mengapa dirinya ingin bermanja - manja dengan kekasihnya itu. Revan merangkul bahu Aira. Sambil sesekali mencium pucuk kepala perempuan itu. Aira yang berada di pelukan Revan merasakan ketenangan tersendiri di hatinya.
15 menit kemudian mereka pun memasuki gedung bioskop. Revan berjalan di belakang Aira. Mereka pun duduk di kursi yang sesuai dengan nomor pada tiket tersebut. Revan memilih kursi di tengah gedung bioskop. Tak lama pun lampu di ruang itu pun di padamkan. Film pun di putar di sana.
" Nanti kalau kamu takut, peluk aku aja ya." bisik Revan di telinga Aira. Aira pun memukul lengan kekasihnya itu. Revan pun tersenyum melihat kelakuan kekasihnya itu. Revan pun terlihat menikmati film yang tengah di putar itu. Aira mencengkram pegangan kursi disana. Revan menoleh ke arah kekasihnya itu. Walaupun wajahnya terlihat tenang, Revan tau kalau Aira tengah merasakan takut. Revan meraih tangan Aira dan menggenggam erat tangan perempuan itu. Aira menyandarkan kepalanya di bahu lelaki itu.
" Kamu takut?." tanya Revan.
__ADS_1
" Tidak." jawab Aira singkat.
" Aku hanya kedinginan saja. Ac nya terlalu kuat." imbuhnya. Revan mengusap pipinya dengan lembut.
" Kamu tahu, aku sangat mencintai mu." bisik Revan kepada Aira. Aira tersenyum mendengar ucapan kekasihnya itu.
" Aku juga mencintai mu." jawab Aira. Revan pun tersenyum mendengar itu. Di raihnya tangan Aira dan di ciumnya tunggu tangan perempuan itu.
" Kamu suka dengan cincin nya?." tanya Revan. Aira mengangguk mengiyakan.
" Aku masih punya sesuatu untukmu." ujar Revan. Aira mengerutkan dahi nya.
" Apa?!." tanya Aira tak mengerti. Revan merogoh saku jaket yang di kenakan. Revan memberikan sebuah kotak kecil kepada Aira. Aira menerima dan membuka kotak tersebut. Aira melihat sebuah gelang yang sangat cantik disana. Dia menoleh ke arah Revan. Revan tersenyum menatapnya. Di ambilnya gelang tersebut dan di pasangkan di pergelangan tangan Aira. Aira menatap pergelangan tangannya.
" Syukurlah kalau kamu suka. Saat aku melihatnya di toko perhiasan aku yakin kalau kamu pasti suka." jawab Revan.
" Kamu tidak perlu memberiku barang yang mahal seperti ini." jelas Aira.
" Kenapa?. Aku membelinya untuk kekasih ku." jawab Revan. Aira tersenyum menatap Revan.
Muach ...
__ADS_1
Aira mengecup pipi Revan. Revan pun kaget dan tak menyangka kalau kekasihnya akan mencium pipi nya. Wajahnya terasa panas dan merona. Aira pun masih tersenyum melihat ekspresi wajah Revan.
" Terima kasih, sayang." seru Aira berbisik di telinga Revan. Revan langsung meraih dagu Aira dan mencium bibir perempuan itu dengan lembut. Aira pun membalas ciuman itu dan mereka pun larut dalam dunia nya sendiri. Dia tak perduli dengan tatapan orang - orang di sampingnya yang menatap mereka berdua.
Setelah di rasa puas ******* bibir perempuan itu, Revan menghentikan dan mengakhiri ciuman nya itu. Aira menatap lekat mata Revan. Rasanya dia enggan melepas bibir lelaki itu. Revan mengusap lembut bibir Aira yang baru saja dia cium. Aira tersenyum.
" Aku mencintaimu Aira. Sungguh sangat mencintai mu. Jangan pernah tinggalkan aku. Jangan pernah pergi lagi dariku." ujar Revan lirih sambil mengusap pipi perempuan itu. Aira pun tersenyum dan mengangguk mengiyakan ucapan Revan. Mereka berdua pun larut dalam dunia mereka sendiri. Film yang ada di depannya terlihat tak menarik lagi. Aira mengambil popcorn dan memasukkan ke dalam mulut Revan.
Mereka pun keluar dari gedung bioskop. Terlihat Aira melingkarkan tangannya di lengan lelaki itu.
" Kamu tunggu sini ya. Aku mau ke toilet sebentar." seru Revan.
" Aku juga mau ke toilet juga." jawab Aira. Mereka berdua masuk ke dalam toilet berbeda disana. Setelah keluar dari kamar mandi. Aira berdiri di depan cermin besar di dalam toilet. Dia mencuci tangannya. Saat keluar dari toilet, terlihat Revan sudah berdiri di luar menunggu nya.
" Yuk!!." seru Aira sambil menggenggam tangan Revan. Mereka pun berjalan menyusuri mall yang mulai sepi dan gelap di beberapa tempat itu.
~ **Happy reading ~
Hai readers ....
Jangan lupa kasih like, komen, dan vote nya yaaa ....
__ADS_1
Terima kasih** ....