Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 90 Bertemu Mantan


__ADS_3

Suasana di dalam mobil tampak sepi. Tak ada percakapan apapun disana. Revan masih dengan wajah dinginnya. Dan Aira masih dengan wajah bersalahnya. Mereka berdua akan pergi ke rumah sakit tempat Revan bekerja untuk memeriksakan kandungan Aira.


Setelah sampai Revan menurunkan Aira di lobby dekat tempat pendaftaran. Karena Aira harus registrasi terlebih dahulu untuk melakukan pemeriksaan. Sedangkan Revan memarkirkan mobilnya di tempat biasa dia parkir.


Saat Revan berjalan melewati lorong rumah sakit, dia berpapasan dengan Sheila. Mantan kekasih Revan. Revan menghela nafasnya saat melihat Sheila dari arah berlawanan.


" Hai Revan. Baru datang?." sapa Sheila.


Revan hanya mengangguk mengiyakan tanpa bersuara. Sheila melihat cincin di jari manis sebelah kiri Revan. Cincin kawin antara dirinya dan Aira. Hati Sheila berubah getir.


" Selamat ya Van. Atas pernikahan mu." ujar Sheila sambil mencoba tersenyum.


" Terima kasih." jawab Revan.


" Aku duluan ya." tukas Revan lalu berjalan meninggalkan tempat itu.


Sheila masih memandang punggung lelaki yang pernah ada di hatinya itu. Dan sampai sekarang masih ada di dalam hatinya. Entah sampai kapan.


Revan berjalan memasuki ruangannya. Para perawat disana pun menyapanya dengan ramah. Dia hanya tersenyum.


" Oohh ya sus, nanti ada pasien bernama Aira Fahira. Dia akan memeriksakan kandungan nya. Dia istri saya." ujar Revan.


" Waah istri dokter Revan periksa kandungan?. Kenapa dok?. Jangan - jangan istri dokter hamil ya." tanya perawat itu. Revan hanya tersenyum.


Aira telah selesai dengan urusan registrasi dan dia pun berjalan melewati lorong untuk menuju ruang pemeriksaan. Saat akan melewati taman dekat ruangan pemeriksaan dia melihat Sheila sedang duduk di bangku depan taman.


Aira menghentikan langkah nya saat melihat mantan kekasih suaminya itu. Sedangkan Sheila sedang duduk melamun disana. Entah apa yang di pikirkannya.


Saat hendak berdiri dari duduknya, Sheila tercekat melihat istri orang yang di cintainya berdiri tak jauh darinya dan memandang dirinya. Aira menghela nafasnya dan berjalan seperti tidak ada apa - apa.

__ADS_1


" Bisakah kita bicara sebentar?." tanya Sheila saat Aira berjalan melewatinya. Aira pun menoleh ke arah gadis itu dan mengangguk mengiyakan.


Kini dua perempuan yang sama - sama mencintai Revan tengah duduk berdampingan di taman depan ruang pemeriksaan kandungan. Mereka berdua terdiam tak ada yang berbicara. Hanya hembusan nafas kedua nya yang terdengar.


" Bagaimana kabarmu?." tanya Sheila memulai percakapan. Aira menoleh ke arah gadis yang ada di sebelahnya itu.


" Baik. Kamu sendiri?." tukas Aira. Sheila tersenyum getir.


" Seperti yang kamu lihat sekarang." jawab Sheila sinis. Aira membungkam mulutnya seketika.


" Apakah kamu bahagia sekarang?. Karena Revan telah menjadikanmu sebagai istri yang sangat di cintainya." tanya Sheila sambil menatap cincin di jari manis Aira.


Aira menggenggam tangannya dan menutupi jarinya yang menampakkan cincin pernikahannya dengan suaminya itu. Dia merasa tidak enak dengan Sheila.


" Tidak usah kamu sembunyikan. Aku sudah tau kamu dan Revan sudah menikah beberapa bulan yang lalu." jelas Sheila.


" Apa oom Atmaja sudah merestui pernikahan kalian?." tanya Sheila. Aira hanya terdiam dan menggelengkan kepala nya.


" Apa papa nya Revan masih berkomunikasi denganmu?." tanya Aira penasaran.


" Tidak. Aku sudah lama tidak menghubunginya. Sejak Revan pergi dari rumah." jawab Sheila.


" Kenapa?. Apa kamu takut kalau oom Atmaja akan menjodohkanku dengan Revan?." tanya Sheila. Aira tergelak mendengar itu.


" Kalau itu terjadi, aku tidak akan menyerah kali ini. Aku akan mempertahankan apa yang jadi milikku dan calon anakku." jawab Aira dengan tegas. Sheila langsung menatapnya dan beralih ke bagian perut Aira dengan tatapan terkejut.


" Kamu hamil?." tanya Sheila kaget.


" Iya. Aku tengah mengandung anaknya Revan." jawab Aira senang.

__ADS_1


" Sesenang itukah kamu?." dengus Sheila kesal. Aira tersenyum.


" Tentu saja. Kami sudah menantinya." jawab Aira.


" Kuharap kita akan menjadi teman di kemudian hari." imbuh Aira sambil menatap wajah Sheila.


" Cih. Siapa yang mau berteman denganmu?." ujar Sheila dengan tatapan acuh. Aira hanya tersenyum melihat itu.


" Kata Revan kamu orang yang baik. Jadi kemungkinan kita untuk berteman semakin besar." tukas Aira. Sheila berdecak mendengar ucapan Aira.


" Aku harap kamu akan mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dari Revan. Karena aku akan menjadi orang pertama yang sangat bahagia kalau kamu mendapatkan cinta sejatimu." ujar Aira. Sheila tergelak.


" Karena kamu takut kan Revan akan kembali kepadaku kan. Dasar licik!." jawab Sheila kesal.


" Itu salah satu nya. Tapi aku tulus berbicara seperti ini kepadamu. Kamu gadis yang baik. Sepantasnya memdapatkan lelaki yang baik juga." jelas Aira.


Aira berdiri dari duduk nya dan menatap Sheila dengan senang. Lalu dia meninggalkan gadis itu sendirian disana. Sheila yang melihat tingkah istri Revan pun berdecak kesal berulang kali.


" Cih. Siapa dia?. Berani - beraninya menasehati ku seperti itu. Sudah merasa hebat dia." dengus Sheila kesal. Lalu dia pun berdiri dan pergi meninggalkan taman itu.


********************


**Hai readers ...


Mohon maaf ya, author lagi banyak melakukan revisi di awal penulisan novel ini. Mohon maaf jika itu mengganggu para readers. Mohon di maklumi yaaa ...


Tetap sehat dan tetap aman ya readers ...


Stay at home dan jangan lupa baca noveltoon kesayangan kalian di rumah ...

__ADS_1


Klik tombol vote and like yaaa ...


Terima kasih** ....


__ADS_2