Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 97 Drama Manisan


__ADS_3

Aira yang masih kesal dengan suaminya itu, memasang wajah cemberut saat duduk di meja makan pada saat makan malam tadi.


Revan hanya diam memperhatikan wajah istrinya itu. Dia tidak merasa bersalah sedikit pun. Bahkan Revan pun tidak menyadari perbuatannya tadi yang sampai membuat istrinya itu cemberut seperti itu.


Setelah selesai makan malam, Aira pun teringat akan manisan yang tadi di bawa oleh mama nya. Dia pun berjalan menuju kulkas dan mengambil manisan tersebut lalu menuang makanan itu ke dalam mangkok.


Revan tengah duduk menonton televisi di ruang tengah. Aira mendekat kesana dan menaruh mangkok berisi manisan itu di hadapan suaminya. Aira pun menaruh garpu di atas meja. Revan begitu terkesiap melihat isi dalam mangkok itu. Air liur nya pun seperti ingin menetes.


" Kamu mau kemana?." tanya Revan saat melihat istrinya akan beranjak pergi. Aira hanya tersenyum kecut melihat suaminya itu.


" Hei. Sini duduk sini temani aku makan." pinta Revan sambil menepuk sofa kosong di sampingnya.


" Makan saja sendiri. Aku lelah!." jawab Aira ketus. Dia menekan kan kata lelah pada kalimatnya. Revan terdiam mendengar ucapan istrinya itu. Di pandanginya tubuh istrinya itu saat menaiki tangga dan menghilang di balik pintu kamar nya. Revan pun menghela nafasnya.


" Seperti nya dia marah." gumam Revan. Perhatiannya pun tertuju pada mangkok berisi manisan yabg ada disana. Di ambilnya garpu lalu dia mengambil potongan mangga muda yang di rendam larutan gula dan cabai kering lalu di masukannya kedalam mulutnya.


Revan memejamkan matanya menikmati kesegaran buah mangga yang masih mengkal dan asam itu. Di padu dengan larutan gula yabg manis dan cabai kering yang pedas. Menciptakan rasa ya g begitu menggugah lidah siapa ya g menikmatinya. Revan sampai meneguk kuah di dalam mangkok tersebut. Asam, manis, pedas bercampur jadi satu di lidahnya.


Tak butuh lama, isi dalam mangkok tersebut habis tak tersisa. Dia mengusap sudut bibirnya ya g sedikit belepotan akan kuah manisan. Dia menatap mangkok kosong tersebut. Ada rasa kecewa saat melihat mangkok kosong itu. Dia menginginkan lebih banyak lagi manisan itu.


Revan pun membawa mangkok kosong itu ke dapur. Saat hendak meletakkan mangkok kosong itu pada wastafel. Pandangannya tertuju pada kulkas yang ada disana. Di buka nya pintu kulkas. Revan pun terlonjak senang saat melihat manisan mangga tertutup rapat di dalam wadah besar. Dia sampai menelan saliva nya berulang kali.


Di ambilnya wadah tersebut lalu di letakkan di atas meja makan. Revan pun memakan semua manisan mangga tersebut tanpa sisa. Dia begitu puas setelah melihat wadah tersebut kosong. Dengan bibir sedikit mendesis akibat rasa pedas cabai kering yang di campur kedalam manisan itu. Revan mengambil air putih dalam botol dan meminumnya hingga separuh.


" Aahh kenyang sekali perutku. Kenapa aku tidak pernah tau kalau makanan ini begitu enak sekali rasanya. Aaahh puas sekali aku." gumam Revan lalu beranjak berdiri menuju kamarnya.


*****


Aira tengah berbicara dengan Santi dalam telepon. Dia sedang asyik ngobrol sampai tidak menyadari kalau Revan sudah ikut berbaring diatas tempat tidur dan memeluknya dari belakang.


" Dek, sudah dulu ya. Bye .." ujar Aira sambil menutup panggilan telepon nya. Aira menepis tangan Revan yang melingkar di perutnya. Aira pun menggeser posisi tidurnya sampai ke pojok ranjang tempat tidur. Revan menatap kelakuan istrinya itu. Dia pun tergelak.


" Sayang kamu kenapa sih?." tanya Revan sambil menggeser tubuhnya mendekat ke arah istrinya itu. Tangannya pun memeluk lagi tubuh istrinya itu. Aira berdecak. Dia pun menepis tangan suaminya lagi. Kini tubuhnya bangkit dan duduk di tepi tempat tidur. Di tatap wajah suaminya itu dengan kesal.

__ADS_1


" Kenapa menatapku seperti itu?. Aku salah apa?." tanya Revan tak mengerti.


" Gak usah deket - deket. Aku males deket - deket kamu." ujar Aira lalu beranjak dari duduk nya menuju sofa.


Revan pun mengikuti langkah istrinya. Kini dia juga sudah duduk di samping Aira. Aira pura - pura tak melihat keberadaan lelaki itu. Dia asyik memencet tombol pada remote televisi mencari channel yang sekiranya menarik untuk di tonton.


" Sayang. Kamu kenapa tiba - tiba marah begini sih." tanya Revan sambil berlaku manja kepada istrinya. Di colek - coleknya lengan istrinya itu. Tapi Aira masih cuek saja.


Revan melihat wajah ngambek istrinya dengan gemas. Di ciumi nya pipi istrinya itu. Aira pun sampai merasa jengah dengan sikap suaminya itu.


Cuuuupppp ....


Saat Aira menoleh, Tiba - tiba bibir lelaki itu sudah menempel di bibirnya. Aira reflek mendorong tubuh Revan sampai terjengkal ke belakang. Aira kaget dan langsung berdiri menghampiri suaminya itu.


" Kamu gak apa - apa?." tanya Aira sambil menarik lengan suaminya itu. Revan menarik lengannya dengan keras. Dia begitu kesal dengan sikap istrinya.


" Sudah gak usah pegang - pegang." tukas Revan sebal. Aira hanya menatap suaminya.


" Kanu sengaja kan mendorong ku seperti itu. Kamu senang kan lihat aku jatuh?." ujar Revan kesal.


" Ya karna kamu nyebelin." jawab Revan.


" Seharusnya aku yang bilang begitu. Kamu itu yang nyebelin. Dasar gak sadar diri jadi orang!." ujar Aira kesal lalu beranjak menuju tempat tidur. Revan mengusap wajah nya kasar. Kenapa dia jadi terpancing emosi dan ikut - ikutan marah seperti istrinya. Makin larut kan urusannya.


Aira menarik selimut hingga menutupi bahu nya. Dia tidur dengan membelakangi tubuh suaminya. Revan mendekat ke arah istrinya itu. Di usap nya kepala istrinya itu.


" Sayang. Maafin aku." ujar Revan. Tiba - tiba saja istrinya itu terisak. Revan pun terkesiap mendengar itu.


Di tarik nya tubuh Aira hingga menghadap ke arahnya. Terlihat Aira menangis disana. Di usapnya air mata yang mengalir di pipi istrinya itu. Revan pun memeluk tubuh istrinya itu dan memberikan kecupan di kepalanya.


" Sudah jangan menangis. Aku yang salah. Aku minta maaf ya sayang." ujar Revan.


" Kamu nyebelin!." tukas Aira sambil memukul dada Revan. Revan menepuk - nepuk lembut punggung istrinya.

__ADS_1


" Iya. Iya aku yang emang nyebelin. Maafin aku ya." jawab Revan. Suara isakan tangis Aira pun sedikit mereda.


" Udah dong jangan nangis lagi." ujar Revan. Aira mengangguk.


" Aku gak akan nangis kalau kamu nuruti permintaanku!." tukas Aira.


" Apa?." tanya Revan.


" Kamu harus pijitin kaki aku sampai aku tidur." jawab Aira. Revan pun tersenyum. Dia mengangguk mengiyakan keinginan istrinya itu.


" Sayang. Kamu tau gak?." ujar Revan sambil memijit kaki istrinya.


" Ada apa?." tanya Aira menikmati setiap sentuhan tangan lembut suaminya.


" Manisan yang kamu kasih tadi sangat enak sekali. Aku sampai menghabiskan satu wadah besar. Aku puas sekali." jelas Revan senang.


" Manisan buatan mama memang enak. Kamu pasti ketagihan setelah memakannya." tukas Aira. Revan tersenyum.


" Tapi tunggu. Tadi kamu bilang wadah besar?. Aku kan hanya memberimu semangkok kecil." tanya Aira tak mengerti.


" Oohh itu. Tadi aku membuka kulkas. Dan aku melihat ada wadah besar berisi manisan. Ya sudah aku makan saja semua hingga habis. Enak sekali sayang. Besok bilangin mama ya. Minta buatkan lagi." jelas Revan.


" Apa?. Jadi kamu habiskan semua manisan itu?." tanya Aira kaget. Revan mengangguk mengiyakan ucapan istrinya.


" Astaghfirullah. Revan kamu keterlaluan. Kenapa kamu habiskan semuanya?." ujar Aira kesal. Revan hanya diam.


" Habis aku gak tahan melihat nya." jawab Revan.


" Aku kan juga ingin memakannya. Dasar kamu itu ya. Nyebelin!!." ujar Aira sambil memukul lengan suaminya itu.


" Sayang. Nanti kita minta mama buatkan lagi saja. Atau gak kita beli di supermarket. Pasti banyak yang jual." jelas Revan. Tapi Aira hanya melirik nya kesal.


Dia tak habis pikir kenapa suaminya begitu kalap saat memakan manisan itu. Apa dia tak merasa asam atau gimana.

__ADS_1


Huh menyebalkan !!!.


__ADS_2