Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 66 Segera Datang


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Azis menghubungi revan untuk mengajaknya ke kantor notaris untuk menyelesaikan masalah kepemilikan rumah atas nama nya. Akhirnya kunci rumah yang di inginkan Revan ada di genggaman tangannya. Dia juga meminta tolong kepada Azis untuk menjualkan rumah lamanya. Azis pun dengan senang hati membantu menjualkan rumah Revan. Ya walaupun itu memang membutuhkan waktu yang lumayan lama.


Aira dan Revan pun sudah menyerah kan berkas pernikahan ke kantor KUA. Tinggal menunggu panggilan saja.


Revan melangkah melewati lorong - lorong rumah sakit menuju ruang kerjanya. Banyak perawat dan dokter menyapa dirinya. Dia hanya membalas dengan tersenyum ramah.


" Dokter Revan banyak berubah ya. Sekarang dia begitu ramah." tukas salah satu perawat yang berpapasan dengan dirinya barusan.


" Hai dok, gimana?. Sudah selesai semuanya." tanya Radit saat melihat Revan masuk ke dalam ruangannya. Revan duduk di kursi kerjanya.


" Sudah. Minggu besok aku akan mengemasi barang - barangku dan pindah di rumah baruku." jawab Revan.


" Aku sudah bosan tidur di hotel." imbuhnya lagi. Radit hanya tersenyum mendengar itu.


" Lalu pernikahan mu?." tanya Radit.


" Masih menunggu hasil saja. Semuanya sudah aku serahkan." jawab Revan.


" Apa Keluarga mu tau?." tanya Radit. Revan menggelengkan kepalanya.


" Lebih baik mereka tidak tau. Nanti takutnya akan mengacau rencana ku." jawab Revan.


Revan dan Radit saling mengobrol di ruangan itu. Tiba - tiba ponsel Revan berdering. Dilihatnya nama Aira di layar ponsel tersebut.


" Hallo sayang." sapa Revan. Radit mengerutkan dahi nya mendengar Revan memanggil nama Aira dengan kata ' sayang '.


" Aku baru saja di telepon oleh kantor KUA. Katanya besok kita di suruh datang kesana." jelas Aira kepada Revan.


" Benarkah??. Alhamdulillah." tukas Revan senang.


" Baiklah. Besok kita kesana."seru Revan.


" Iya. Kamu sudah makan siang?." tanya Aira.

__ADS_1


" Sudah tadi bareng mas Azis." jawab Revan.


" Oohh. Nanti pulang jam berapa?." tanya Aira lagi.


" Paling sore. Kalau tidak ada operasi mendadak." jawabnya. Terdengar suara helaan nafas Aira yang berat.


" Kenapa?." tanya Revan.


" Tidak."


" Apa kau merindukanku?." tanya Revan.


" Iya." jawab Aira polos.


Revan tergelak mendengar ucapan kekasihnya itu. Karena memang beberapa hari ini mereka tidak bertemu karena Revan selalu pulang malam karena ada operasi dadakan.


" Nanti kalau aku pulang sore. Kita makan malam di luar." seru Revan.


" Benarkah??." tanya Aira senang.


" Sekalian saja gak usah pulang." dengus Aira kesal.


" Kamu seneng kalau aku tidur di rumah sakit." tanya Revan menggoda.


" Aku gak perduli." jawab Aira.


" Sudah jangan marah. Iya nanti kita makan malam bersama. Ok!!." jelas Revan.


"Ok!!." jawab Aira.


Revan pun mematikan panggilan telepon nya. Lalu dia menoleh ke arah Radit yang sejak tadi memandanginya.


" Dasar pamer." seru Radit sambil beranjak pergi meninggalkan tempat itu. Revan hanya tersenyum mendengar itu.

__ADS_1


*****


Hari pun berganti malam. Aira sudah rapi dengan make up natural. Dia berdiri di depan cermin yang ada di kamarnya. Tak berselang lama, ponselnya pun berbunyi. Ada satu pesan masuk dari Revan.


" Sayang. Aku minta maaf. Makan malam nya di undur ya. Ada pasien emergency yang harus segera di tangani. Aku minta maaf. I love you."


Aira membaca pesan tersebut. Wajahnya terlihat sangat kesal sekali. Padahal dia sudah rapi dan berdandan segala. Tapi malah gak jadi.


*****


Keesokan harinya. Revan memjemput Aira di rumahnya. Mereka berdua mau pergi ke kantor KUA untuk memenuhi panggilan dari sana. Terlihat Aira sudah berdiri di depan gang rumahnya. Revan menepikan mobilnya dan Aira pun masuk kedalam mobil tersebut.


" Selamat pagi." sapa Revan saat Aira masuk kedalam. Tapi tak ada jawaban dari wanita itu. Dia hanya duduk terdiam dengan wajah acuh. Revan paham maksud dari wajah kekasihnya itu. Karena semalam dia tiba - tiba membatalkan janji untuk makan malam bersama. Revan berdehem berulang kali. Namun Aira masih saja diam tak bergeming.


" Sayang. Kamu marah ya sama aku?. Aku minta maaf ya. Tadi malam itu memang mendadak. Jadi tolong mengerti lah." tukas Revan memohon kepada Aira. Aira masih saja diam. Dia hanya melirik sekilas ke arah Revan.


" Sayang. Jangan seperti itu dong. Tolong ngertiin aku. Aku juga ingin makan malam bersama mu. Tapi aku juga harus mengutamakan keselamatan pasienku. Aku tidak bisa egois melepaskan tanggung jawabku demi kepentingan pribadi." jelas Revan kepada Aira. Aira hanya menghela nafasnya. Hati Aira sedikit melunak. Benar kata Revan. Pasiennya prioritas utama baginya. Revan sudah bersumpah dulu waktu pelantikan menjadi dokter.


" Baiklah. Aku maafin." ucap Aira sambil menoleh ke arah Revan. Revan tersenyum dan menoleh ke arah kekasihnya itu.


" Terima kasih sayang. Aku tidak akan mengulanginya lagi." jawab Revan. Aira mengangguk mengiyakan ucapan Revan dan tersenyum kepada lelaki itu.


Kini mereka berdua pun telah sampai di kantor KUA. Mereka berdua masuk dan di sambut hangat oleh petugas yang ada disana. Mereka berdua bertemu dengan penghulu yang kelak akan menikahkan mereka berdua. Sesi tanya jawab antara mereka berdua dengan penghulu itu pun berlangsung. Mereka berdua pun di tanya soal tanggal pernikahan. Akhirnya mereka berdua mantap memilih tanggal pernikahan. Yaitu 3 minggu dari sekarang. Lebih tepatnya tanggal 6 juni. Revan memilih tanggal tersebut karena pada tanggal tersebut hari ulang tahun mendiang mama nya. Dia ingin hari itu menjadi hari bahagia untuk dirinya.


Setelah pulang dari kantor KUA. Mereka berdua pun pergi ke sebuah warung lesehan untuk mengisi perut mereka. Warung itu terlihat cukup ramai. Karena jam makan siang baru saja di mulai. Mereka memesan iga bakar dan nasi beserta es jeruk.


" Kita adakan pernikahan secara sederhana saja ya Van. Yang penting kan kesakralan nya. Aku tidak begitu suka dengan pesta." ujar Aira.


" Iya. Hanya keluarga dan teman dekat saja kok. Aku juga tidak ingin pesta yang aneh - aneh." jawab Revan senang.


" Kita akan mulai di sibukkan mulai hari ini. Semangat!!." jelas Revan. Aira hanya tertawa melihat Revan.


Ya benar. Mulai hari ini mereka akan di sibukkan dengan persiapan pernikahan. Dan lagi, rumah baru yang akan mereka tempati juga masih belum di bersihkan. Walau pun akan mengadakan pernikahan secara sederhana. Tapi Revan menginginkan adanya foto prewedding untuk mereka. Karena selama ini, mereka tidak banyak berfoto ria seperti pasangan pada umumnya. Aira pun mengiyakan permintaan kekasihnya itu.

__ADS_1


Kehidupan baru akan segera tiba. Mereka begitu bahagia karena dapat melewati setiap cobaan dengan baik. Kekuatan cinta mereka tidak akan pernah mampu di pisahkan oleh apapun.


__ADS_2