Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 121 Angin Segar


__ADS_3

Keesokan pagi nya, Aira sudah bisa di pindah ke ruang perawatan biasa. Dia hanya diam saja saat melihat perawat mengemas barang - barangnya yang akan di bawa ke ruang perawatan. Tapi tatapan matanya seakan tak ingin pergi dari ruangan itu.


Di tatapnya wajah lelaki yang berbaring di samping nya itu. Rasanya dia sungguh berat hati meninggalkan lelaki asing bagi dirinya itu. Dia seperti sudah sangat mengenal sosok lelaki itu. Apalagi semalam dirinya berbicara banyak pada lelaki itu. Walaupun tidak ada sautan dan respon sama sekali.


Perawat membawa kursi roda masuk ke dalam ruangan. Terlihat Kinanti dan Atmaja berjalan di belakang perawat itu. Kinanti tersenyum melihat putrinya sudah dapat berpindah ruangan tersebut. Tapi tetap saja hatinya masih terasa begitu sesak saat mendapati Revan masih terbaring belum sadarkan diri disana.


" Sayang. Ayo kita pindah ke ruang perawatan." ajak Kinanti. Aira hanya terdiam sambil menatap ke arah Revan.


" Dia tidak ikut?." tanya Aira dengan wajah datar. Semua orang yang berada disana pun menatap ke arah Revan yang tengah terbaring itu.


" Namanya Revan. Dia masih belum sembuh sayang. Jadi tidak bisa ikut pindah." ujar Kinanti.


" Kenapa?. Aku kan juga belum sembuh." tanya nya sambil memegangi perban yang melekat di kepalanya. Kinanti mengusap kepala putrinya dengan lembut.


" Apa kamu mengenalnya?." tanya Kinanti kepada putrinya itu. Aira menatap wajah Revan lekat - lekat.


" Aku merasa dekat dengannya. Tapi aku tidak tau siapa dia. Kepala ku sakit saat mencoba mengingat - ingat siapa dia." jelas Aira.


Semua terdiam mendengar ucapan Aira. Ada yang sesak saat wanita ini berucap seperti itu. Atmaja melangkah mendekat ke arah Aira. Di usapnya kepala menantunya itu dengan lembut.


" Kamu pasti sembuh!." ujar Atmaja sambil mengusap kepala Aira.


" Bolehkah jika dia di pindah juga sama aku?." tanya Aira menatap semua orang yang ada disana.

__ADS_1


" Revan masih butuh alat - alat ini. Kalau dia pindah sama kamu. Terus kalau dia sakit gimana?." jelas Kinanti.


" Kalau gitu aku disini aja!. Aku gak mau pindah!." rajuk Aira. Kinanti menghela nafasnya berat.


" Nanti kalau Revan sudah bangun seperti kamu. Dia juga di pindah seperti mu sayang." ujar Kinanti. Aira terdiam.


Akhirnya dengan berbagai cara bujuk dan rayu Aira mau di pindah juga. Perawat disana mendorong kursi roda yang di naiki Aira. Sementara Kinanti dan Atmaja berjalan di belakang perawat menuju kamar perawatan Aira.


Setelah Atmaja tau dimana letak kamar perawatan Aira. Lelaki itu pun menuju ruang perawatan bayi. Tadi dokter Anne menghubungi keluarga bayi Revan untuk menemui dokter Anne. Karena ada yang dokter Anne ingin bicarakan dengan keluarga bayi Revan.


*****


Tokk ... Tokk ... Tokk ...


Atmaja mengetuk pintu ruang dokter itu. Dokter Anne mempersilahkan orang yang mengetuk itu masuk ke dalam.


" Ada apa dok?. Kenapa dokter memanggil saya kemari?." tanya Atmaja.


" Apa ada sesuatu hal pada cucu saya?." imbuh Atmaja gelisah.


" Pak Atmaja tenang dulu. Bayi Attar tidak kenapa - kenapa kok." jawab dokter Anne. Sedikit nafas lega terdengar dari mulut lelaki paruh baya itu.


" Saya dengar, nyonya Aira sudah di pindah ke ruang perawatan biasa ya Pak?." tanya dokter Anne mencoba mencairkan hati Atmaja yang gelisah itu.

__ADS_1


" Iya dok. Semoga Revan juga cepat menyusul istrinya." ujar Atmaja.


" Amiin." jawab dokter Anne.


" Hemmm gini Pak. Saya cuma mau memberi kabar, kalau bayi Attar kondisi nya terus berkembang dan menunjukkan ke arah membaik. Dia sudah bisa minum susu tanpa alat bantu lagi. Detak jantung nya berdetak normal. Bahkan dia sudah bisa menghisap ibu jarinya sendiri." jelas dokter Anne dengan senyum merekah disana.


Atmaja begitu bahagia mendengar kabar baik itu. Dia tak henti - henti nya mengucap kalimat syukur untuk kesembuhan cucunya. Dia sudah tidak sabar ingin memeluk dan menggendong cucu laki - laki nya itu.


" Kalau perkembangannya baik seperti ini terus Pak, minggu depan bayi Attar sudah bisa di bawa pulang ke rumah." imbuh dokter Anne turut senang melihat senyum yang tak henti - hentinya dari bibir kakek itu.


" Benarkah itu dok?. Saya sudah tidak sabar ingin melihat cucu saya itu. Saya lega sekali mendengar kabar ini dok. Terima kasih dokter. Dokter sudah membantu kesembuhan cucu saya. Saya tidak bisa berkata - kata lagi saking senangnya." ujar Atmaja senang.


" Sama - sama Pak. Sudah kewajiban kami membantu para pasien sampai sembuh dan berkumpul kembali bersama keluarga tercinta. Tapi Pak, nanti jika bayi Attar pulang ke rumah. Siapa yang akan menjaga nya?. Melihat kondisi nyonya Aira yang seperti itu." tanya dokter Anne.


" Dokter tidak perlu khawatir. Kan ada saya kakeknya. Saya juga akan menyewa perawat untuk membantu menjaga cucu saya. Yang penting sekarang cucu saya bisa pulang ke rumah dulu." jelas Atmaja.


" Oohh seperti itu. Baiklah Pak. Kita berdoa saja. Semoga bayi Attar seperti ini terus keadaannya. Dan bisa cepat berkumpul dengan kakek dan neneknya." ujar dokter Anne bahagia.


" Terima kasih dokter. Terima kasih banyak. Tolong tetap pantau kondisi cucu saya. Dan kalau ada apa - apa cepat kabari saya." tukas Atmaja.


" Baik Pak. Saya akan mengusahakan yang terbaik untuk cucu bapak." jawab dokter Anne.


Atmaja pun berpamitan dan beranjak dari ruangan itu. Dia ingin segera memberi tahu Kinanti kabar baik ini. Wanita itu pasti sangat senang saat mendengarnya nanti.

__ADS_1


Aaahhhh Attar cucu ku. Kakek sudah tidak sabar menggendongmu nak. Papa mu pasti sangat bahagia jika mendengar kabar ini. Terus sehat ya jagoan kakek. Nanti kita berjuang bersama demi kesembuhan papa dan mama mu. Anakku Revan. Cepatlah sadar nak. Apa kamu tidak ingin memeluk dan menggendong Attar. Apa kamu tidak ingin melihat dia berjalan dan berbicara memanggil nama mu. Sudah cukup tidurnya nak. Sudah cukup. Sekarang saatnya kamu membuka mata kembali dan tersenyum kembali. Papa rindu melihat senyummu nak. Papa rindu mendengar suara mu. Papa rindu ingin memelukmu. Apa kamu tidak merindukan Papa mu ini.


Gumam Atmaja dalam hati dan terus berjalan menuju ruang perawatan Aira. Dalam hatinya terus berdoa agar putra nya segera membuka matanya dan bisa berkumpul dengannya lagi seperti dulu.


__ADS_2