Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 26 Kedatangan Reihan


__ADS_3

Aira tengah berbaring di ranjang kamar nya. Mata nya mulai mengantuk. Telepon yang tadi di janjikan kekasihnya pun belum berdering sampai sekarang.


Tiba - tiba ponselnya berdering.


" Hallo ... " sahut Aira.


" Kamu belum tidur sayang?." tanya Revan.


" Belum. Tapi ini sudah mulai mengantuk. " jawabnya seraya terdengar suara Aira menguap dari balik telepon.


" Kamu lama banget sih. Aku udah nunggun dari tadi juga." tukas Aira kesal.


" Tadi aku mandi sekalian. Badannya biar gak lengket." jelasnya.


" Mandi aja lama banget. Kayak cewek aja." tukas Aira kesal.


Terdengar suara gelak tawa dari ujung teleponnya. Revan mengusap dagu bawah nya. Dia mulai merasakan rindu kepada wanita nya ini.


" Heh kenapa diem." seru Aira.


" Gak apa - apa. Aku hanya ingin mendengar suaramu." ujarnya.


" Mengapa aku sudah mulai merindukan mu ya. Seharusnya tadi aku gak pulang." imbuhnya.


" Dasar mesum. Kalau kamu gak pulang, bisa - bisa kita di grebek nanti. Mau?." seru Aira.


" Udah aaahh. Aku udah ngantuk. Besok di lanjut lagi." pinta Aira.


" Ok beib. Selamat tidur. Semoga mimpi indah. Jangan lupa mimpi in aku." seru Revan.


" Iya bawel. Kamu juga tidur sana." tukas Aira.


" I love you ... " ucap Revan.


" Heemmm ... " jawab Aira.


" Kok heemmm ... "


" Lalu ??."


" Jawab dong."


" Iya. I love you too ... "


Revan tersenyum mendengar ucapan kekasihnya itu. Dia memaruh ponselnya di atas meja lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Aira pun mulai terlelap dalam tidurnya. Mungkin dia akan mimpi indah malam ini.


*****

__ADS_1


Keesokan harinya ....


Terlihat seseorang lelaki bertubuh tinggi tegap memakai sweater hitam keluar dari bandara. Tampak Revan sudah berdiri menunggunya. Lelaki itu melambaikan tanagnnya kepada Revan.


" Sudah lama kamu?." tanya Reihan.


" Lumayan. Kakak sendiri an saja?." tanya Revan balik.


" Iya. Mau sama siapa lagi. Amanda sama Kirana kan di rumah Papa. " jawabnya.


" Ooohhh. Mobil ku di sebelah sana kak." serunya.


Kedua adik kakak ini pun pergi meninggalkan bandara. Mereka menuju rumah Revan. Revan hari ini izin tidak praktek di rumah sakit.


" Kamu belum cerita ke kakak, siapa Aira itu, Van??." tanya Rei. Panggilan dari Reihan.


" Dia pacar aku." jawab Revan sambil mengemudikan mobilnya.


" Pacar??. Lalu Sheila??. " tanya nya.


Revan mendengus kesal mendengar nama Sheila di sebut.


" Aku udah putus dengannya. " tukas Revan.


" Kenapa kamu putus dengannya?. Dia kan anak yang baik." ujar Rei.


" Lalu Aira??. Kamu kenal dia darimana?."


" Aku sudah lama kenal dia. Bahkan sebelum kenal dengan Sheila. Dia teman ku sewaktu SMP." jelas Revan.


Reihan masih diam mencerna setiap kalimat yang di ucapkan Revan. Dia mencoba memahami keinginan adiknya itu.


" Aira perempuan yang baik kakak. Takdirnya saja yang buruk." seru Revan.


" Maksudmu??." tanya Rei tak mengerti.


" Dia single woman kak." ujar Revan sambil menghela nafas.


" What??!. Apa aku gak salah dengar Van??. Kamu ... "


" No. Memang itu kenyataannya. Dia pernah menikah dan bercerai. " kelas Revan mantap.


" Aku gak percaya kamu menjalin hubungan dengan seorang janda. Selera mu ternyata .. " ejek Rei setengah tertawa.


" Terserah kakak mau ngomong apa. Dia juga gak ingin seperti itu kak. Mantan suaminya saja yang brengsek. Dia di cerai suaminya gara - gara tak punya anak." ujar Revan.


Seketika itu Reihan menoleh dan menatap adiknya itu.


" Dia gak bisa ngasih anak??. Tuh kan. Apalagi yang kamu harapin Van. Nanti kalau kamu nikah sama dia kamu gak bakal punya keturunan dong. Sedangkan orang menikah itu untuk memperoleh keturunan." jelas Rei.

__ADS_1


" Udah lah Van. Lupakan soal kamu ingin menikah dengannya. Seperti nya dia bukan perempuan yang layak untukmu. Kalau papa tau dia juga bakal ngomong seperti aku begini." bujuk Rei pada adiknya ini.


" Kakak gak kenal siapa Aira. Dia itu perempuan baik kak. Aku gak mau kehilangan dia lagi. Lagipula dia begini juga karena salahku." tukas Revan.


" Salahmu??. Maksudmu??." tanya kakaknya penasaran.


" Dari dulu aku tuh udah suka sama dia. Tapi aku takut ngomongnya kak. Makanya itu dia nikah sama orang lain dan akhirnya bercerai. Coba dari dulu aku berani ngungkapin perasaanku. Pasti kita sekarang hidup bahagia. " jelasnya.


" Itu nama nya kamu gak jodoh sama dia Van." seru kakaknya.


" Lah sekarang Tuhan ngasih aku kesempatan kedua untuk bersama nya kak. Maka dari itu aku gak mau menyia - nyia kan kesempatan ini lagi." ujar Revan kekeuh.


" Apa kamu sudah matang dengan keputusan mu ini." tanya Rei.


" Sudah. Aku sudah memikirkan ini jauh hari sebelumnya. Dan aku siap kak. " jawab Revan mantap.


Reihan menghela nafas panjang. Dia paham betul sifat adiknya ini. Sangat keras kepala. Apa pun yang dia ingin susah untuk di cegah.


" Kapan kamu ajak kakak untuk menemuinya?." tanya Rei menyerah.


" Jadi kakak setuju aku dengan Aira?." tanya Revan berbinar.


" Kalau kakak gak setuju pun kamu gak akan perduli kan." seru kakaknya itu.


Revan tersenyum mendengar ucapan kakaknya itu. Hati nya sungguh sangat bahagia.


" Apa papa tau soal ini?." tanya kakaknya.


Seketika itu senyum Revan memudar.


Dia menggelengkan kepalanya mendengar ucapan kakaknya itu.


" Papa harus tau Van. Dia itu juga orang tua mu. Walau pun kamu menikah tanpa menggunakan wali. Kamu harus memberi tahu papa." tukas Rei.


" Menurut kakak, papa setuju gak ya dengan hubungan ku dan Aira?. " tanya Revan.


" Entah lah. Mungkin Papa gak setuju soal masa lalu dia saja. Selebihnya kalau dia baik seperti katamu. Papa akan setuju saja." jelas kakaknya itu.


Revan menghela nafas panjang nya Pikirannya terfokus pada Aira dan kemungkinan terburuk dalam hubungan nya itu.


Dia tak mau berpisah dengan kekasihnya itu. Sungguh dia sangat mencintai wanita itu.


~ **Happy reading ~


Jangan lupa kasih like, komen, dan vote yaaa ....


Maaf telat up nya ...


Lagi sedikit ada urusan soalnya** ....

__ADS_1


__ADS_2