Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 34 Ke Suatu Tempat


__ADS_3

Setelah selesai mandi. Aira pun memilih baju di lemari nya. Dia tampak bingung memilih baju yang akan di pakai nya. Karena memang baju nya di lemari begitu sedikit.


" Aku pakai baju apa ya?!. Yang ini sudah pernah aku pakai waktu pergi sama Revan. Kalau yang ini baru selesai ku cuci kemaren. Masa' di pakai lagi. Heeemmm .... Kenapa selama ini aku begitu cuek dengan penampilan yaa. Seharusnya aku membeli baju setiap habis gajian. Tuh kan jadinya bingung sendiri sekarang." gumamnya sendiri sambil memilih baju di lemari.


Revan yang berada di ruang tamu pun melirik jam di dinding rumah itu.


" Sudah hampir setengah jam lebih dia mandi. Kenapa belum selesai?. Mandi apa semedi sih lama banget." dengus Revan kesal.


Akhirnya Aira memutuskan mengambil kemeja blue denim dengan celana jeans hitam. Setelah berganti pakaian, dia memakai cream di wajah nya dan memoles wajah nya se natural mungkin.


Sebenarnya dia enggan untuk memakai make up begini. Tapi Revan tadi bilang ingin mengajak ke suatu tempat. Dan dirasa nya Revan pasti mengajak ke tempat istimewa. Maka dari itu dia menggunakan make up nya.


Aira berjalan menuju ruang tamu. Di lihatnya Revan tidur tengkurap sambil memainkan ponsel miliknya.


" Ayo aku udah siap nih." seru Aira.


Revan seketika menoleh dan bangkit dari posisi nya itu. Di lihat nya Aira begitu cantik dengan riasan di wajahnya. Walau pun Aira menggunakan riasan natural, tapi dia begitu terlihat anggun. Apalagi di tambah dengan hijab pasmina yang di pakainya. Terlihat sangat berbeda dari biasanya.


" Heh malah bengong. Ayo ..." tukas Aira.


Revan pun tersentak dari lamunannya.


" Kamu cantik banget. " puji Revan.


" Ck, gak usah ngerayu deh. Ayo berangkat." seru Aira.


Mereka berdiri dan beranjak keluar rumah. Aira pun mengambil kunci di tas nya dan mengunci pintu.


" Loh kenapa di kunci?. Nanti kalau Santi mau keluar gimana?." tanya Revan.


" Santi gak ada di rumah. Dia tidur di rumah mertua nya. Karena mertua nya sedang sakit. Makanya tadi siang Akbar mengajak istri dan anaknya menginap disana." jelas Aira.


" Berarti kamu di rumah sendirian dong?."


" Iya." jawab Aira singkat.


Revan tersenyum nakal.


" Kalau gitu nanti aku tidur di rumah mu boleh dong?." tanya nya menggoda.


" Gak boleh. Jangan aneh - aneh ya." tukas Aira.


" Kalau gitu kamu aja tidur di rumah ku. Rumah ku juga tidak ada siapa - siapa. " seru Revan menggoda.


Aira mencubit lengan kekasihnya itu. Dia begitu gemas dan kesal dengan lelaki di sebelahnya ini.


" Kenapa kamu suka sekali mencubit." tanya Revan sambil mengusap lengan nya yang terasa pedih itu.


" Salah sendiri mesum." seru Aira.


Revan berjalan mengambil mobil nya yang terparkir di tanah kosong dekat gang rumah Aira itu.


" Ehh mbak Aira. Mau kemana mbak kok cantik banget." sapa dua ibuk - ibuk yang sedari tadi melihat dia dan Revan berjalan lewat di depan rumahnya itu.


" Saya mau pergi buk." jawab Aira sopan.


" Mbak Aira, yang tadi itu siapa?. Calon suami nya yaa." tanya ibu yang kedua. Aira hanya tersenyum mendengar ucapan ibuk - ibuk itu.


" Mbak Aira pinter ya pilih calon suami. Udah ganteng, keren, gagah, kaya lagi." tukas ibuk - ibuk itu.


" Iya harus dong buk. Untuk memperbaiki nasib ya kan mbak." seru yang satunya lagi.


Aira mulai jengah dengan omongan ibuk - ibuk itu. Dia menghela nafas panjang dan diam tak menyauti ucapan mereka. Tiba - tiba mobil Revan sudah ada di depannya dan Aira pun berpamitan kepada ibuk - ibuk disana.


Saat sudah masuk ke dalam mobil Aira melihat ibuk - ibuk itu masih asyik berbincang - bincang. Entah apa yang di bicarakan. Aira tak bisa mendengarnya nya.


" Pasti mereka bergosip lagi." gumam Aira lirih.

__ADS_1


" Kamu ngomong apa yank?." tanya Revan.


" Gak. Aku gak ngomong apa - apa." seru Aira.


Wajah Aira terlihat bete. Revan berulang kali melirik ke arah kekasihnya itu. Sepanjang perjalanan mereka begitu sunyi senyap. Tak ada obrolan sama sekali.


Aira melihat ke luar jendela. Dia begitu terkesiap ketika mobil Revan masuk ke dalam parkiran toko perhiasan. Dia menoleh ke arah Revan.


" Ngapain kita berhenti disini?." tanya Aira.


" Ayo turun. Nanti kamu juga tau." tukas Revan.


Mereka pun turun dan Revan merangkul bahu Aira lalu memasuki toko perhiasan tersebut. Mereka pun di sambut hangat oleh para pramuniaga disana.


" Mbak mau lihat cincin kawin." jelas Revan.


Aira pun menoleh kearah Revan. Revan pun hanya tersenyum menatap kekasihnya itu.


Pramuniaga disana secara sigap mengambil beberapa model cincin kawin disana. Ada lima pasang cincin kawin dengan model berada yang di tunjukan oleh pramuniaga itu.


Revan melihat cincin disana dengan seksama. Aira pun jadi ikut melihat - lihat detail cincin kawin disana.


" Kamu suka yang mana sayang?." tanya Revan.


" Ini buat kita." tanya Aira .


" Iya lah. Buat siapa lagi." jawab Revan.


Aira masih belum puas dengan jawaban Revan. Bahkan dia belum tau jawaban keluarga Revan tentang hubungan mereka. Apakah mereka setuju atau tidak.


" Yang mana sayang?." tanya Revan lagi.


Aira memilih cincin baris kedua. Dengan model ukiran dan mata permata kecil di sisi depannya.


" Yang ini?." tanya Revan.


" Modelnya simple. Aku suka." jelas Revan.


" Ya udah yang ini aja mbak." tukas Revan pada pramuniaga itu.


" Dalam nya di ukir nama kita ya mbak." pinta Revan.


" Tiga hari bisa selesai mbak." tanya Revan lagi.


" Bisa mas." jelas pramuniaga itu lalu menyerahkan nota kepada Revan. Pramuniaga itu pun juga meminta nomer telepon Revan.


" Nanti kalau sudah selesai akan kami kabari mas." ujar pramuniaga itu.


" Iya mbk. Terima kasih ya." seru Revan.


Setelah keluar dari toko perhiasan itu, mereka berdua kembali memasuki mobil.


" Van, kamu belum bilang ke aku tentang pendapat keluargamu tentang kita." tanya Aira. Revan menoleh ke Aira. Lalu dia mengambil sealtbel dan memasangkan di tubuh Aira. Aira menatap wajah Revan yang membisu itu.


" Pasang sealtbel mu." serunya lalu membalas tatapan mata Aira dan mencium nya sekilas. Aira mendorong tubuh Revan.


Revan tersenyum melihat kelakuan wanita nya itu. Sementara Aira menggerutu kesal akan kelakuan Revan barusan.


" Minggu besok keluarga ku akan datang ke rumahmu. Mereka mau melamar mu untuk diriku." jelas Revan.


Aira tercekat dan menoleh ke arah Revan. Terlihat Revan sedang menahan senyum di wajahnya. Aira tak percaya akan kata - kata Revan. Tidak mungkin keluarga nya menerima dia dan statusnya itu.


" Jangan bercanda Revan." seru Aira.


" Apa aku terlihat bercanda honey?." tanyanya.


" Tidak mungkin keluarga mu menerima ku dan kita ti ... "

__ADS_1


" Ssstttt ... Nyata nya ini yang terjadi." Revan menahan bibir Aira dengan telunjuk tangannya dan Aira pun menghentikan bicara nya seketika.


Dia masih tak percaya dengan semuanya. Dia menatap wajah kekasihnya lagi.


" Aku tidak bercanda sayang." seru Revan dan tetap melihat kedepan. Lelaki itu mengetahui maksud dari tatapan kekasihnya.


" Benarkah itu?." tanya Aira.


Revan mengangguk mengiyakan ucapan Aira. Aira pun tersenyum dan memeluk lengan Revan. Revan pun tergelak melihat kelakuan kekasihnya ini.


" Kamu bilang minggu keluarga mu datang ke rumahku?." tanya Aira tiba - tiba.


" Iya. Kamu kasih tau mama dan Santi ya." ujar Revan.


" Apa tidak terlalu cepat. Ini terlalu cepat Revan. " tukas Aira.


" Semakin cepat semakin baik kan. Karena segala niat yang baik itu harus di percepat." jelas Revan.


" Tapi Van ... "


" Gak ada tapi - tapi an. Kamu serius apa gak sih sama aku?." tanya Revan kesal.


" Ya serius."


" Ya sudah kalo begitu gak usah pake alasan apapun." ujarnya. Aira pun terdiam.


" Aku ingin segera kamu menjadi milikku. Aku tidak ingin kamu menanggung semua penderitaan ini sendirian." jelas Revan.


Aira pun masih terdiam. Bagi nya keputusan Revan untuk menikahinya ini begitu cepat. Dia masih tak ada persiapan apapun.


" Kita mau kemana lagi ini?." tanya Aira saat melihat jalan yang di laluinya ini bukan jalan tempatnya tinggal.


" Mau ke butik. Membeli baju." tukas Revan malas. Dia begitu kesal dengan ucapan kekasihnya tadi. Seakan - akan wanita nya ini enggan bersama nya selamanya. Padahal dia sudah bersusah payah mendapatkan restu dari ayahnya itu.


Sesampainya mereka di butik. Mereka berdua pun masuk. Tapi kali ini Revan berjalan mendahului Aira. Dia tidak merangkul atau menggandeng airaw seperti tadi waktu di toko perhiasan. Aira pun berjalan di belakang Revan.


Pramuniaga disana pun menyapa mereka dengan hangat. Revan pun menginstruksi kan mereka untuk membantu mereka memilih kebaya untuk Aira.


Pramuniaga itu pun menuntun Aira untuk ke arah baju kebaya dan membantu memilih kan untuk Aira.


Saat Aira memilih kebaya, tak sengaja tangannya membuka bandrol harga disana. Mata nya melotot hampir keluar dari rongga nya saat mengetahui harga kebaya itu.


" 2,7 juta !!!. Gila mahal bener nih kebaya." gumam Aira dalam hati.


" Ini mah gajiku selama sebulan kalo segitu." gumamnya lagi.


Revan pun menghampiri Aira yang tampak bingung dari jauh.


" Kamu pilih beberapa lalu kamu coba di ruang ganti. Aku duduk disini dan akan menilai nya." tukas Revan pada Aira.


Aira mendekat kepada Revan dan membisikkan ke telinga Revan.


" Van disini kebaya nya mahal - mahal. Kita pergi ke pasar grosir saja. Disana juga banyak kebaya kayak gini dan harganya lumayan terjangkau." bisik Aira kepada Revan.


" Sudah disini saja. Kamu pilih yang mana yang kamu suka. Aku akan membantumu memilih." jelas Revan.


Revan pun membantu memilih kebaya untuk Aira. Di pilih nya kebaya warna hijau botol, warna maroon dan warna hitam. Lalu di berikannya kepada Aira. Pramuniaga pun mengantar Aira mencoba di kamar pas disana.


Sementara Revan duduk di sofa yang telah di sediakan. Dia pun menanti kelas itu berganti kebaya disana.


Aira mencoba kebaya yang pertama, warna hijau botol. Kebaya itu terlihat sangat indah dan pas di tubuh Aira. Aira melangkah keluar dari kamar pas dan berdiri di hadapan Revan.


Revan begitu terkesiap saat melihat kekasihnya itu begitu sangat cantik dengan balutan kebaya yang di kenakannya. Tapi di rasa Revan warna kebaya itu kurang begitu pas .


~ **Happy reading ~


Jangan lupa kasih like, komen dan vote yaaa** ....

__ADS_1


__ADS_2