
Reihan tampak senang saat melihat Kirana tertawa puas ketika memakan gelato yang di inginnya. Keluarga kecil itu tampak sangat bahagia dan harmonis. Atmaja yang tengah duduk di depan mereka pun tersenyum senang melihat kebahagiaan mereka.
" Papa mau makan apa?." tanya Amanda ketika melihat papa mertuanya hanya minum secangkir kopi.
" Papa masih kenyang." jawab Atmaja.
" Tapi ini sudah masuk jam makan siang loh Pa." tukas Rei. Amanda mengangguk mengiyakan.
" Apa saja lah. Terserah kalian saja." jawab Atmaja pasrah.
Reihan memanggil pelayan yang ada disana. Pelayan itu pun datang menghampiri meja mereka. Reihan memesan ikan bakar untuk papa nya, lobster untuk kirana dan cumi bakar untuk Amanda. Sementara dirinya memesan makanan yang sama seperti Amanda.
Mereka pun kembali berbincang - bincang sambil menunggu pesanan mereka datang.
" Kak Rei, Kak Manda ... " sapa perempuan yang menghampiri meja mereka tiba - tiba.
" Sheila ... " seru Reihan yang kaget dengan kehadiran perempuan itu.
" Oom Atmaja." sapa sheila lalu menjabat tangan Atmaja. Atmaja pun tersenyum melihat perempuan itu.
" Sedang apa kamu disini, La?." tanya Reihan.
" Aku dari toko buku kak. Ada buku yang ingin ku beli." jawab Sheila sambil menunjukkan paper bag berisi buku.
__ADS_1
" Hai kirana. Aduuhh udah besar ya. Tambah cantik lagi." tukas Sheila saat melihat kirana.
" Terima kasih tante. Tante juga cantik." ujar kirana sambil tersenyum.
" Kamu sudah makan siang, La?." tanya Amanda. Sheila menggelengkan kepalanya.
" Pesen aja La. Kita makan siang bareng. Mumpung ketemu disini. Jarang - jarang kan kita makan bareng begini." tukas Reihan.
Sheila terdiam. Dia menatap keluarga itu. Lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling restoran itu.
" Revan kemana?." tanya sheila yang tak menemukan lelaki yang di cintainya.
" Revan di rumah. Dia tidak ikut. Tadi dia masih tidur. Jadi kita tinggal." jelas Atmaja. Sheila tersenyum mendengar itu. Ada kekecewaan di raut wajahnya.
" Gimana kerjaan kamu?." tanya Atmaja.
" Papa mama kamu gimana kabarnya?." imbuh Atmaja lagi.
" Alhamdulillah mereka juga baik - baik saja. Oom sendiri gimana keadaannya?." seru Sheila.
" Seperti yang kamu lihat sekarang. Oom baik - baik saja. Tapi mood nya aja yang lagi buruk." ujar Atmaja. Reihan dan Amanda saling bertatapan. Lalu mereka menatap wajah ayah nya itu.
" Kenapa oom?." tanya Sheila penasaran.
__ADS_1
Atmaja menghela nafasnya. Dia ingin berbicara lebih lanjut. Tapi Reihan masih menatap wajah ayahnya lekat - lekat. Atmaja tau apa maksud dari wajah anak lelaki nya itu.
" Apa semua gara - gara Revan?." tanya Sheila menebak apa yang ada di pikiran lelaki tua itu.
" Ya begitulah. Kamu kan tau sendiri gimana watak Revan. Dia sangat keras kepala. Oom sampai kehabisan kata - kata menghadapinya." ujar Atmaja.
Sheila terdiam dan menundukkan kepalanya. Atmaja menatap ke arah Sheila.
" Kamu ... Kenapa bisa putus dengan Revan?." tanya Atmaja tiba - tiba. Sheila menoleh dan menatap wajah Atmaja. Reihan dan Amanda pun tercekat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut papa nya itu.
" Apa kamu sudah tidak mencintai Revan lagi?." tanya Atmaja kembali. Sheila tersenyum getir mendengar itu.
" Mana mungkin Lala tidak mencintai Revan oom. Lala masih sangat mencintai Revan. Revan cinta pertama Lala. Tapi ..." kata - kata Sheila tercekat dan berhenti begitu saja. Dia menatap wajah Atmaja. Matanya sudah berkaca - kaca. Dia menggigit bibir bawahnya untuk menahan tangisnya itu.
Amanda yang ada di sebelah Sheila pun mengusap punggung gadis itu agar lebih tenang. Tapi gadis itu malah terisak di pelukannya. Amanda memeluk tubuh Sheila yang mulai sesenggukan disana.
Atmaja yang melihat itu pun menghela nafasnya. Dia menepuk - nepuk lengan Sheila. Sheila mencoba menenangkan dirinya. Di usapnya air mata yang meleleh tadi.
" Maaf oom. Lala jadi terbawa suasana." seru perempuan itu. Atmaja menggenggam tangan sheila sambil menepuk - nepuk punggung tangan gadis itu.
" Main lah kerumah Revan besok. Oom ingin ngobrol denganmu." ujar Atmaja. Sheila pun tersenyum mengangguk mengiyakan permintaan lelaki tua itu.
Makanan mereka pun datang. Dan mereka pun makan siang bersama. Saat makan pun Atmaja berulang kali menatap gadis di sebelahnya itu.
__ADS_1
" Sheila jauh lebih pantas bersanding dengan Revan daripada perempuan itu." gumam Atmaja dalam hati.
Dia berniat untuk menyatukan mereka berdua kembali.