Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 136 Aku mendengar Suara Mu


__ADS_3

Malam pun tiba. Rumah itu tampak sunyi dan sepi. Revan sudah berada di dalam kamarnya. Dia masih setia duduk di tepi ranjang tempat tidurnya sambil terus memandang foto sang istri.


Tubuhnya terasa begitu lelah. Dan matanya pun mulai kantuk. Tapi dia begitu enggan untuk sekedar merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk itu. Pikirannya kosong memandang foto cantik sang istri yang baru tadi sore di kebumikan.


Revan menghela nafas dengan berat. Di usapnya tengkuknya yang mulai memberat itu. Di angkat lah kaki nya secara perlahan. Terasa sangat ngilu di daerah kaki dan pinggangnya. Tapi tak dirasa kan oleh dirinya. Kaki nya di selonjorkan di atas tempat tidur nya. Perlahan dia mulai merasakan kantuk dan memejamkan matanya.


.


.


.


*****


.


.


Revan mengernyit kan keningnya ketika ada sesuatu yang mengusik tidur lelapnya. Dia mencoba untuk tidak menghiraukan gangguan itu. Karena memang dirinya kini sangat mengantuk. Revan berdecak dalam tidurnya ketika gangguan itu datang mengganggunya lagi.


" Hei .. Apa tidurmu nyenyak?. Maaf aku telah mengusik tidurmu." Suara itu terdengar lembut di telinga Revan. Revan masih mengernyit kan keningnya mencoba mengenali suara yang mengganggu tidurnya.


Kepalanya seperti ada yang mengusap dan membelai rambutnya. Revan ingin sekali membuka matanya tapi sungguh sangat sulit sekali untuk di buka. Seperti ada lem yang merekatkan di kedua pelupuk matanya.


" Aku mencintai mu ..." samar - samar Revan mendengar kalimat itu.


Suara yang paling dia kenali. Suara Aira. Revan semakin ingin membuka matanya tapi tidak bisa.


" Jaga Attar anak kita baik - baik ya sayang. Berikan dia kasih sayang yang tulus dan banyak. Aku tidak ingin dia merasa kesepian tanpa mama nya." suara itu terdengar lembut di telinga nya.


Aira!. Ini suara Aira!. Ini mikpi kah atau kenyataan?. Bukannya dia sudah ... Aakkhh aku tidak perduli!. Aku ingin melihat wajah nya. Aku ingin berbicara dengannya. Aku ingin memeluk tubuhnya. Aira!. Aira!. gumam Revan dalam hatinya.

__ADS_1


Sekuat apapun dia mencoba membuka matanya. Sesulit itu ketika dia ingin membuka matanya.


Ada sebuah tangan masih terasa membelai kepala serta rambut Revan. Tubuh Revan seperti kaku. Dia tidak bisa bergerak sama sekali. Dia hanya bisa merasakan kehadiran Aira tanpa bisa melihat nya secara langsung.


" Aira!!." teriak Revan membuka mata dengan nafas yang tersengal - sengal seperti habis berlari beberapa kilometer itu. Keringat dingin pun memenuhi kening lelaki itu.


Revan menatap sekeliling. Tapi dia tak mendapati sesosok wanita yang tadi membelai kepalanya dan berbicara kepadanya.


Revan mengusap wajahnya secara kasar. Mencoba menenangkan dirinya dan menyadarkan dirinya. Jika sang istri sudah pergi meninggalkan dirinya selama - selamanya.


Revam menatap jam di dinding yang setia berdetak. Pukul 1 dini hari. Revan kembali merebahkan tubuhnya. Di sentuhnnya rambut dan kepalanya.


Tidak mungkin kalau yang tadi dia rasakan itu mimpi. Semua terasa nyata baginya. Sentuhan tangan Aira dan suara wanita itu. Dia sungguh sangat hafal sekali.


Dan sekarang, kamar itu di penuhi dengan aroma bunga melati yang sangat semerbak. Revan sampai terlena dengan bau harum bunga melati itu.


Revan terus menatap foto dirinya dan Aira yang terpajang rapi di dinding kamar itu. Terlihat Aira dengan baju kebaya putih dan memakai riasan yang terlihat begitu cantik. Revan tersenyum melihat foto itu.


Revan kembali terisak dalam tangisnya. Di merutuki kebodohan dan kesalahannya yang sangat tidak termaafkan itu. Kalau dia tidak mengusir sang istri. Wanita itu masih disini bersama dengan dirinya dan anaknya.


Dia masih bisa melihat wajah Aira yang tersenyum. Wajah Aira yang tertawa dan wajah Aira yang sedang marah dan ngambek. Tapi nasi sudah jadi bubur. Semua yang sudah terjadi tidak dapat di putar kembali.


Saat Revan sedang menangis. Dia melihat pantulan wajah Aira di dalam cermin. Dia tersenyum ke arah Revan. Revan mengusap air matanya. Dia pun memicingkan matanya untuk menajamkan pengelihatannya.


" Aira!." seru Revan.


Aira hanya terdiam lalu tersenyum. Dan tiba - tiba hilang di sertai suara pintu kamar yang terbuka.


" Revan!. Kamu belum tidur?." tanya Atmaja ketika melihat Revan terduduk di atas tempat tidurnya. Revan masih menatap ke arah cermin.


" Ada apa nak?. Kenapa kamu melihat cermin?." tanya Atmaja sambil melangkah ke arah Revan.

__ADS_1


" Pa!. Aira Pa." seru Revan dengan serius.


" Aira?. Nak ikhlaskan dia Revan. Biarkan dia beristirahat dengan tenang di sana." ujar Atmaja.


" Bukan Pa!. Aku melihat Aira!." jelas Revan.


" Kamu melihat Aira dimana nak?. Di mimpi mu?. Revan!. Kamu tau kan mimpi itu hanya bunga tidur. Sudah sekarang kamu istirahat saja." tukas Atmaja.


" Aku melihat Aira di cermin Pa!. Dia ada disini!. Dia ada di kamar ini Pa!." seru Revan antusias. Atmaja menghela nafasnya berat.


" Bukan nak!. Kamu hanya bermimpi. Aira tidak mungkin ada disini!. Sudah kamu tidur saja. Sudah malam. Pikiranmu sudah jalan - jalan kemana pun. Sekarang kamu istirahat. Jangan mikir yang aneh - aneh lagi." tukas Atmaja lalu beranjak dari kamarnya..


.


.


.


.


~ Hai readers ...


Minal Aidzin Wal Faidzin ...


Mohon maaf lahir dan batin ...


Stay at home ya honey ...


Tetap di rumah saja. Jangan pergi kemana pun dulu. Biarkan sampai pandemi ini berakhir dan hilang dulu.


Jangan lupa tetap jaga jarak keamanan ketika di tempat umum. Semoga kita semua di berikan kesehatan, keselamatan dan umur panjang.

__ADS_1


Salam hangat dari surabaya. Muuaaaaaccchhhh .....


__ADS_2