
Kini Revan dan Aira telah sampai di rumah Aira. Aira masuk dan bergegas menuju dapur. Tadi saat di perjalanan mereka sempat mampir membeli makanan untuk makan malam.
Aira mengambil piring dan sendok di dapur. Dia membuka rice cooker dan melihat ada nasi apa tidak. Ternyata masih ada nasi kemaren yang cukup untuk mereka berdua.
" Van ... Bisakah kau kemari sebentar. " teriak Aira dari dalam rumah memanggil Revan yang tengah duduk di ruang tamu sambil menonton televisi.
Revan yang mendengar Aira berteriak memanggilnya pun beranjak dari duduknya dan bergegas masuk ke dalam.
" Ada apa?." tanya nya saat melihat Aira berdiri di depan rice cooker di atas meja.
" Tolong kamu bawa piring ini ke depan. Aku mau bawa rice cooker ini ke depan." seru Aira.
" Udah piring ini kamu aja yang bawa. Biar rice cooker nya aku yang bawa." jelas Revan.
" Gak usah Van biar aku saja. " pinta Aira.
" Udah aku aja." paksa Revan.
Aira mengambil piring di meja dan melangkah ke depan. Di belakang Revan mengambil serbet dan mengangkat tempat rice cooker dan membawa nya ke depan.
" Awas panas." seru Revan.
Aira membuka kemasan lauk pauk yang tadi dia beli. Dia membeli ikan gurami bakar kecap dan udang saus mayonaise. Revan mengambil nasi di piring. Dia sudah tidak sabar ingin memakan makanan nya itu.
Bau ikan bakar yang menggoda sudah membuat perut nya keroncongan. Aira tersenyum melihat Revan yang tengah tidak sabar itu.
" Selamat makan." seru Revan.
Mereka pun memakan nasi dan lauk disana dengan sangat lahap. Sesekali Revan melirik ke arah Aira. Di lihatnya Aira begitu menikmati makanannya.
" Kamu suka?." tanya Revan sambil menatap Aira yang tengah lahap. Aira hanya mengangguk tanpa bersuara.
Setelah selesai makan, Revan membantu Aira membereskan piring kotor dan membawanya ke belakang. Aira terlihat menyapu ruang tamu tersebut hingga ke depan teras. Tiba - tiba terdengar suara ponsel berdering. Aira berjalan menghampiri suara tersebut ternyata ponsel milik Revan yang berbunyi. Sementara Revan tengah mencuci tangan si belakang.
Di lihat nya id call di layar ponsel tersebut. Tertera nama ' Kak Reihan ' di layar ponsel tersebut.
__ADS_1
" Kok tiba - tiba perasaan ku gak enak. " gumam Aira dalam hati.
" Dooorrrr !!!!." seru Revan mengagetkan Aira dari belakang. Aira pun sempat tersentak kaget mendengar seruan Revan. Revan melihat ponselnya yang tengah di pegang oleh Aira.
" Ada apa?." tanya Revan tak mengerti. Aira pun menyodorkan ponsel yang di pegangnya kepada Revan.
" Tadi ponsel mu berbunyi." jawab Aira gugup.
Revan mengambil ponselnya di tangan Aira. Dia melihat ada panggilan tak terjawab dari kakak nya. Revan mengerutkan dahi nya.
" Kak Reihan bilang apa?." tanya Revan.
" Gak bilang apa - apa. Orang ponselnya langsung mati ketika aku mau mengangkat." jawab Aira.
Revan mengangguk mengiyakan ucapan kekasihnya itu. Tiba - tiba ponselnya berdering kembali. Revan langsung mengangkatnya.
" Hallo kak ada apa?." tanya Revan saat terdengar suara dari balik ponsel.
" Hallo Van, kamu kemana aja. Dari tadi aku telepon gak kamu jawab." seru kakaknya itu.
" Besok papa, Amanda sama kirana berangkat ke rumah mu. Mereka naik penerbangan kedua. Mungkin sampai sana sore hari. Kamu jangan lupa jemput mereka ya." jelas Reihan.
" Iya. Lah kakak sendiri gak ikut kesini?." tanya Revan.
" Aku masih ada pekerjaan. Malam harinya aku akan langsung ke tempatmu." jelas kakaknya itu.
" Ok aku mengerti." jawab Revan.
" Besok jangan lupa jemput mereka loh Van." seru kakak nya. Revan mengiyakan ucapan kakaknya dan mematikan ponselnya tersebut. Terlihat Revan tengah menghela nafas panjang.
" Ada apa Van?." tanya Aira khawatir.
" Besok keluarga akan datang. Kak Rei cuma bilang aku jangan lupa menjemput mereka besok di bandara." jelas Revan.
Seketika itu Aira pun juga teringat. Kalau dia juga belum memberi tahu kabar ini kepada mama dan adiknya Santi
__ADS_1
" Van, aku lupa belum kasih tau mama dan juga Santi." tukas Aira.
" Lah kamu gimana sih?. Kan sudah aku suruh buat kasih tau mereka." jawab Revan kaget.
" Iya. Aku lupa." seru Aira. Revan berdecak kesal melihat kelakuan kekasihnya itu.
" Kamu bisa antar aku ke rumah nenek?." tanya Aira.
" Bisa. Kapan?." tanya Revan.
" Ya sekarang lah. Keluarga mu jadi kesini hari apa." ujar Aira.
" Ya minggu lah."
" Tapi ini kan masih hari rabu." tanya Aira.
" Terus kenapa?." tanya Revan tak mengerti.
" Kenapa keluarga mu sudah datang besok." tanya Aira.
" Ya mereka kan juga ingin siap - siap juga." jawab Revan.
" Ohh iya ya. Aku lupa." seru Aira.
" Jadi kita ke rumah nenek kamu." tanya Revan.
" Iya dong." jawab Aira.
" Semoga mama tidak syock mendengar rencana kamu yang mendadak ini." gumam Aira.
Revan hanya tersenyum menanggapi kekasihnya itu. Mereka pun bergegas menuju rumah nenek untuk memberi tahu keluarga nya masalah kelanjutan hubungan mereka.
~ Happy reading ~
Jangan lupa kasih like, komen, dan vote nya yaaa .....
__ADS_1