Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 68 Pasca Menikah


__ADS_3

Matahari sudah mulai meninggi. Selepas acara tadi pagi, mbok sum dan mbk Aminah berpamitan pulang. Karena mereka masih harus beres - beres rumah dan menyiapkan kamar yang akan di tempati oleh Revan dan Aira nantinya.


Para tamu dan keluarga juga sudah kembali ke rumah mereka masing - masing. Hanya beberapa keluarga saja yang masih asyik mengobrol di depan rumah sambil membereskan sampah - sampah yang berserakan.


Aira juga sudah berganti dengan pakaian biasa. Make up nya juga sudah di hapus dan di bersihkan. Kini dia sedang membantu mama nya yang tengah sibuk membuatkan minum untuk para saudara nya yang masih di depan rumah.


" Sini ma, biar aku saja yang buat minum." ujar Aira.


" Gak usah nak. Revan mana?." tanya mama nya sambil menuang teh ke dalam teko besar.


" Ada di kamar. Lagi istirahat." jawab Aira.


" Kamu temani suami mu saja sana. Kamu pasti capek juga kan." tukas mama nya.


" Yakin gak ada yang bisa Aira kerjakan nih." tanya Aira kepada mama nya.


" Gak ada. Sudah sana kamu istirahat." seru mama nya. Aira pun beranjak dari dapur menuju kamar nya. Dia pun berhenti di depan pintu kamarnya. Rasanya canggung sekali. Dia menatap sejenak pintu kamar tersebut sambil menghela nafas panjang.


" Lagi apa mbak?." tanya Santi yang keluar dari kamarnya dan melihat kakak nya berdiri di depan pintu.


" Gak ada apa - apa. Hehehe." jawab Aira malu.


Santi tersenyum melihat kelakuan aneh kakaknya. Dia pun berniat menggoda kakaknya itu.


" Sudah sana masuk. Sudah di tungguin mas Revan tuh. Tapi ya gitu, jangan keras - keras. Pelan - pelan saja." santi berbisik di telinga Aira.


" A apaan sih. Dasar mesum." tukas Aira malu lalu langsung membuka pintu kamar dan menutupnya. Santi tertawa puas melihat kelakuan kakaknya yang lucu itu.


" Padahal dia kan sudah pernah menikah. Kenapa masih malu - malu begitu. Dasar bodoh." gumam Santi lirih lalu pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Kini Aira sudah berdiri di depan pintu kamar nya. Di lihatnya Revan sudah berbaring di tempat tidurnya. Hatinya berdebar melihat pemandangan yang masih terasa asing baginya itu. Dia menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan. Kini perlahan dia berjalan mendekati ranjang tempat tidurnya itu. Terdengar suara dengkuran halus dari lelaki itu. Aira pun tersenyum mendengar itu.


" Dia sudah lelap ternyata. Pasti tadi malam gak bisa tidur ya. Sama. Aku juga gak bisa tidur." tukas Aira sambil mengusap lembut rambut Revan. Tanpa pikir panjang, Aira pun ikut merebahkan tubuhnya di samping lelaki itu. Sebentar saja Aira sudah terlelap di buatnya.


*****


Hari sudah semakin sore. Tapi pasangan pengantin baru itu masih belum menunjukkan hidung mereka. Mereka berdua masih terlelap dalam mimpi mereka masing - masing.


" Apa yang mereka lakukan?. Jam segini belum ada yang keluar." gumam Santi saat melihat pintu kamar kakaknya masih tertutup rapat.


" Mbak mu belum bangun, San?." tanya nenek nya saat melihat Santi berdiri di depan kamarnya.


" Belum nek. Apa perlu Santi bangunin?." seru Santi.


" Gak usah. Jangan. Mungkin mereka lelah." sahut Kinanti yang keluar dari dalam kamar Santi.


" Sudah sana, katanya kamu mau mandi." tukas Kinanti pada Santi. Santi pun beranjak menuju kamar mandi.


Dia berbalik menghadap Revan. Di lihatnya wajah lelaki yang tengah terlelap itu. Wajahnya sungguh sangat polos seperti bayi yang tertidur. Aira tersenyum melihat wajah Revan. Dirinya masih tidak menyangka kalau lelaki di hadapannya ini telah menjadi suaminya. Tangannya bergerak menyentuh hidung mancung lelaki itu. Kemudian menyusuri pipinya. Terlihat dengan jelas rahang kuat suaminya itu.


Revan mengerutkan dahi nya. Dia merasa ada yang mengusik tidur lelapnya. Sambil sedikit berdecak, Revan melanjutkan tidurnya kembali. Aira tersenyum melihat ekspresi wajah Revan. Dia menyentuh kembali pipi Revan membentuk sebuah bulatan - bulatan kecil di pipi lelaki itu. Revan yang kembali terusik pun menggoyang - goyangkan kepalanya untuk menjauhkan gangguan tersebut.


" Sayang. Sampai kapan kamu mau tidur?." tanya Aira perlahan. Revan yang mendengar panggilan kata sayang pun mulai bergerak ke kanan dan ke kiri untuk meregangkan otot pinggangnya yang kaku. Dia mulai mengerjap perlahan. Di lihatnya sekeliling sambil mengumpulkan nyawa nya yang masih setengah sadar itu.


" Ini dimana?." tanya Revan bingung.


" Alam barzah!." seru Aira. Revan langsung menoleh dan menatap ke arah Aira. Sedangkan Aira kini mulai mendudukan tubuhnya di samping tempat tidur.


" Cepat bangun. Ini sudah sore." tukas Aira. Revan kembali merebahkan tubuhnya sambil memeluk guling disana.

__ADS_1


" Aku masih ngantuk nih sayang." ujar Revan manja. Aira menarik - narik tangan Revan menyuruhnya untuk segera bangun. Tapi Revan malah mengeratkan pelukannya ke guling yang ada di tempat tidur itu. Terjadi lah aksi saling tarik menarik. Hingga akhirnya Aira lelah dan menghempaskan tangan Revan begitu saja.


" Kamu mau kemana?." tanya Revan dengan suara khas bangun tidur.


" Mau keluar." jawab Aira.


Revan bangun dari tidurnya dan beranjak dari tempat tidurnya itu. Terlihat rambutnya yang masih acak - acakan. Aira menyentuh kepala lelaki itu dan merapikannya. Revan memeluk tubuh Aira dengan erat. Lalu menciumi pipi perempuan itu berulang - ulang.


" Istri ku sayang." seru nya. Aira tersenyum melihat kelakuan Revan yang lucu itu. Revan terus memeluknya dengan erat.


" Sudah sana mandi dulu. Biar segar badannya." tukas Aira sambil mengusap punggung suaminya itu. Revan pun melepas pelukannya dan membuka pintu kamar tersebut menuju kamar mandi. Aira mengambilkan handuk bersih yang ada di dalam lemari. Dan membereskan tempat tidurnya yang sedikit berantakan itu.


" Sudah bangun kamu, nak?. Mana suami mu?." tanya Kinanti saat melihat Aira keluar dari dalam kamar.


" Lagi mandi Ma." jawab Aira.


Santi yang melihat kakaknya pun langsung menggoda nya.


" Ciyeee ciyeee .... " seru Santi. Aira memukul lengan adiknya itu.


" Kamu jadi pulang ke rumah Revan nak?." tanya Kinanti.


" Iya jadi ma. Besok Revan kan harus bekerja." tukas Aira sambil mengambil kue dan di masukkannya ke dalam mulutnya.


" Jaga diri baik - baik disana. Jangan bertengkar dengan suami mu. Yang rajin. Jangan malas - malas. Kamu harus pinter - pinter mengurus suami mu." ujar nenek Aira. Aira hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan ucapan neneknya itu.


" Rumah ini bakal sepi deh tanpa mbak Aira." jelas Santi sedikit sedih.


" Nanti mbak sering - sering main kesini dan ke rumah nenek." seru Aira. Kinanti memeluk tubuh anak perempuan nya itu. Ada perasaan senang, bahagia, dan rasa takut dalam benaknya.

__ADS_1


" Semoga kamu bahagia selalu ya nak." ujar Kinanti sambil mengecup kedua pipi Aira.


__ADS_2