
Ketika selesai mandi, Revan begitu terkesiap saat membuka pintu melihat bantal berserakan di depan pintu kamar mandi. Dia melihat istrinya tengah meringkuk di atas ranjang tempat tidur dengan suara sesenggukan seperti habis menangis.
" Sayang sebenarnya kamu itu kenapa sih?. Tiba - tiba marah gak jelas seperti ini. Aku gak tau letak kesalahanku dimana. Tolong jangan begini dong. Kamu bilang, salah ku dimana. Jangan uring - uringan gak jelas begini." tukas Revan saat menghampiri istrinya di tempat tidur.
Alih - alih Aira bakal ngomong. Tapi ternyata istrinya tambah menangis sejadinya disana. Dia semakin mengeraskan tangisannya. Revan berdecak kesal melihat kelakuan absurd istrinya ini. Tidak seperti biasanya. Hari ini istrinya begitu menguji kesabarannya.
" Sayang. Sudah dong. Jangan menangis lagi." ujar Revan frustasi karena melihat istrinya semakin menjadi saja tangisnya. Revan mengusap kepala nya yang basah secara kasar. Dia sungguh tak mengerti dengan kelakuan istrinya saat ini.
" Iya iya aku minta maaf. Aku minta maaf. Aku yang salah sayang. Udah ya jangan nangis lagi. Aku minta maaf." tukas Revan membujuk istrinya tersebut. Revan menarik tubuh istrinya dan memeluk nya dengan erat. Aira hanya terdiam dan masih sesenggukan dalam pelukan Revan.
" Maafin aku ya. Maafin aku yang gak bisa ngertiin kamu. Aku gak tau kamu kenapa saat ini. Yang pasti aku sangat mencintaimu. Aku gak mau lihat kamu menangis dan bersedih seperti ini lagi. Maafin aku sayang." jelas Revan sambil mengusap kepala dan punggung istrinya.
" Bener kamu mencintai ku?." tanya Aira dalam isak nya.
Pertanyaan konyol. gumam Revan.
" Iya sayang. Aku sangat mencintaimu. Tak ada yang lain di hatiku selain kamu." jawab Revan seraya memeluk tubuh istrinya lagi.
Aira begitu senang mendengar itu. Dia tersenyum di sela - sela isak tangisnya. Dia semakin mengeratkan pelukan Revan.
" Sayang. Kamu kenapa bau begini?." tanya Aira sambil menjauhkan tubuhnya dari pelukan Revan. Revan begitu kaget mendengar ucapan istrinya. Dia menciumi aroma tubuhnya sendiri. Wangi. Kan dia baru saja selesai mandi.
" Gak bau sayang. Aku baru saja selesai mandi kan. Nih masih bau sabun dan shampo. Cium deh." ujar Revan sambil mendekat ke arah Aira.
__ADS_1
" Stop!. Jangan mendekat!. Kamu bau iihh. Aku jadi mual kan." tukas Aira sambil berjalan menghindari suaminya.
Revan begitu tak terima saat di bilang bau. Jelas - jelas dia baru saja selesai mandi. Dia beranjak masuk ke dalam kamar mandi lagi.
" Perasaan gak bau. Wangi kok. Kenapa dia bilang tubuhku bau. Apa ada masalah sama hidungnya. Dasar aneh." gumam Revan kesal. Dia pun melepas baju yang di pakainya dan mandi sekali lagi. Kali ini dia menggosok tubuhnya dengan sabun secara kuat. Agar bau yang di maksud istrinya itu hilang dari tubuhnya.
Aira duduk di atas tempat tidur sambil memainkan game yang ada di ponselnya. Dia sudah tampak senang. Tidak seperti tadi yang begitu menyebalkan. Revan keluar dari dalam kamar mandi. Dia menghampiri istrinya yang ada disana.
" Aku sudah selesai mandi lagi. Nih cium udah gak bau lagi kan." tukas Revan sebal. Aira melirik ke arah Revan. Kepala nya sedikit mendekat ke arah tubuh suaminya. Aira mengernyitkan dahinya.
" Masih bau. Kamu mandi pakai sabun gak sih?. Dasar jorok iihh. Kamu tadi abis ngapain aja sih di rumah sakit. Sampai sebau ini. Gak seperti biasanya." protes nya lagi.
Revan begitu geram. Dia melempar handuk yag ada di lehernya ke sembarang arah. Dia pun naik ke atas tempat tidur menghampiri istrinya.
" Nih cium dengan benar. Orang udah wangi begini masih di bilang bau. Hidung mu itu yang bermasalah." ujar Revan kesal sambil mengusap badannya ke tubuh istrinya. Aira berteriak - teriak menghindari Revan. Tapi tak di hiraukannya.
" Siapa sih yang bau?. Aku udah wangi begini masih di bilang bau. Hidung kamu itu yang gak beres. Ayo kita periksa kan hidung kamu ke rumah sakit. Pasti ada masalah disana." ujar Revan. Aira mendelik kesal mendengar ucapan suaminya.
" Kamu itu yang jorok. Mandi saja gak bersih. Makanya bau." ejek Aira tak terima di bilang hidung nya bermasalah.
Sampai menjelang jam makan malam pun, mereka berdua masih meributkan bau yang di maksud Aira. Saat makan malam pun mereka berdua duduk berjauh - jauhan. Karena Aira gak ingin di dekati Revan karena bau.
Mbok Sum dan mbak Aminah begitu heran melihat kelakuan kedua majikannya ini. Tidak seperti biasanya mereka duduk berjauhan. Biasanya mereka berdua duduk bersebelahan dan begitu lengket. Tapi kali ini lain dari biasanya.
__ADS_1
" Mbok." panggil Revan.
" Iya tuan muda. Ada apa?." tanya mbok Sum.
" Mbok coba cium badanku. Apa ada yang bau disana?." pinta Revan. Terlihat Aira bergidik saat melihat mbok Sum mendekat ke arah suaminya.
" Hati - hati mbok. Nanti mual kalau mencium bau nya dia." sindir Aira.
" Bagaimana mbok?. Apa ada yang bau?." tanya Revan.
" Tidak tuan. Gak bau. Tuan muda wangi kok." jawab mbok Sum.
" Tuh kan. Aku bilang juga apa. Aku gak bau. Yang bermasalah itu hidung mu. Sebaiknya kita kedokter selesai makan. Kita periksa kan hidung mu itu." ujar Revan senang kalau dirinya gak bau seperti yang di tuduhkan istrinya.
" Mbok Sum bohong kan. Jelas - jelas tubuh nya dia bau begitu. Udah deh mbok jujur aja. Kalau bau bilang aja bau. Gak usah di tutup - tutupi." tukas Aira kesal.
" Saya gak bohong non. Memang tuan muda gak bau kok. Wangi malahan." jawab mbok Sum.
" Jelas saja mbok. Aku mandi 2 kali barusan. Jelas saja aku wangi." ujar Revan senang.
Aira masih menatap sinis melihat suami dan assisten rumah tangga nya itu. Sedangkan Revan tersenyum melihat istrinya itu.
" Pokoknya aku bilang bau, ya bau!." seru Aira kesal.
__ADS_1
Mbok Sum yang melihat itu pun semakin tak mengerti dengan maksud para tuan dan nona muda nya itu. Dia pun berlalu meninggalkan meja makan dengan raut wajah bingung.
Kenapa nona Aira bilang kalau tuan bau?. Padahal tuan muda tidak bau sama sekali. Wangi malahan. Jangan - jangan nona muda sedang ngidam. Ya benar. Nona Aira pasti tengah hamil. Aku dulu kan juga begitu waktu hamil. Sensitif terhadap bau. Apalagi bau suami sendiri. Alhamdulillah. Akhirnya ada kabar baik juga. Gumam mbok Sum dalam hati. Senyum di bibirnya masih terus mengembang saat meninggalkan nona dan tuan muda nya tersebut.