Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 73 Bosan


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa. Revan telah bersiap dengan pakaian rapi yang di kenakan. Hari ini dia mulai masuk kerja kembali setelah dirinya menikah.


Revan menuruni tangga mencari keberadaan istrinya yang pergi meninggalkan nya saat dirinya tengah mandi tadi. Aira hanya menyiapkan baju yabg akan di kenakannya dan menaruhnya di atas ranjang tempat tidurnya. Lalu dia pun beranjak menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya. Yah walaupun disana sudah ada mbok sum dan mbak Aminah. Tapi Aira bersikeras ingin menyiapkan sarapan untuk Revan. Akhirnya kedua pembantu itu hanya bisa menyerah dengan keinginan nona muda rumah tersebut.


Revan duduk di kursi meja makan tersebut. Sudah ada kopi hitam tanpa gula yang biasa dia minum. Terlihat Aira berjalan menghampirinya dengan membawa roti isi telur, selada dan tomat disana. Revan tersenyum melihat wajah istrinya yang terlihat cantik walau tanpa make up sekalipun.


" Terima kasih." seru Revan saat Aira meletakkan piring di hadapannya. Revan pun mengambil roti tersebut dan langsung melahapnya. Aira hanya tersenyum melihat kelakuan suaminya itu.


" Apakah enak?. Aku yang buat loh." tanya Aira. Revan hanya mengangguk mengiyakan ucapan istrinya itu. Aira pun juga ikut sarapan. Tapi bukan dengan roti dan telur seperti Revan. Tapi hanya roti dan selai coklat saja. Karena Aira memang gak suka dengan roti isi telur. Tidak seperti Revan yang begitu menyukai roti isi telur dan sayuran.


" Kalau kamu bosan di rumah. Pergilah ke rumah mama atau Santi." tukas Revan di sela - sela makannya.


" Iya." jawab Aira singkat.


Revan pun beranjak dari duduknya, setelah menghabiskan roti dan kopi disana. Dia pun melangkah keluar menuju mobilnya. Aira mengikuti langkahnya dari belakang.


" Sayang. Aku berangkat dulu ya. Kamu baik - baik di rumah. Jangan merindukan ku." ujar Revan sambil mengecup kening dan pipi Aira. Aira hanya tergelak mendengar ucapan suaminya itu.


" Hati - hati di jalan. Jangan ngebut. Kalau sudah sampai hubungi aku." seru Aira. Revan mengangguk mengiyakan lalu masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan halaman rumah tersebut. Aira masih berdiri di tempatnya walau mobil suaminya sudah tidak terlihat di jangkauan matanya.


******


Beberapa puluh menit kemudian, Revan pun telah sampai di rumah sakit tempat biasa dia bekerja. Seperti biasa dia memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus staff dan karyawan lalu dia berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk menuju ruang kerjanya.

__ADS_1


Sesampainya di poli kandungan, banyak para perawat yang menyapa nya dan memberi nya ucapan selamat. Revan menanggapinya dengan senyum datar. Tapi raut wajahnya terlihat sangat bahagia.


" Pasti kelakuan Radit. Dasar ember." gumam Revan dalam hati. Dia pun masuk ke dalam ruangan kerjanya.


Tokk ... Tookk .. Tookkk ..


Disaat Revan tengah mencuci tangannya, terdengar suara pintu di ketuk.


" Selamat pagi dok." sapa salah seorang perawat yang hari itu bertugas membantu pekerjaannya. Revan pun menoleh dan tersenyum kepadanya.


" Apakah sudah ada pasien yang datang?." tanya Revan kepada perawat itu.


" Sudah dok. Sedang di tensi dan di timbang berat badannya di luar." jelas perawat tersebut.


" Dokter Radit sudah datang." tanya Revan.


Tiba - tiba Radit pun langsung masuk dan duduk di hadapan Revan.


" Selamat pagi pengantin baru. Ciyee muka nya seger banget. Sepertinya sukses nih." cibir Radit ketika duduk di hadapan Revan. Perawat disana yang mendengar ucapan Radit pun ikut senyum - senyum sendiri mendengarnya dan beranjak keluar dari ruangan.


" Kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu. Kebiasaan." sungut Revan kesal. Radit hanya tergelak dalam tawanya.


" Gimana?." tanya Radit.

__ADS_1


" Gimana apa nya?." tanya Revan tak mengerti.


" Halah pura - pura gak tau. Pura - pura polos. Padahal tidak sepolos kenyataannya." tukas Radit. Revan melirik ke arah Radit.


" Enak tidak?. Sudah berapa kali?. Hah?." tanya Radit penasaran.


" Pagi - pagi sudah ngeres saja itu pikiran. Sarapan apa sih tadi di rumah?." seru Revan datar. Radit hanya tersenyum mendengar ucapan temannya itu.


" Huh gak asyik. Pasti permainanmu gak seru." ujar Radit.


" Enak aja kalo ngomong. Situ kali yang langsung loyo begitu tancap gas." tukas Revan yabg mulai terpancing oleh cibiran sahabatnya itu. Radit hanya tergelak. Terdengar suara tawanya yang memecah keheningan ruangan tersebut.


" Ciyeee ... Gimana rasanya?. Sama atau ada perbedaan?." tanya Radit.


" Bagiku sama saja. Toh lagi pula aku juga gak pernah melakukan nya dengan siapapun. Jadi gak tau perbedaan rasanya seperti apa." tukas Revan.


" Akhirnya temanku satu ini sudah sold out. Yaahh semoga bahagia selalu lah buat mu bro. Aku turut senang saat melihatmu bahagia begini." ujar Radit. Revan hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya.


" Thanks bro. Semua berkat bantuan mu juga." jawab Revan. Radit tersenyum lalu beranjak menuju ruang kerja nya sendiri.


*****


Aira yang seharian hanya duduk terdiam di depan televisi pun merasakan bosan di dalam dirinya. Di rumah sebesar ini dirinya hanya di perbolehkan duduk manis tanpa boleh menyentuh pekerjaan rumah sedikit pun. Mbok sum sedari tadi melarangnya untuk berkutat di dapur rumah itu.

__ADS_1


" Aaahhhhh aku bosan sekali. Acara nya juga gak ada yang menarik." seru nya sambil menggonta - ganti chanell pada remote televisi.


Aira pun mematikan televisi dan beranjak menuju kamarnya. Saat berada di kamarnya, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang ada disana. Matanya menatap langit - langit kamar tersebut. Lama - kelamaan rasa kantuk nya pun tiba. Aira pun terlelap dalam tidurnya. Entah berapa lama dia tertidur. Dia membuka mata pun rasanya percuma. Tidak ada yang bisa di lakukannya. Mau apa pun juga di larang oleh mbok sum.


__ADS_2